
Keesokan harinya...
"Mas,Bangun—pesawat kamu jam berapa?" tanya Lisa sambil menggoyang goyangkan badan Nanda.
"Pukul sepuluh pagi" jawab Nanda dengan suara serak.
"cepatlah bangun lalu sarapan,ini sudah pukul delapan pagi mas!" kata Lisa lalu ia turun dari kasur untuk menyiapkan pakaian yang akan dipakai Nanda.
Nanda pun segera beranjak dari kasurnya lalu menuju ke kamar mandi.
Setelah Lisa menyiapkan pakaian suaminya,ia segera menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan.
"Bi,hari ini biar aku yang memasak" ucap Lisa lalu mulai memasak Nasi goreng serta lauk pauk lainnya.
Tak lama kemudian,Nanda turun ke meja makan untuk sarapan.
Sayang,kenapa kamu yang memasak?" tanya Nanda dengan nada sedikit kesal.
"tidak apa apa,aku hanya ingin memasak untuk mu mas" kata Lisa lalu memberikan Nasi kepada Nanda.
"Sayang kamu tidak usah ikut mengantar ku ya,aku tidak ingin kamu terlalu capek" ucap Nanda.
"Baiklah jika itu perintah mas" balas Lisa.
Setelah beberapa menit menunggu Rifki,akhirnya ia datang menjemput Nanda.
"Mas kamu jangan hilang kabar disana" kata Lisa lalu mencium punggung tangan Suami nya.
"iya sayang" balas Nanda lalu ia masuk kedalam mobil.
Enam hari kemudian
__ADS_1
Sudah Enam hari Lisa tidak mendapat kabar dari Nanda,ia mencoba menelponnya namun selalu di tolak.
"Harusnya besok Mas Nanda udah pulang,semoga dia nepatin janji nya" ucap Lisa pada dirinya sendiri.
Lisa pergi kedapur untuk membantu Bi Ana memasak untuk makan siang.
"Bi,biasanya Mas Nanda emang suka ke Amerika ya?" tanya Lisa.
"iya non,disana juga ada nona Dian,makanya tuan sering ke Amerika" jawab Bibi sambil mencuci sayuran.
"Tapi kan dian kemarin di Indonesia,apa dia udah balik ke Amerika?" tanya Lisa pada dirinya sendiri.
"Bi,aku mau ambil ponsel bentar ya" kata Lisa lalu pergi menuju kamarnya.
Lisa pun mengambil ponsel nya lalu menelpon Rosa,Bunga,Dan Aldo untuk makan siang bersama.
Setelah satu jam menunggu,akhirnya mereka datang kerumah Lisa.
"Tumben ngundang kita,ada apa Lis?" tanya Aldo sambil menggigit ayam nya.
"Gapapa,aku cuma kesepian ga ada temen makan" jawab Lisa lalu ia melanjutkan makan dengan tatapan kosong.
Melihat Lisa yang sedang bengong,Rosa mulai berniat untuk menjahilinya.
ia mengganti kubis yang akan dimakan Lisa menjadi Tisu.
"Loh,kok tisu!" ucap Lisa yang daritadi tidak menyadarinya.
"Rosa,kamu tuh.." ucap Lisa lalu melemparkan tisunya kewajah Rosa.
Aldo dan Bunga tertawa melihat kelakuan mereka berdua.
__ADS_1
"Lisa,kata kamu Nanda di Amerika!" ucap Bunga berbisik pada Lisa.
Lisa tak menyadari kalau Nanda saat itu sudah ada dibelakangnya,namun Nanda memberi isyarat agar temannya tidak memberi tahu.
"Emanh iya,Mas Nanda tuh lagi di Amerika,paling juga nemuin Dian Lagi,bilangnya aja urusan kantor" Lisa masih terus mengocehi Nanda.
"Kalo aku memang menemui Dian,kau mau apa?" ucap Nanda ditelinga Lisa hingga membuat Lisa sangat terkejut lalu ia tak sengaja menampar pelan wajah Nanda.
"Aduh!" Nanda meringis kesakitan.
"Mas Nanda" Lisa berdiri lalu memeluk tubuh Nanda yang kekar itu.
"Mas,kamu jahat banget,selama di Amerika tidak pernah mengangkat telpon ku" kata Lisa lalu melepaskan pelukannya.
"Maaf sayang,aku sangat sibuk,aku boleh ikut makan?" tanya Nanda lalu ia menarik kursi duduk disebelah Aldo.
"Selamat siang tuan Aldo,bagaimana kabarmu?" sapa Nanda.
"Siang,kabarku baik" jawab Aldo singkat lalu ia mempercepat makannya agar bisa cepat pulang,begitu juga dengan Rosa dan Bunga.
Setelah mereka selesai makan,Aldo Rosa dan Bunga segera pamit lalu pulang.
"Mas aku mau ke kamar ya" ucap Lisa pada Nanda yang saat itu sedang menonton TV.
Saat Nanda sedang menonton,ia mendengar suara teriakan Lisa.
ia pun segera menuju kelantai atas dan masuk ke kamar nya.
"LISA!!!!!" teriak Nanda pada Lisa.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1