
Keesokan harinya...
Lisa sudah bersiap untuk pergi ke kantor lebih pagi, karena dia akan menandatangani kontrak pekerjaan Dian dengannya.
"Mas, jangan pulang larut malam" ucap Lisa sebelum dia masuk kedalam mobil.
"Iya sayang" ujarnya lalu ia masuk kedalam mobilnya setelah mobil Lisa pergi.
"Pak, nanti saya akan pulang jam sebelas, silahkan jika bapak ingin pulang kerumah terlebih dulu" ucap Lisa saat sampai didepan perusahaan.
"Baik Nona, saya akan menunggu disini saja" jawab Pak Supir.
"Baiklah" balas Lisa lalu masuk kedalam gedung perusahaannya.
Didalam, Lisa melihat Dian sudah menunggu di lobby bersama Roni, Senyuman terukir diwajahnya, namun kali ini bukanlah senyuman hangat yang biasa diberikannya.
"Selamat pagi, Nona" ucap Dian.
"Roni, cepat berikan berkasnya" ucap Lisa.
"Ini, Nona" jawabnya sembari memberikan berkas kontrak kerja Dian.
"Tanda tanganilah ini" ucap Lisa dengan suara yang lembut.
"Baiklah, terima kasih Lisa, aku tidak akan mengecewakanmu" ucap Dian lalu terburu buru menandatanganinya.
"Tidakkah kau ingin membaca peraturannya dulu?" tanya Lisa dengan heran.
"Tidak, peraturannya pasti sama dengan karyawan lain, aku sudah tau itu, Ini" ucap Dian lalu memberikan berkas yang sudah ditandatanganinya.
"Baiklah, Bagaimana dengan pekerjaanmu yang semalam diberikan oleh Roni?" tanya Lisa sebelum pergi.
"Sudah siap Lisa, tinggal kamu tandatangani saja" ucap Dian sembari memberikan laporan itu pada Lisa dengan senyuman.
"Saya atasanmu, panggilah saya dengan sebutan Nona atau Presdir" ucap Lisa lalu pergi keruangannya.
"Sombong" gumam Dian sambil meliriknya tajam.
"Anda tidak akan menyesal kan? karena belum membaca peraturannya?" ucap Roni lalu pergi menuju resepsionis.
"Antarkan ruangan wanita itu sekarang" ucap Roni pada resepsionis itu lalu pergi ke ruangannya.
__ADS_1
****************
"Roni, bisakah kamu memberinya pekerjaan yang begitu banyak hingga ia menggerutu?" ucap Lisa pada Roni saat diruangannya.
"Bisa Nona, akan saya lakukan" ucap Roni lalu membalik badan.
"Bilang padanya untuk segeralah membaca peraturan itu" ucap Lisa lalu kembali meneliti laporan dan berkas perusahaannya.
"Ruanganku selalu terbuka untukmu, Dian" gumam Lisa menyeringai.
Tak lama setelah itu, Dian masuk keruangan Lisa tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.
"Apa maksudmu memberiku peraturan itu!" ucap Dian dengan emosi.
"Sadarlah, kamu itu bisa bekerja disini tanpa review terlebih dulu, jadi peraturannya akan berbeda dengan karyawan lain" ucap Lisa acuh.
"Kalau begitu lebih baik aku berhenti bekerja dari sini!" ucap Dian dengan lantang.
"Dengan senang hati, tapi kamu tidak lupa kan dengan konsekuensi kontrak itu?" balas Lisa dengan tenang.
"Dasar licik!" ucap Dian lalu pergi meninggalkan ruangan Lisa.
"Dasar muka dua" gumam Lisa lalu melanjutkan pekerjaannya lagi.
"Roni, berikan Dian pekerjaan sekarang, beri waktu dia istirahat lima belas menit, jangan diberi waktu lebih" ucap Lisa.
"Baik, Nona" balas Roni.
Setelah itu Lisa mematikan ponselnya dan melangkah menuju mobilnya, pak supir sudah menunggunya disitu sedari tadi.
"Pak sampai dirumah sebelum waktu makan siang" ucap Lisa setelah masuk didalam mobil.
"Baik Nona" jawab pak Supir lalu melajukan mobilnya menuju rumah.
Saat dalam perjalanan, Lisa mendapatkan pesan masuk dari Rosa.
*Whatsapp*
Rosa : Hai Mir, kalau ga sibuk, kita ketemuan di Cafe Sore ini ya.
"Mau apa lagi anak ini" gumam Lisa lalu menaruh ponselnya lagi.
__ADS_1
Setelah sampai dirumah, Lisa segera menuju ke meja makan, ia melihat Rafa yang baru saja akan makan siang.
"Bi, tolong siapkan makan siang Bella ya" ucap Lisa lalu duduk dikursi makan.
"Mama tumben udah pulang?" tanya Rafa.
"Mama kan pengen makan siang sama kamu" jawab Lisa lalu tersenyum.
"Papa kok jarang makan siang sama kita ma" ucap Rafa.
"Besok kita akan makan siang di Restoran" balas Lisa lalu menikmati makanannya.
"Rafa ingin makan masakan mama" ucap Rafa sembari mengambil minumnya.
"Baiklah, kalau begitu besok mama dan papa tidak akan pergi kekantor" ucap Lisa.
"Bener ya ma, jangan bohong ya ma" ucap Rafa girang.
"Iya sayang" ujarnya lalu ia tersenyum.
Setelah makan siang, Lisa segera masuk kekamar untuk mengurusi Bella, ia beruntung karena Bella tidak sering menangis.
Setelah selesai mengurusi Bella, Ponsel Lisa berbunyi mendapat panggilan masuk dari Rifki.
"Kenapa?" tanya Lisa ketus.
"Kalo tidak ada kegiatan, sore ini datang ke Cafe yang waktu kita bertemu itu" ujar Rifki.
"Aku akan bertemu dengan temanku sore ini" jawab Lisa.
"Bertemulah denganku terlebih dulu, ini sangat penting" ucap Rifki lalu mematikan telponnya.
"Cafenya juga sama, tidak masalah jika aku menemui mereka berdua" ucap Lisa lalu menuju lemari untuk berganti pakaian.
Setelah berganti pakaian, Lisa membuka ponselnya, ia melihat berita tentang Nazwa Shil yang berhasil membuat perusahaannya sukses.
"Nazwa Shil, urusan kita belum selesai" gumam Lisa lalu ia pergi menuju taman belakang untuk menenangkan diri.
Setelah beberapa jam dihalaman belakang, Lisa kembali masuk kekamarnya untuk bersiap menemui Rifki dan juga Rosa.
"Jika aku sampai disana, siapa yang akan kutemui lebih dulu" gumam Lisa lalu ia menggelengkan kepalanya karena merasa bungung.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Buat para readers, Makasih ya udah mau nungguin novel ini Up, Jangan lupa like dan juga Vote, biar author makin semangat dan juga makin sering update😍.