Serumit Inikah Cinta?

Serumit Inikah Cinta?
Bab 95


__ADS_3

Sesampainya dirumah, Nanda langsung menelpon dokter Hani untuk mengecek keadaan Lisa. Setelah menelpon, Nanda langsung mencari pakaian ganti untuk Lisa.


"Lama sekali" gumam Nanda yang sudah beberapa menit menunggu kedatangan dokter.


Nanda khawatir jika Rafly memberi obat-obat yang tidak boleh dikonsumsi oleh Bumil. Setelah 30 menit, akhirnya Dokter Hani datang dan langsung menuju kekamar Nanda seperti biasanya.


Ketika mendengar suara ketukan pintu, Nanda langsung membuka pintu lalu melihat Dokter Hani ada disana.


"Kenapa lama sekali?" tanya Nanda dengan tatapan dinginnya.


"Ma... Maaf tuan, tadi didepan sangat macet" jawab Dokter Hani dengan wajah yang cemas.


"Cepatlah periksa istriku" ucap Nanda lalu dia berjalan menghampiri Lisa diikuti oleh Doktet Hani.


Tak lama setelah itu, Dokter Hani selesai memeriksa Lisa lalu menatap Nanda dengan tatapan yang panik.


"Ada apa?" tanya Nanda.


"Nona Lisa mengonsumsi obat tidur yang berangsang sangat kuat, mungkin ini bisa disembuhkan, tapi jika diulangi lagi, akan berpengaruh pada kehamilannya" Ucap Dokter Hani mencoba untuk tenang.


"Berikan obat penyembuhnya!" ucap Nanda dengan lantang.


Dokter Hani segera memilih obat yang harus diminum oleh Lisa. Setelah itu dia memberinya pada Nanda dan langsung pamit karena masih ada urusan dirumah sakit.


"Dia begitu cantik, pantas saja banyak laki-laki yang mau mendekatinya" gumam Nanda sambil terus menatapi wajah Lisa.


Sambil menunggu Lisa terbangun, Nanda sesekali mengecek perusahaan miliknya dan milik Lisa.

__ADS_1


Setelah 15 menit, Lisa terbangun lalu menatap ke sekeliling kamarnya.


"Kok disini?" gumamnya lalu dia menoleh kearah Nanda yang saat itu sedang fokus dengan laptopnya.


"Mas!" panggil Lisa.


"Kamu sudah bangun?" tanya Nanda lalu dia menghampiri Lisa.


"Barang belanjaan aku mana? Tadi kan aku lagi di Cafe?" tanya Lisa yang tak mengingat semuanya.


"Besok beli lagi, sekarang kamu harus makan siang dulu setelah itu minum obat" ucap Nanda lalu membantu Lisa turun dari kasurnya.


"Untuk apa minum obat? Aku tidak sakit" bantah Lisa lalu menatap Nanda dengan tajam.


"Kamu lagi hamil muda, harus menjaga kesehatan" ucap Nanda lagi lalu membuka pintu kamarnya.


"Mas, ini hamil ketiga aku! Aku sudah berpengalaman, tidak usah lebay" teriak Lisa lalu dia berjalan ke meja makan mendahului Nanda.


Sesampainya di meja makan, Lisa sangat tak berselera melihat semua makanan disana.


"Mas, kenapa makanannya hanya ini?" tanya Lisa lalu dia duduk dengan kasar.


"Biasanya memang ini, tadi Rafa sudah makan dan dia biasa saja!" jawab Nanda lalu mengambil piring untuk Lisa.


"Aku mau udang!" ucap Lisa lagi.


Nanda mendengus kasar karena kehamilan Lisa kali ini sangatlah berbeda dari Bela dan Rafa.

__ADS_1


"Biar kubeli dulu!" ucap Nanda lalu pergi kekamar untuk memesannya melalui delivery.


Setelah beberapa menit, Lisa kesal karena Nanda tak kembali juga ke meja makan, dia pun menyusul Nanda kekamar.


Saat didepan kamar, Lisa mendengar Nanda sedang marah-marah saat menelpon seseorang, Lisa bertambah kesal karena mendengar suaminya berteriak seperti monyet.


"Kerjakan dengan bagus! Aku tidak mau mendengarnya lagi! Aku tau Rosa itu baik dan tidak mungkin memalsukan identitasnya saat ini!" bentak Nanda pada orang yang ditelponnya.


Ketika mendengar nama 'Rosa' , Lisa batal untuk menghampiri Nanda, dia memilih untuk mendengar semua percakapan Nanda dengan orang itu.


"Sudahlah! Cari tahu lagi tentang pelakunya dan jangan pernah kalian menyebut jika Rosa adalah orangnya!" bentak Nanda lagi lalu dia mematikan telponnya dengan kasar.


Lisa tidak mengerti apa maksud dari Nanda, lantas dia hanya cuek dan tidak terlalu memikirkan semua ucapan Nanda tadi.


"Mas! Udangnya mana? Kenapa malah marah-marah?" ucap Lisa lalu duduk di sofa.


Nanda menoleh dengan wajah yang panik, "Kamu sudah lama disini?" tanya Nanda.


"Iya, aku dengar semua percakapan kamu, tapi aku tidak mengerti, jadi toh cuek saja" ucap Lisa lagi.


"Ayo kita tunggu dibawah saja, sebentar lagi udangnya akan datang" ucap Nanda mengalihkan pembicaraan lalu turun kemeja makan bersama dengan Lisa.


"Bella dan Rafa sudah makan mas? Rasanya aku belum menyuapi Bella siang ini" ucap Lisa sembari menarik kursimya untuk duduk.


"Tadi Bi Ara yang menyuapinya, kamu tidak usah berpikir terlalu berat" ucap Nanda lagi lalu memberi air putih pada Lisa.


"Memangnya aku berpikir apa? Beton? Atau benda lain yang berat-berat?" ucap Lisa lagi.

__ADS_1


Nanda mendengus kasar lalu tersenyum kearah Lisa. Nanda sangat pusing dengan kehamilan Lisa yang selalu ingin marah-marah dan juga permintaan yang aneh-aneh.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2