
"Mas pergi saja kekantor" ucap Lisa.
"Nanti, setelah kamu makan, tadi aku sudah minta bibi untuk membuatkan sup ayam dan juga teh hangat" ucap Nanda.
"Aku mau kebawah sebentar mengambilnya" sambung Nanda lalu dia pergi keluar dari kamarnya.
Didalam kamar, Lisa hanya duduk sambil memainkan ponselnya di sofa.
Tak lama kemudian, Nanda datang dengan membawa satu mangkuk sup ayam dan juga teh hangat.
"Ini" ucap Nanda sambil menghampiri Lisa.
"Aku makan sendiri, mas pergi kekantor sana!" ucap Lisa lalu mengambil mangkuk sup ayam.
"Tidak! Sini biar kusuapi, aku tidak yakin. jika kamu akan makan nantinya" tukas Nanda kemudian ia mengambil mangkuk itu dan menyuapi sup ayam itu ke Lisa.
Setelah Lisa selesai makan, Nanda kembali memanggil bibi untuk mengambil mangkuknya didepan pintu kamar.
"Mas siap-siap sana" ujar Lisa.
"Memangnya kenapa? Kamu mau ketemu pacar kamu?" ucap Nanda menyindir.
"Memangnya boleh mas?" tanya Lisa memancing emosi Nanda.
"Sangat boleh, tapi jangan salahkan aku jika pacarmu itu tidak pernah bertemu denganmu lagi setelah pulang dari sini" balas Nanda lalu dia mengambil jasnya didalam lemari.
"Sukanya mengancam!" tukas Lisa.
Setelah Nanda sudah siap untuk pergi kekantor, dia segera pamit dengan Lisa.
__ADS_1
"Aku ingin mengantarmu kedepan pintu" rengek Lisa hendak turun dari kasur.
"Tidak, istirahatlah dulu disini" ucap Nanda sambil mencegah Lisa turun dari kasur.
Lisa menurut saja karena ia juga sebenarnya sangat lelah dan sakitnya belum terlalu membaik.
"Aku akan pulang secepatnya, hubungilah aku jika perlu" ucap Nanda lalu dia mencium kening Lisa.
"Jadi, jika aku tidak perlu, aku tidak usah menelponmu mas?" ucap Lisa.
Nanda menghentikan langkahnya, "jika kamh menelpon, berarti kamu perlu kan?" ucap Nanda lalu tersenyum dan keluar dari kamarnya.
Setelah beberapa menit sejak kepergian Nanda, Lisa hanya termenung didalam kamar, ia merasa sangat bosan.
"Aku ingin kerumah papa, tapi siapa yang menemani" gumam Lisa sembari berpikir.
Lisa meraih ponselnya diatas laci lalu dia menelpon Rosa.
"Tidak, hari ini aku dirumah" jawab Rosa.
"Bisa temani aku kerumah papa? Aku sangat bosan dirumah" ucap Lisa.
"Tentu saja, biar aku yang kerumahmu, aku sangat rindu dengan Bella dan juga Rafa" balas Rosa.
"Baiklah, ajaklah Bunga jika dia mau" ujar Lisa lalu dia mematikan telponnya dan kembali menaruh ponselnya diatas laci.
Baru saja Lisa turun dari kasur, ponselnya berbunyi ada panggilan masuk dari kantor Nanda.
"Halo?" ucap Lisa setelah mengangkat telponnya.
__ADS_1
"Kamu jangan kemana-mana dulu hari ini, aku akan pulang malam" ucap Nanda.
"Baiklah" jawab Lisa berbohong.
"Jaga dirimu dirumah, aku akan pergi meeting dulu" ucap Nanda lalu dia mematikan telponnya tanpa menunggu jawaban dari Lisa.
*********
Setelah lama menunggu, akhirnya Rosa dan Bunga sudah sampai dirumah Nanda, Lisa segera turun kebawah untuk menemui mereka.
"Rafa tidak ikut?" tanya Rosa.
"Tidak, aku hanya sebentar saja" ucap Lisa.
"Hidungmu kenapa?" tanya Bunga yang merasa aneh dengan hidung Lisa.
"Kena ponsel mas Nanda, dia melemparnya kepadaku" jawab Lisa jengkel.
"Benarkah? Kenapa?" tanya Rosa menahan tawanya.
"Dia hanya tidak sengaja, ayolah pergi, aku malas jika harus berlambat-lambat" ucap Lisa lalu dia keluar dari rumahnya.
Rosa dan Bunga segera menyusul Lisa yang sudah masuk kedalam mobil Bunga, mereka menuju kerumah Lisa dengan kecepatan yang sedang karena Lisa yang memintanya tadi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Gais, maaf ya kemarin gak update dan hari ini mungkin cuma satu episode update, soalnya lagi hari-hari sibukk hehe.
Jangan lupa mampir dinovel temenku juga judulnya 'My Daily Life'
__ADS_1
Makasih semuaa😍😍