
Saat sarapan, Mereka semua sama sekali tak mengeluarkan suara hingga selesai sarapan.
Nanda segera mengambil kopernya yang berada didekat tangga.
"Mas, bener ya cuma Lima hari?" ucap Lisa dengan muka masamnya.
"Iya sayang, aku janji" jawab Nanda sambil mengangkat kedua jarinya.
"Yaudah, hati hati mas, awas aja satu hari ga ngabarin!" tukas Lisa.
"Siap Nona Orlando" ucap Nanda terkekeh.
Lisa hanya tersenyum lalu memandang suaminya yang sudah berada didalam mobil.
"Dadah mas!" seru Lisa sambil menatap mobil suami nya yang mulai menjauh.
Lisa menghampiri Rafa yang masih menonton TV.
"Sayang, mama mau ke kamar ya, Bella sendirian disana" ucap Lisa.
"Oke Ma" jawab Rafa lalu kembali menonton film kartun kesukaannya.
Lisa memindahkan Bella dari tempat tidurnya ke Kasur Lisa.
"Kamu main sama mama ya sayang hari ini" ucap Lisa sembari mengajak ngobrol Bella.
Tok tok tok
Terdengar suara pintu diketuk dari luar, Lisa segera menghampirinya lalu membuka pintu.
"Kenapa Bi?" tanya Lisa.
"Ada Nona Rosa dan Bunga serta Tuan Aldo dibawah, Nona" ucap Bi Ara lalu membungkukkan badan kembali kedapur.
Lisa menghampiri Bella lalu membawanya turun menemui temannya itu.
"Halo Bella, ponakan tante yang paling cantik" ucap Bunga dengan Genit.
"Sepertinya Bunga akan bersedia menggantikanmu jika lelah merawat Bella" ucap Aldo terkekeh.
"Tentu saja aku tidak akan lelah, Bella ini anakku, Aldo!" Tukas Lisa lalu kembali memasang wajah masamnya.
"Oh iya, Lisa kami kesini mau ngomongin soal Dian sama Rafly" sambung Rosa memotong pembicaraan mereka.
"Kenapa dengan mereka?" tanya Lisa penasaran.
"Jadi gini, tadi Aldo ga sengaja ngeliat mereka di resto, Aldo denger mereka nyebut nama kamu, Jadi Aldo mutusin buat denger pembicaraan mereka—" ucapan Rosa terpotong oleh Aldo.
"Tapi sayang, Aku cuma denger mereka nyebut 'Nanda bakal hancur' gitu, Terus mereka pergi dari resto" sambung Aldo yang bosan mendengar ucapan Rosa berbelit belit.
__ADS_1
"Maksudnya apa ya, kalian tau ga kira kira tujuannya apa?" ucap Lisa mencerna perkataan Aldo.
"Entah, makanya kami kasih tau kamu biar kamu tau, kamu harus hati hati" ujar Aldo.
Lisa hanya diam, ia masih terus memikirkan rencana Dian dan Rafly.
"Aku kira mereka berdua udah bener bener berubah" ucap Bunga sambil menikmati cemilannya.
"Sama" jawab Lisa dengan Lesu.
"Kita nginep disini aja, gimana? sekalian jagain Lisa" usul Rosa dengan bersemangat.
"Tapi kamar tamu cuma ada dua disini" jawab Lisa.
"Aku sama Rosa satu kamar aja" usul Bunga.
"Oke, emang kalian bawa pakaian?" tanya Lisa.
"Dimobil ada beberapa pakaian buat cewe, kamu gimana Aldo?" ucap Rosa.
"Aku bisa nyuruh supir buat nganterin bajuku" jawab Aldo.
"Oke, ayo aku anterin ke kamar kalian" ajak Lisa.
Mereka hanya mengangguk lalu mengikuti Lisa.
"Ini kamar kalian, dan ini kamar Aldo" ucap Lisa sambil menunjuk kedua kamar.
Lisa membawa Bella kembali kamarnya untuk menidurkan Bella.
Lisa mengecek kebawah apakah pak supir sudah kembali atau belum.
"Pak supir, Nanda udah berangkat pak?" tanya Lisa melihat supirnya baru saja kembali.
"Sudah Nona, saya disuruh Tuan untuk mengabarkan keadaannya, Nona" jawab Pak supir.
"Baiklah, terima kasih" Lisa menjadi sedikit lebih tenang karena suaminya sudah dalam perjalanan menuju Jerman.
"Darimana Lis?" tanya Bunga melihat Lisa sehabis menutup Pintu.
"Dari luar" jawab Lisa singkat, lalu ia menuju kedapur untuk menyiapkan makan siang.
"Lisa, mau dibantu tidak?" tanya Rosa menawarkan diri.
"Tidak usah, kamu itu tamu Rosa" jawab Lisa lalu menaruh makanannya dimeja makan.
Rosa hanya diam lalu duduk dikursi makan.
"Aku panggilin Rafa sama yang lain ya" ucap Rosa lalu berdiri dari duduknya menuju kamar Rafa.
__ADS_1
Lisa masih sibuk menyiapkan minuman untuk para tamunya dan juga anaknya.
Saat makan siang, tak jarang mereka mengobrolkan tentang Nanda dan juga Rafa, mereka menebak kalau Rafa besarnya akan menjadi pria dingin seperti papanya.
Seusai makan, Lisa kembali kekamarnya untuk tidur sejenak, ia merasa sangat mengantuk sedari makan siang tadi.
"Semoga Mas Nanda sampai dengan selamat" ucap Lisa sebelum masuk kedalam dunia mimpinya.
Sementara itu, Teman temannya sedang bermain dengan Rafa dikolam berenang, Rafa sangat senang karena ada yang menemaninya bermain hari itu.
********
tok tok tok
suara ketukan pintu kamar Lisa dari luar membuat Lisa terbangun dari tidurnya.
"Lisa? ayo turun, sudah pukul lima sore!" teriak Aldo dari luar pintu.
"Apa? Pukul Lima? Baiklah, aku akan mengurus Bella dulu sebentar" ucap Lisa lalu bergegas menyiapkan air hangat untuk Bella.
Setelah ia mengurus Bella, Lisa masuk kekamar mandi untuk membersihkan badan selama beberapa menit, setelah itu ia memilih baju tidur yang sederhana saja.
"Lisa! Cepatlah turun!" teriak Rosa dari luar.
"Sebentar!" ucap Lisa lalu membuka pintu.
"Ayo makan malem, kita udah laper nungguin kamu" ajak Rosa lalu mereka turun bersama menuju meja makan.
"Hei dua bidadari, percepat sedikit langkah kalian!" ucap Aldo terkekeh.
Rosa dan Lisa tak memperdulikannya, mereka masih terus melangkah sama seperti sebelumnya.
Setelah mereka makan malam, Lisa mengajak mereka untuk menonton TV, mereka semua setuju lalu pergi menuju ke depan TV.
"Lisa, pinjem dong remote nya" ucap Bunga lalu merebutnya dari tangan Lisa.
Bunga mulai mengganti saluran TV dengan lambat tetapi terus mengganti.
"Bentar! Balik kesaluran tadi" teriak Lisa hingga membuat mereka semua kaget.
"Kenapa Lis?" tanya Bunga sembari mengubah saluran sebelumnya yang menayangkan sebuah berita.
Lisa membacanya dengan serius dan mendengarkan wartawannya berbicara.
"Beberapa bangkai pesawat dari Jakarta menuju kota Hamburg, tepatnya di Jerman sudah bisa ditemukan oleh Para Tim-Sar dan petugas Lainnya—"
"Lisa?" tanya Aldo setelah ia mendengar ucapan Wartawan itu juga.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Guys jangan lupa mampir ke novel kedua aku ya "LIMA SEKAWAN"
Terima kasih:)