
Keesokan harinya, kini Lisa sudah tidak terlalu parah demamnya, dia sudah mulai bisa untuk pergi kemeja makan dan sarapan bersama.
"Mas, nanti aku ada acara reuni SMA di cafe" ucap Lisa.
"Terus? Kau akan datang?" tanya Nanda.
Lisa mengangguk sambil tersenyum berharap agar Nanda mengizinkannya.
Nanda menghela napas denagan kasar, "Hari apa?" tanya Nanda.
"Besok malam" jawab Lisa dengan cepat.
"Besok malam? Tapi aku tidak bisa menemanimu?" kata Nanda cemas.
"Tidak apa, lagipula aku tidak minta ditemani" ucap Lisa dengan sinis.
"Kau pergi bersama siapa?" tanya Nanda lagi.
"Rosa, dia kan temanmu juga sekarang" sindir Lisa agar diizinkan.
"Rosa? Memangnya dia satu sekolah denganmu dulu?" tanya Nanda.
"Iya mas, sudahlah aku mau istirahat dulu ya mas" ucap Lisa lalu pergi meninggalkan Nanda dimeja makan.
Nanda segera mengejar Lisa, dan seketika Lisa sudah berada dipelukannya.
"Mas! Aku capek!" teriak Lisa.
Setelah berkata seperti itu, Nanda menggendong Lisa layaknya anak kecil menuju kamarnya.
"Mas, aku bisa sendiri!" ucap Lisa.
"Mau diam atau kulemparkan dilantai?" ancam Nanda.
__ADS_1
"Lempar saja kalau bisa!" balas Lisa.
Nanda hanya meliriknya dengan sinis lalu mempercepat langkah menuju kekamar mereka.
Setelah sampai dikamar, Nanda segera menjatuhkan Lisa dengan pelan diatas kasur.
"Tidurlah dulu, nanti ketika sebelum makan siang aku bangunkan" ucap Nanda.
"Tapi nanti sore temani aku membeli baju untuk pesta" ucap Lisa.
"Memangnya kau tidak punya baju? Kemana semua bajumu?" tanya Nanda heran.
"Semua bajuku dirumah papa! Kemarin aku lupa untuk membeli baju pesta" jawab Lisa.
"Tidurlah dulu" ucap Nanda lalu mengecup kening istrinya dengan lembut.
Lisa segera memejamkan matanya mencoba untuk tidur, setelah beberapa menit barulah dia bisa tertidur dengan lelap.
Saat jam makan siang akan tiba, Nanda membangunkan Lisa agar segera bangun.
Lisa terbangun lalu mengusap matanya yang masih terasa mengantuk.
"Bagaimana? Sudah lebih baik?" tanya Nanda.
"Sepertinya begitu, Mas aku lapar, ayo makan siang" ucap Lisa lalu turun dari kasurnya.
"Sini kubantu" ucap Nanda sambil memapah tubuh Lisa yang cukup berat itu.
Saat sampai dimeja makan, Lisa segera duduk disebelah Rafa lalu menikmati makan siangnya.
"Rafa nanti ikut ga mas?" tanya Lisa.
"Boleh jika dia mau" ucap Nanda.
__ADS_1
"Kemana ma?" tanya Rafa penasaran.
"Ikut ke Mall, mama mau beli baju buat besok" ucap Lisa.
"Iya ma, Rafa ikut" balas Rafa.
Setelah selesai makan siang dan juga berkemas, mereka pergi ke Mall yang biasa Lisa datangi saat akan membeli gaun pesta.
"Rafly juga datang?" tanya Nanda.
"Mungkin, aku juga tidak tahu" jawab Lisa.
"Memangnya kenapa mas?" tanya Lisa.
"Tidak, aku hanya tidak suka jika kamu bertemu dengannya" ucap Nanda.
"Tidak usah cemburu, kita sudah mempunyai anak" tukas Lisa jengkel.
"Aku tidak cemburu, kamu saja yang terlalu percaya diri" balas Nanda.
"Benarkah? Kalau begitu biarkan aku bertemu dengan Rafly besok malam" sindir Lisa.
"Silakan, aku tidak melarangmu" jawab Nanda.
Lisa hanya tersenyum lalu Nanda melajukan mobilnya dengan lebih cepat.
"Mama, Rafa boleh ikut besok?" tanya Rafa.
"Tidak sayang, ini acara mama" jawab Lisa.
"Oh begitu, baiklah ma" jawab Rafa dengan Lesu.
Tak lama itu mereka sampai di Mall, seperti biasa, Nanda menurunkan Stroller Bella daru bagasi lalu mendorongnya mengikuti Lisa ketoko gaun pesta.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Guys btw maaf ya akhir² ini updatenya satu episode sehari yaa, soalnya lagi nulis novel baru:)