
Keesokan harinya, Lisa terbangun dari tidurnya lalu segera menuju kekamar mandi dan mengganti pakaiannya.
"Lapar" gumamnya lalu ia masuk kedalam ruangan untuk mengambil sarapan yang sudah dibelikan oleh Roni.
"Tunggu, wadah bekal ini, sepertinya aku mengenalinya" ucap Lisa menghentikan makannya.
ia membuka pintu untuk mencari Roni.
"Roni, darimana sarapan itu?" tanya Lisa.
"Tadi tuan Nanda datang kesini, katanya pemberian dari Rafa, nona" jawab Roni.
Lisa tersenyum lalu kembali menikmati makanannya.
"Kukira mas Nanda akan benar-benar marah padaku" ucapnya lalu menyelesaikan sarapannya dengan cepat karena pagi itu akan ada meeting bersama Nazwa.
Setelah Lisa berkemas, dia segera menuju kemobilnya untuk pergi ke restoran.
drtt...drtt...drt...
Ponsel Lisa bergetar karena ada panggilan masuk dari Nanda.
"Bagaimana keputusanmu?" ucap Nanda.
"Keputusan apa?" jawab Lisa kebingungan.
"Tentang kata-kataku kemarin, jadi kau mau seperti apa kita ini?" ucap Nanda.
Lisa segera mematikan teleponnya karena ia merasa kaget, padahal dia kira Nanda sudah tidak marah lagi dengannya, ternyata dia salah.
"Jadi aku harus bagaimana!!!" gumam Lisa lalu dia melajukan mobilnya dengan kencang menuju kerestoran.
Setelah sampai direstoran, Lisa segera menghapus sisa air matanya yang masih menempel pada wajahnya.
__ADS_1
"Aku harus profesional" gumamnya lalu masuk kedalam cafe untuk menemui Nazwa.
"Lisa" teriak Nazwa dari mejanya yang tak jauh dri pintu.
Lisa menoleh lalu tersenyum dan menuju kemeja Nazwa.
"Baiklah, jadi bagaimana?" tanya Nazwa.
"Ya, akan kuambil proyek itu" jawab Lisa.
"Tapi, jika kau ingin bekerja sama dengan proyek ini, kau harus menetap di Korea sampai proyek itu selesai" ucap Nazwa.
Lisa terkejut mendengarnya, "Apa tidak bisa ku-handle dengan perusahaanku disana" ucap Lisa.
"Tidak, karena saat ini yang meeting denganku itu adalah kau" ucap Nazwa.
"Sungguh tidak profesional" ucap Lisa lalu pergi meninggalkan Nazwa disana.
"Kita lihat saja siapa yang lebih membutuhkan nantinya... Lisa" ucap Nazwa dengan pelan tetapi penuh tekanan.
"Mas Nanda!" ucap Lisa lalu ia masuk kedalam mobil untuk bersembunyi.
"Siapa wanita itu?" gumamnya pada wanita yang sedang berdua dengan Nanda, mereka tampak bahagia seperti seorang kekasih.
"Pantas dia seperti ingin mencari kesalahanku, ini penyebabnya" ucap Lisa lalu ia menyalakan mobilnya dan pergi dari restoran itu dengan cepat.
Saat dia sampai dikantor, Lisa menyapa semua karyawannya dengan lembut.
"Selamat siang, Rini" ucap Lisa.
"Siang, Nona" jawab Rini.
Tak lama itu, Lisa mendengar suara orang berlari dari luar perusahaan, Lisa menoleh kebelakang lalu ia melihat Rosa dan Bunga berada disitu.
__ADS_1
"Lisa!!!" teriak Rosa lalu menghampiri Lisa.
"Kamu kenapa, Rosa?" tanya Lisa dengan sedikit khawatir.
"Kita bicara diruanganmu saja" ucap Rosa sambil melihat semua karyawan yang menatap dirinya dan temannya.
"Baiklah" ucap Lisa lalu dia berjalan menuju keruangannya bersama Rosa dan Bunga.
"Kau tau Cafe Star??" tanya Rosa.
"Tentu saja" jawab Lisa jengkel lalu duduk dikursi kerjanya.
"Aku melihat Nanda bersama seorang wanita masuk kedalam Cafe, mereka sangat romantis" ucap Rosa sambil mengingat.
"Kudengar juga, pernikahan Aldo akan dilaksanakan tiga hari lagi" ucap Bunga dengan pelan.
Tanpa disadari, air mata Lisa menetes, kedua sahabatnya merasa bersalah karena telah membuatnya menangis.
"Lisa, maafkan kami, tapi siapa wanita itu?" ucap Rosa.
"Mungkin dia salah satu klien Nanda" ucap Bunga.
"Mana mungkin klien bisa seromantis itu" ucap Rosa.
"Mungkin saja, tidak ada yang tidak mungkin didunia ini" ucap Bunga merasa jengkel.
"Terserah dirimu, yang pasti aku yakin itu bukanlah klien Nanda!" Tukas Rosa.
"Diamlah!" ucap Lisa yang pusing dengan perdebatan dua sahabatnya itu.
Rosa dan Bunga diam seperti menunggu kelanjutan dari ucapan Lisa.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Jgn lupa like dan komen ya manteman, btw episode kali ini pendek banget karena aku lagi capek, mungkin nanti pagi atau siang aku update lebih pjg lagi ya guys.