Serumit Inikah Cinta?

Serumit Inikah Cinta?
Kacau..


__ADS_3

Isi pesan itu adalah


"Terima kasih karena telah mengizinkan suami mu untuk ke Amerika".


"Aku sangat senang karna aku dan dia akan tidur di ranjang yg sama esok malam".


*Dian*.


Begitulah isi pesan dari orang itu hingga membuat Lisa tak berdaya.


"Siapa Dian?kenapa mas Nanda tidak pernah cerita dengan ku tentangnya" ucap Lisa sambil mengusap wajah nya yg basah terkens air matanya.


Tak lama setelah itu pandangan Lisa semakin gelap dan ia pun tak kuat lagi untuk berdiri memanggil bi Ana.


tak lama setelah itu,Lisa pun pingsan diatas sofanya,tidak ada yg mengetahui kalau Lisa pingsan disana.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sedangkan diBandara Amerika,Nanda sangat mengkhawatirkan Lisa karna telpon darinya tak diangkat angkat setelah 13 kali menelpon Lisa.


"Rifki!cepat hubungi bodyguard ku dan segera memeriksa keadaan Lisa!" seru Nanda dengan wajah yg sangat cemas.


Rifki pun mengerti lalu segera menghubungi pimpinan bodyguard Nanda.


Setelah Rifki menelpon,ia dan Nanda pun segera menuju ke hotel tempat mereka menginap.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tak lama setelah Rifki menelpon bodyguard Nanda,mereka sudah sampai didepan rumah Nanda lalu masuk memeriksa rumah Nanda.


"Tuan,mengapa kalian datang kesini?" tanya Bi Ana yg terlihat kebingungan.


"Bos menyuruh kami untuk memeriksa keadaan Nona Lisa,dimana ia sekarang?" jawab ketua bodyguard itu dengan tegas.


"Mari saya antar kalian kekamar Nona Lisa" ucap Bi Ana lalu menuju ke kamar Lisa.


Saat mereka hendak membuka pintu,mereka terkejut karena pintunya terkunci dari dalam dan tidak ada jawaban dari Lisa saat mereka memanggil Lisa.


"Hei kesini kalian!cepat dobrak pintu ini!" perintah ketua itu pada anak buahnya.

__ADS_1


Setelah mereka mencoba menobrak pintu itu beberapa kali,akhirnya pintu itu terbuka.


Bi Ana sangat terkejut melihat Lisa pingsan diatas sofa nya itu,ia pun beralih melihat ponsel yg dipegang oleh Lisa.


"Bi,Cepatlah bawakan air minum dan buatkan sup untuk Nona!" ucap Ketua itu lalu ia memapah Lisa ke kasurnya.


Bi Ana pun segera turun ke dapur untuk membuat sup.


"Kamu cepat beri tahu ke Bos tentang keadaan Nona!Dan kau cepat hubungi dokter kesini!" ucap nya pd kedua anak buahnya.


Anak buahnya pun segera melakukan perintah itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Saat itu Nanda telah sampai di hotel nya, baru saja ia membersihkan diri,anak buah nya itu sudah menelpon Nanda.


"Halo,ada apa?" Tanya Nanda.


"Bos,Keadaan Nona disini sedang tidak baik,kami menemukan Nona pingsan dikamarnya Bos" ucap nya dengan nada sedikit grogi karna ia takut dengan Bos besarnya nya itu.


"Apa!Bagaimana Bisa!Cepat cari tahu penyebab istriku pingsan! ucap Nanda lalu mematikan telepon nya.


tak lama kemudian,ponselnya kembali berbunyi,namun kali ini bukan bodyguard nya yg menelpo,melainkan nomor tak dikenal itu lagi.


"Nanda ini aku Dian,kamu di Amerika ya,aku mampir ya kehotel kamu sekarang" kata Dian dengan nada memohon.


"Oh Dian,Baiklah aku dihotel xxxxx,kamar ku 327" kata Nanda lalu mematikan teleponnya.


Dian adalah sahabat Nanda sejak kecil,Kini Dian tinggal bersama Pamannya karena di Amerika,kedua orang tua Dian sudah meninggal karena kecelakaan,ia sudah lama menaruh hati ke Nanda namun Nanda tak pernah menyadari itu,ketika Dian tahu bahwa Nanda sudah menikah,ia segera mencari tau tentang istri Nanda lalu mengganggu pernikahan Nanda dan Lisa.


Tak lama kemudian,Dian pun sampai didepan kamar Nanda,namun ia tak langsung masuk melainkan Menyiapkan handphone nya terlebih dulu karena ia ingin Lisa melihat pertemuan antara ia dan Nanda.


Saat ia mulai mengetuk pintu,ia sudah merekam nya melalui ponsel lalu Nanda pun membuka pintu kamarnya.


"Hai Nanda sayangg!" ucap Dian lalu ia memeluk Nanda dengan Manja sambil merekam kejadian saat itu.


Setelah Nanda melepaskan pelukannya,ia pun baru sadar kalau Dian merekam kejadian itu.


"Mengapa kau merekam nya,Dian" tanya Nanda lalu masuk bersama Dian.

__ADS_1


"hanya untuk kenangan saja" jawab Lisa lalu membuka jaketnya dan nampaklah badannya yg seksi menggunakan baju kaos tangan pendek serta celana jeans sebatas paha.


"Wanita ini,dia berusaha menggoda ku ya,Dian..dian.. kau itu sahabat ku,tak mungkin aku merusak dirimu itu Bodoh!" Gumam Nanda dalam hati.


Tak lama kemudian,Dian sudah sibuk mengotak ngatik ponselnya,ia sudah mengirim video itu kenomor Lisa.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Salah satu Bodyguard Nanda melihat ponsel Liss berbunyi,ia pun membuka ponsel nya lalu membaca pesan dari nomor tak di Kenal itu.


"Bos aku menemukan pelaku yg membuat Nona seperti ini Bos"Ucap bodyguard itu lalu ia memberikan ponsel Lisa kepada ketuanya.


Ketua pun membuka Video itu lalu membaca pesan singkat yg dikirim Dian sebelum Lisa pingsan.


"Cepat beritahu Bos tentang kabar ini!" ucap ketua.


dengan cepat,salah satu bodyguard menelpom Nanda saat itu juga.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Nanda pun mendengar ponsel nya berbunyi lalu segera mengangkatnya tanpa melihat penelepon dulu.


"Halo!bagaimana keadaan istriku!" ucap Nanda.


Dian pun mendengarkan nya lalu ia mendapat ide baru.


"Ini kesempatan aku untuk memasukkan obat persangsang ini pada minuman Nanda" ucap Dian lalu mengeluarkan obat itu dari tas nya.


Setelah lama Nanda menelpon,ia menatap Dian dengan tatapan tajam dan membunuh.


"Apa yg kau lakukan pada Istriku!" tanya Nanda lalu ia mendekati dian sambil menatapnya dengan sangat tajam sehingga membuat Dian ketakutan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=



ini Adalah foto gambaran wajah Dian,ia berumur 2 tahun lebih muda dari Nanda.


Hai readers,usai membaca jangan lupa like dan komen ya,biar author makin semangat buat up setiap hari!

__ADS_1


TERIMA KASIH


@valyaalmyraputri(Author)


__ADS_2