
Setelah mereka sampai dirumah, Lisa segera membersihkan diri disusul oleh Nanda.
"Mas, aku mau bicara" ucap Lisa setelah ia selesai mandi.
"Kenapa?" tanya Nanda tanpa menoleh kearahnya.
"Mas aku minta Bi Ana sama Bi Ara dipindahin kerumah aku ya, biar disini aku yang urus" Lisa berjalan menghampiri Nanda.
"Baiklah, tapi untuk disini aku akan mencarikan pembantu yang baru" jawab Nanda.
"Tidak mas, aku ingin melakukannya sendiri" Tukas Lisa.
"Sayang kamu itu akan memegang perusahaan papa, jadi tidak mungkin kamu mengurus rumah sendirian" jelas Nanda lalu berdiri hendak keluar kamar.
"Ayo kita makan malam dulu" ucap Nanda lalu Lisa hanya mengangguk.
Setelah mereka makan malam, Lisa dan Nanda masih duduk didepan TV, sedangkan Rafa sudah tidur karena kelelahan.
"Mas kalo gitu dirumah aku aja yang cari pembantu baru" ucap Lisa.
"Baiklah, terserah dirimu" jawab Nanda lalu menggenggam tangan Lisa.
"Mas, besok aku akan mulai keperusahaan" Ucap Lisa dengan nada sedikit dikecilkan.
"Baiklah, tapi jangan pulang malam" Nanda mengingat Rafa yang pasti kesepian dirumah.
"Iya mas" ucap Lisa, lalu mereka menuju kekamar untuk tidur.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Keesokan hari.
Pagi itu, Lisa sedang sibuk berkemas karena itu hari pertama nya menjadi presdir disana, ia berusaha untuk menampilkan penampilan terbaiknya.
"Sayang, kamu ingin ikut aku atau berangkat sendiri?" tanya Nanda yang saat itu sudah selesai berkemas.
"Aku berangkat sendiri mas" jawab Lisa lalu mengambil tas nya.
"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu" ucap Nanda lalu Lisa mencium punggung tangannya.
Selang beberapa menit, Lisa sudah dalam perjalanan, ia sengaja tak membawa supir karena ia ingin lebih bebas saat ini.
__ADS_1
"Semoga hari pertamaku lancar dan aku mengingat semua yang diajarkan Mas Nanda kemarin padaku" ucap Lisa saat sudah sampai didepan gedung.
Security segera keluar dan membungkukkan badan ketika mobil Lisa masuk dihalaman gedung itu.
Lisa sangat senang karena ia tidak larut dalam kesedihannya itu, walaupun terkadang ia masih sedih jika teringat dengan Papa nya.
"Selamat pagi Nona" sapa Para karyawan disitu, Lisa hanya membalasnya dengan senyuman saja.
Lisa segera menghampiri Ruang sekretaris untuk mengecek tentang klien perusahaan.
Saat Lisa masuk, ia bingung karena sekretaris nya bukan yg dulu.
"Selamat pagi, Nona" sapa sekretaris itu.
"Siapa namamu? apa kau baru?" Lisa menghampiri meja Sekretaris itu.
"Iya Nona, saya baru dua hari disini, saya Roni Imantha" jawab Roni lalu tersenyum.
"Baiklah Roni, saya bisa minta berkas mengenai Klien terbaru semenjak satu minggu yang lalu?" tanya Lisa.
"Bisa Nona" jawab Roni lalu segera menyusun semua berkas yang dipinta Lisa.
"Ini Nona" Roni memberikan berkas itu pada Lisa.
************
"Baiklah, aku akan mulai memahami semuanya tentang perusahaan ini" ucap Lisa saat berada diruangannya.
Sudah beberapa jam Lisa sibuk dengan laptop nya, ia masih mempelajari dan mengingat semua perkataan Nanda.
tok..tok..tok..
"Masuk!" ucap Lisa tanpa menoleh.
"Ada apa?" tanya Lisa melihat Roni masuk keruangannya.
"Saya hanya mengingatkan Nona, kalau sepuluh menit lagi kita akan ada meeting bersama klien" ucap Roni lalu memberikan berkas itu pada Lisa.
"Bisa jelaskan dulu? karna saya masih belum mengerti terlalu jelas" ucap Lisa.
Roni mengangguk lalu mulai menjelaskan pada Lisa
__ADS_1
"Baiklah, ayo kita keruangan meeting" ajak Lisa lalu mereka menuju keruangan meeting.
Sesampainya mereka disana, Lisa melihat beberapa orang yang menjadi klien nya, ia melihat semua orang satu persatu, lalu ia menemukan..... Nanda!
"Mas Nanda?Kenapa dia tidak bercerita padaku!" batin Lisa.
Nanda memang sengaja tidak bercerita pada Lisa karena ia ingin melihat sampai mana kemampuan Lisa menghadapi klien nya.
Lisa mulai membuka meeting nya lalu menjelaskan dengan rinci namun singkat mengenai proyek mereka.
Setelah selesai menjelaskan, semua klien bertepuk tangan karena kagum dengan cara Lisa menjelaskan nya.
"Nona Lisa, apakah anda sudah menikah?" tanya Salah satu klien yang umurnya sekitar duapuluh lima tahun.
Nanda yang berada disebelahnya melotot namun ia berusaha agar emosi nya tidak pecah disitu.
Lisa hanya tersenyum pada klien itu lalu ia berjabat tangan dengan mereka, Lisa sangat senang karena meeting pertama nya sangat lancar.
Usia meeting, Lisa melanjutkan beberapa pekerjaannya yang masih belum selesai.
Saat itu sudah pukul enam sore, Lisa masih belum beranjak dari kursinya.
"Nona, apakah ingin saya belikan makan malam?" tanya Roni yang tiba tiba datang.
"Tidak usah, Saya akan makan malam dirumah bersama keluarga" jawab Lisa.
"Baiklah" jawab Roni lalu ia keluar dari ruangan Lisa.
Saat itu,Lisa baru sampai dirumah nya pukul delapan malam.
"Mas, maaf aku telat pulang" ucap Lisa lirih saat didalam kamarnya.
"Tidak apa apa" jawab Nanda yang masih sibuk dengan laptop nya.
"Kamu ngapain mas?" tanya Lisa.
"Lagi nyari info tentang orang yang berani menanyakan status mu tadi" jawab Nanda dengan nada yang keras.
"Berlebihan sekali dia ini!" gumam Lisa lalu ia masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah beberapa menit dia menyantai, Lisa memutuskan untuk tidur lebih dulu dari Nanda.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=