Serumit Inikah Cinta?

Serumit Inikah Cinta?
Bab 103 (Sadar?)


__ADS_3

Hari ini adalah minggu ke-12 Lisa koma, Nanda selalu menekankan pada Rafa agar dia tidak bertanya tentang Lisa lagi hingga membuat Rafa menurutinya karena takut dengan Nanda.


"Hari ini kamu jadi kerumah sakit?" Tanya Raisa.


"Iya, biar aku sendiri saja." Jawab Nanda lalu memakai jasnya yang digantung di sandaran kursi makannya.


"Memangnya siapa yang mau ikut?" Ucap Raisa merasa jengkel.


Nanda menoleh lalu menatapnya dengan tajam dan langsung pergi menuju kerumah sakit.


*****


Sesampainya dirumah sakit, Nanda langsung berjalan keruang rawat Lisa dan langsung masuk kedalam sana.


"Kenapa ini?" tanya Nanda saat melihat dokter sedang menangani Lisa bersama dengan tiga perawat lainnya.


Salah satu perawat menoleh kearah Nanda dengan senyuman yang terukir.


"Tuan, Nona Lisa sudah sadarkan diri dan sedang ditangani oleh Dokter karena kondisinya yang masih lemah." Ucap Perawat itu.


"Benarkah?" ucap Nanda yang seakan-akan tidak percaya perkataannya.


Perawat itu tersenyum lalu kembali membantu Dokter, sedangkan Nanda duduk di sofa sambil menunggu Dokter selesai menangani Lisa.


Setelah selesai, Nanda langsung menghampiri Lisa dengan senyuman yang sangat bahagia.


"Mas maafkan aku" ucap Lisa dengan sangat lirih hingga Nanda hampir tidak bisa mendengarnya.


"Memangnya kamu kenapa?" tanya Nanda heran.


"Aku tak bisa menjaga anak kita yang waktu itu masih ada disini" jawabnya sambil menunjuk perut dengan jarinya.


"Kita bisa membuatnya lagi kapan-kapan nanti" ucap Nanda yang ingin menghibur Lisa.


Lisa seketika cemberut setelah mendengar perkataan Nanda barusan.

__ADS_1


"Dimana Rafa dan Bella?" tanya Lisa tiba-tiba.


"Rafa sedang dirumah, dia hanya tau jika kamu sedang keluar kota" jawab Nanda.


"Untung saja aku hanya beberapa hari koma, jika tidak, mungkin Rafa akan lupa" ucap Lisa merasa lega.


"Sayang.... Kamu sudah berbulan-bulan koma disini" ucap Nanda dengan heran.


"Berbulan-bulan? Aku mau pulang sekarang mas" ucap Lisa.


"Jangan dulu! Kamu harus masih beberapa hari disini" Tukas Nanda.


"Kalau begitu antarkan Rafa kesini sekarang mas" rengek Lisa.


"Baiklah" jawab Nanda lalu dia mengambil ponselnya untuk menelpon Raisa agar dia kesini sekarang juga.


*****


Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya Raisa datang bersama Bi Ana juga.


"Berarti selama ini Papa bohong ya!" seru Rafa dengan memasang wajah masamnya.


"Papa tidak berbohong, hanya menyembunyikannya saja" bantah Nanda.


"Dia siapa?" tanya Lisa saat melihat Raisa sedang menggendong Bella.


"Dia Raisa, yang merawat Rafa dan Bella selama kamu dirumah sakit" jawab Nanda lalu menghampiri Lisa.


"Selamat pagi Nona" sapa Raisa dengan sangat lembut.


"Pagi" jawab Lisa lalu kembali menatap kearah Nanda.


"Mas aku ingin pulang secepatnya" ucap Lisa.


"Nona, anda belum boleh pulang secepat ini. Keadaan Anda belum terlalu pulih" sambung Raisa.

__ADS_1


Lisa hanya tersenyum lalu dia mengingat kejadian saat dia koma.


"Mas, bukankah aku sudah sadar sejak beberapa minggu yang lalu?" ucapnya tiba-tiba.


"Tidak ada! Kamu itu baru sadar tadi Pagi, Lisaaaa!" bantah Nanda yang merasa kesal dengan kebawelan Lisa.


"Tapi aku ingat aku bertemu dengan seseorang, Mas!" ucap Lisa.


"Dia sangat tampan, baik, dia juga selalu membantuku" ucap Lisa lagi yang membuat Nanda bertambah kesal.


"Lisaaa jangan asal bicara!" teriak Nansa yang membuat Raisa tak bisa menahan tawanya.


"Papa jangan meneriaki Mama" balas Rafa.


Lisa pun sangat bingung karena yang dia ingat hanyalah bertemu dengan seseorang yang membantunya.


Padahal itu hanyalah roh nya yang dimaksud oleh Wahyu selama Lisa koma dirumah sakit.


"Mungkin maksud kamu, Wahyu?" tanya Raisa tiba-tiba.


"Entah, aku tidak tahu namanya. Yang Pasti dia sangat tampannn" ucap Lisa lagi.


"Mungkin aku tidak ada guna lagi disini" gerutu Nanda lalu hendak pergi keluar pintu.


"Biarkan saja dia, aku bosan melihatnya seperti anak kecil" umpat Lisa pada Raisa.


Nanda Menoleh, "Siapa yang seperti anak kecil?" tanya Nanda lalu kembali menghampiri Lisa.


"Ya kamu! Nanda Orlando! Putra dari Bap..." ucapan Lisa terpotong karena Nanda menutup mulutnya dengan tangannya.


"Lihatlah! Baru sadar saja dia sudah seperti ini! Bagaimana jika sudah sangat pulih nantinya!" Umpat Nanda yang sedang berbicara dengan Raisa.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


KUY LAH GAYS TAMBAHIN LAGI KRITIK DAN SARANNYA DI EPISODE KALI INI:)

__ADS_1


__ADS_2