
Malam itu, setelah makan malam, Lisa masih menunggu kepulangan Nanda.
"Sudah pukul sembilan" gumamnya lalu kembali duduk di sofa.
Lisa mendengar suara pintu terbuka, ia sangat senang karena akhirnya Nanda pulang lebih cepat.
"Mas" ucapnya lalu menghampiri Nanda.
"Bagaimana dengan berita itu?" tanya Nanda singkat sembari berjalan menuju kamar.
"Sudah kutemukan orangnya, dia sudah meminta maaf" jawab Lisa.
"Hanya meminta maaf?" ucap Nanda menghentikan Langkahnya.
"Iya, lagipula berita itu sudah dihapus" jawab Lisa lalu berjalan lagi menuju kamar.
"Bagaimana dengan perusahaan?" tanya Nanda.
Lisa tersentak mendengar pertanyaan Nanda, ia kembali teringat kata kata yang diucapkan Dian.
"Mas, kalo perusahaanmu di Indonesia bangkrut, apa yang terjadi?" tanya Lisa lirih.
"Tentu tidak akan aku biarkan semua itu terjadi" jawab Nanda lalu tersenyum.
"Cepatlah berganti baju lalu tidur, Mas" ucap Lisa lalu ia merebahkan diri di kasur.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Keesokan harinya....
"Mas, jam berapa kamu akan pulang?" tanya Lisa sembari memberikan teh kepada Nanda.
"Mungkin hingga larut malam, tidak usah menungguku, aku ada urusan lain diluar kantor" jawab Nanda lalu tersenyum dan meminum teh dari Lisa.
"Kalau begitu aku akan pulang sebelum makan siang" ucap Lisa lalu mengambil tas nya yang berada disebelah Nanda.
"Kamu akan kemana?" tanya Nanda.
"Kekantor, aku ada meeting bersama klien hari ini" ucap Lisa lalu pamit kepada Nanda.
"Ikuti kemana saja istriku pergi" ucap Nanda pada seseorang ditelponnya.
**********
Sebelum Lisa ke kantor, dia menghampiri kantor Rafly terlebih dulu karena dia yakin kalau Dian ada disana.
Sesampainya didepan perusahaan Rafly, Lisa masuk kedalam gedung lalu menuju keruangan Rafly.
__ADS_1
"Maaf Nona, anda harus membuat janji dengan presdir terlebih dulu" ucap Sekretaris Rafly.
"Kalau begitu buatkan aku janji dengan presdir mu sekarang" ucap Lisa lalu tersenyum, ia melanjutkan langkahan kakinya menuju ruangan Rafly.
"Halo Dian, benar dugaan saya" ucap Lisa setelah masuk kedalam ruangan Rafly.
"Bagaimana bisa dia lolos dari sekretaris mu itu!" teriak Dian pada Rafly.
"Aku tidak tahu, kau tau kan jika wanita ini licik" sindir Rafly sambil melirik Lisa.
"Ahh iyaa, aku memang licik untuk kebaikan, bukan untuk kejahatan" ucap Lisa membalas lirikan Rafly.
"Tidakkah kau sadari jika perusahaan kesayangan suami mu itu akan bangkrut?" sindir Dian.
"Tentu tidak, apakah kalian tidak sadar? siapa kami?" balas Lisa dengan penuh tekanan.
Dian dan Rafly saling menatap, Bagaimana bisa mereka lupa siapa Nanda dan juga Lisa.
Saat mereka sibuk bertatapan, Tanpa disadari Nanda sudah berada dibelakang Lisa dengan beberapa bodyguard yang mengikuti Lisa tadi.
"Halo sahabat kecilku" ucap Nanda dengan senyum menyeringai.
"Nan....Nanda!" ucap Dian dengan gugup, ia bingung apa yang harus dilakukannya saat ini.
Saat Nanda hendak mendekati Dian, Rafly berlari mendekati Lisa lalu dibawanya kedekat pintu keluar.
"Coba saja kalau kau bisa!" teriak Lisa dengan kencang.
Nanda mengedipkan matanya kearah salah satu bodyguard, mereka paham apa yang harus mereka lakukan.
"Berani sekali Anda mengancam saya" ujar Nanda sembari mendekati Rafly.
"Kau ingin istrimu mati! Coba saja terus mendekat!" teriak Rafly.
Nanda kembali memundurkan langkahnya, ia hanya diam sembari menunggu polisi datang kesitu.
"Setelah ini, akan kupastikan perusahaan kalian bangkrut dan juga tidak akan ada orang yang mau memperkerjakan kalian!" ucap Nanda.
Dian hanya berdiri disana, ia sangat takut dengan ancaman Nanda baru saja, ia memikirkan bagaimana nasibnya jika keluarganya jatuh miskin dan tidak ada yang mau memperkerjakan mereka.
Setelah lima menit, polisi datang keperusahaan Rafly dengan membawa salah satu dokter, polisi segera menuju keruangan Rafly hingga membuat para karyawan dan juga sekretaris itu heran.
Saat membuka pintu, polisi segera meringkus tangan Rafly dengan kuat hingga Rafly tidak bisa berlari lagi.
"Mas" ucap Lisa lalu menghampiri Nanda.
"Tenanglah, aku disini" ujar Nanda lalu memeluk istrinya.
__ADS_1
"Lakukan seperti yang kuucapkan pada mereka tadi!" ucap Nanda pada bodyguard nya.
"Sayang, kamu serius akan membuat mereka bangkrut?" ucap Lisa yang merasa kasihan pada Dian.
"Tentu saja! aku tidak akan merubah pikiranku" ucap Nanda.
"Tapi tolong berikan Dian sebuah pekerjaan yang jauh dari kita, apa kau tidak kasihan melihatnya?" ucap Lisa sembari menoleh ke arah Dian.
"Tidak akan! Aku heran denganmu, dia hampir saja melukaimu!" ucap Nanda sambil melototi Dian.
"Lisa, maafkan aku" ucap Dian lalu berlutut pada Lisa dan juga Nanda.
"Tidak usah memainkan drama disini!" teriak Nanda hingga membuat Dian menangis.
"Dian berdirilah, cepat!" ucap Lisa dengan tatapan dinginnya.
"Baiklah" ucap Dian lalu berdiri menghadap Lisa.
"Aku memaafkanmu, kau akan bekerja diperusahaanku" ucap Lisa sembari memegang pundak Dian lalu tersenyum.
"Dokter, cepat periksa istriku" ucap Nanda lalu membawa Lisa menghampiri dokter.
Selama Lisa diperiksa, ia tak hentinya menatap wajah Dian yang sangat terpukul dan juga sedih.
"Nona, anda harus banyak istirahat, sepertinya anda mengalami trauma" ucap dokter lalu tersenyum kepada Lisa.
"Kamu dengarkan? ayo pulang" ucap Nanda lalu merangkul Lisa.
"Tidak, aku tidak akan istirahat jika kamu belum mengizinkan Dian bekerja diperusahaanku" bantah Lisa sembari menepis tangan Nanda dari bahunya.
"Aku tidak suka dibantah" ucap Nanda.
"Aku juga tidak suka ditolak" balas Lisa lalu menghampiri Dian.
"Tidak usah perdulikan perkataan dia, mulai besok bekerjalah diperusahaanku" ucap Lisa.
"Terima kasih, maaf aku sudah jahat padamu" ucap Dian lalu memeluk tubuh Lisa.
"Singkirkan tubuhmu dari tubuh istriku!" teriak Nanda.
"Maaf" ucap Dian lirih lalu pergi dari ruangan itu.
Setelah beberapa menit, Nanda dan Lisa memutuskan untuk pulang, pak Supir sudah diberitahu Nanda daritadi agar dia pulang duluan kerumah.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Buat para readers, Makasih ya udah mau nungguin novel ini Up, kalau kalian merasa kecewa karena cerita ini begitu singkat atau tidak seru, kalian boleh mengatakannya karena itu memang hak kalian.
__ADS_1
Tapi, setiap author punya cara masing masing untuk memperkembangkan Novelnya, jadi ikuti terus cerita ini ya, terima kasih:)