
Setelah mereka sedikit tenang, Lisa mulai membuka suaranya lagi.
"Menurut kalian aku harus bagaimana?" tanya Lisa.
"Berpisah!"
"Cari tahu!"
Ucap Rosa dan bunga kompak, lalu mereka saling berpandangan.
"Pisah? Kamu gila Rosa? Sembarangan aja kalo ngomong!" Tukas Bunga.
"Daripada harus cari tahu dulu? Membuang waktu saja!" balas Rosa.
Karena bosan, Lisa akhirnya memutuskan untuk pergi darisana meninggalkan kedua sahabatnya itu.
Rosa dan Bunga masih mengikuti Lisa yang keluar dari ruangannya.
"Lisa! Ayo kami temani kau menemui Nanda, lalu tanyakan padanya tentang wanita itu" ucap Bunga menghampiri Lisa.
Lisa menoleh kearanya, "Apakah aku harus?" tanya Lisa.
"Tentu saja, kau masih menyayanginya, bukan?" ucap Bunga lalu menarik Lisa agar mengikutinya menuju mobil.
"Naik mobilku saja!" teriak Rosa lalu mengejar Lisa dan Bunga.
Lisa hanya mengikuti kata-kata sahabatnya itu, dia sudah pusing karena dalam perjalanan Bunga dan Rosa selalu mengajarinya cara bersikap jika nanti berteny dengan Nanda.
"Satu lagi, kamu harus cuek dan jangan tunjukan kalo kamu lemah" ucap Bunga lalu memalingkan mukanya.
Saat Lisa sampai dirumah Nanda, ia menarik nafas terlebih dulu lalu melangkah menuju pintu masuk.
"Lisa, kami akan menunggu disini" ucap Rosa lalu menarik Bunga yang hendak mengikuti Lisa.
"Baiklah" jawab Lisa lalu ia masuk kedalam tanpa mengetuk dulu.
"Mama" panggil Rafa lalu segera menghampiri Lisa.
__ADS_1
"Hai sayang, papa dimana?" tanya Lisa.
"Ada dikamar, tadi papa sedang bersama Bella" jawab Rafa.
Lisa tersenyum lalu segera menuju kekamarnya untuk berbicara dengan Nanda.
"Ehem" ucap Lisa saat ia masuk kedalam kamarnya.
Nanda menoleh lalu menatapnya dengan wajah tanpa ekspresi.
"Aku ingin bicara" ucap Lisa lalu dia duduk di sofa.
"Bicaralah" ucap Nanda lalu ia duduk disebelah Lisa.
"Benar apa yang kau tanyakan padaku ditelpon tadi pagi?" tanya Lisa.
"Tentu benar, aku tidak ingin hubungan kita menjadi sorotan orang lain" ucap Nanda.
"Siapa wanita yang bersamamu di Cafe tadi?" tanya Lisa sembari menyiapkan mentalnya.
"Kekasihku" jawab Nanda dengan santai lalu memalingkan muka dari Lisa.
"Bella dan Rafa akan bersamaku" ucap Lisa setelah membereskan pakaiannya.
"Tidak! Aku tidak ingin bercerai" ucap Nanda menatap Lisa dengan tajam.
"Apa yang ada dipikiranmu! Enak sekali kamu berbicara seperti itu tanpa memikirkan perasaan orang lain" teriak Lisa lalu ia menghampiri Bella untuk membawanya.
Saat Nanda hendak bicara, Lisa keluar dari kamar lalu menutupnya dengan keras, dia segera turun untuk mencari Rafa.
"Rafa, ikut sama mama yuk sayang" ajak Lisa sambil terisak.
"Kemana ma?" tanya Rafa lalu ia menatap Nanda yang turun dari tangga.
"Ikut saja" jawab Lisa lalu dia merangkul Rafa menuju kedepan pintu.
"Rafa! Ikut papa!" teriak Nanda dari kejauhan lalu menghampiri mereka.
__ADS_1
Rafa berhenti lalu menatap orang tuanya bergantian.
Nanda mendekati Rafa lalu membawanya kedalam kamar tidurnya.
Lisa semakin menangis lalu ia memilih untuk keluar menemui sahabatnya.
"Bunga! Lihat itu, Lisa menangis... dan dia membawa Bella!" teriak Rosa lalu mereka saling bertatapan.
"Apa yang terjadi?" tanya Bunga.
"Entahlah" jawab Rosa lalu ia membukakan pintu mobil untuk Lisa.
Sedangkan Nanda, dia menatap kepergian Lisa dari kaca jendela ruang tamu.
"Aku mencintaimu Lisa, semua kulakukan demi keselamatanmu dan juga Bella" gumam Nanda lalu ia meneteskan beberapa air mata dan segera menghapusnya.
Nanda segera menuju kekamarnya untuk menenangkan diri disana.
"Lisa, bagaimana? Apa yang Nanda katakan?" tanya Rosa sambil melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah Nanda.
"Antarkan aku pulang dan tidak usah banyak tanya" ucap Lisa sambil tersedu.
Kedua sahabatnya itu merasa kasihan padanya, terutama Bunga, dia juga pernah mencintai Nanda tapi kehilangan begitu saja karena kebodohannya yang bermain dengan pria lain.
"Tenangkan dirimu dulu" ucap Bunga.
"Aku sangat bingung dengannya, entah aku yang bodoh atau dia yang bodoh" gumam Lisa.
"Sudahlah, mungkin besok dia akan meminta maaf padamu, bagaimana dengan Rafa?" tanya Bunga.
"Mas Nanda ingin Rafa bersamanya" ucap Lisa.
Bunga hanya diam, ia bingung harus menjawab apalagi karena melihat Lisa yang begitu terpukul.
"Kehilangan kedua orang tua, mengurus perusahaan besar dengan tangan sendiri, mengurus anak yang masih kecil, dan sekarang akan ditinggalkan oleh suaminya." Batin Bunga merasa sangat kasihan dengan Lisa.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Guys Novel ini bakalan aku ganti judul+cover ya, soalnya kurang nyaman aja aku sama judul yg ini hehe, jadi nanti jangan stop baca yaa, alurnya ga gantii kok.