
Saat mereka sampai diCafe, mereka segera memesan meja yang berada didekat dinding.
"Baiklah, apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Lisa sambil melihat daftar menu.
"Apakah kau mencintai suamimu?" tanya Wahyu tiba-tiba.
Lisa melotot kearahnya, "Apa maksudmu?" Tukas Lisa.
"Aku hanya ingin bertanya" ucap Wahyu.
"Tentu saja! Apapun yang terjadi dengannya aku akan setia dan selalu mencintainya" jawab Lisa dengan jengkel.
"Kalau begitu, dimana suamimu sekarang?" tanya Wahyu lagi.
"Tidak usah banyak tanya, sekarang giliran aku yang ingin bicara" Tukas Lisa lalu memalingkan mukanya.
"Silakan" balas Wahyu.
"Darimana asal usul dirimu ini?" tanya Lisa.
"Aku berasal dari keluarga William dan dilahirkan di Belanda" jawab Wahyu.
Lisa tertawa sinis, "Jika aku tau kau bohong, apa yang akan kau lakukan?"
Wahyu terdiam sejenak lalu ia tersenyum.
"Kenapa? Tidak bisa menjawab? Kau bohong? Siapa dirimu sebenarnya!" ucap Lisa.
Lagi-lagi Wahyu hanya tersenyum kepada Lisa.
"Aku tidak membutuhkan senyum manismu itu! Aku hanya membutuhkan jawaban dari semua pertanyaan aku!" Tukas Lisa yang mulai kesal.
Perlahan, Wahyu membuka kacamatanya dan juga kumis palsunya yang tebal.
__ADS_1
"Kan! Sudah kupikir! Semua ini sangatlah tidak lucu mas!" ucap Lisa lalu ia keluar meninggalkan Wahyu alias Nanda.
Nanda segera mengejar Lisa yang sudah cukup jauh dari situ.
"Sebaiknya aku naik mobil saja" ucap Nanda lalu masuk kedalam mobilnya.
Sedangkan Lisa, dia meminta supir yang ada dirumah papanya untuk menjemputnya di Cafe itu.
Saat ia melihat mobil Nanda keluar, Lisa segera bersembunyi dibalik semak-semak sehingga Nanda tidak bisa melihatnya.
Usai mobil Nanda menghilang Lisa kembali berdiri menunggu supirnya datang.
"Sungguh! Semua ini bukanlah lelucon!" gumam Lisa sambil meneteskan air mata.
"Dia pikir hatiku ini apa? Sering kali ditipu dan dibohongi!" gumam Lisa.
Setelah beberapa menit, pak Joko datang lalu Lisa segera masuk kedalam mobil.
"Nona, kerumah Tuan Nanda atau kerumah Nona?" tanya pak Joko.
Sedangkan Nanda, ia pulang kerumah karena mengira Lisa sudah berada disana.
Saat Nanda masuk, dia melihat Rafa sedang menonton TV, tapi Nanda tak menyapanya, ia justru pergi kekamarnya untuk menjelaskan pada Lisa semua yang terjadi.
"Papa!" teriak Rafa saat melihat Nanda naik tangga.
Karena Nanda tak mengubrisnya, Rafa menyusul Nanda menuju kekamarnya ditemani oleh bibi.
Saat Nanda membuka pintu kamar, dia terkejut karena melihat kamar itu kosong, ia segera membuka lemari bajunya.
"Dia tidak minggat" gumam Nanda merasa puas.
"Jadi kemana dia?" ucap Nanda sambil berpikir.
__ADS_1
"Papa!" teriak Rafa lalu menghampiri Nanda.
"Hei sayang" ucap Nanda lalu ia memeluk tubuh Rafa yang mungil itu.
********
Saat itu Lisa sedang makan siang dengan lesu dimeja makan.
"Bi Lila" panggil Lisa.
"Kenapa Non?" tanya bi Lila sambil menghampiri Lisa.
"Aku mau cerita bi, bibi duduk disini" ucap Lisa sambil menunjuk kursi disebelahnya.
"Bibi pernah tidak dibohongi oleh seseorang yang bibi cintai?" tanya Lisa.
Bi Lila terlihat kebingungan, "Bibi pernah, non"
"Seperti apa?" tanya Lisa lagi.
"Waktu itu suami bibi bilang akan pergi bekerja, rupanya dia malah pergi kerumah seorang wanita, sepertinya itu pacarnya" ucap Bi Lila dengan muka sedih.
"Maaf bi, Bibi jadi harus mengingatnya lagi" ujar Lisa.
"Tidak apa non, memangnya nona sedang ada masalah dengan tuan Nanda?" tanya Bi Lila
"Iya bi, Lisa..." belum sempat Lisa menyelesaikan pembicaraannya, ia mendengar namanya dipanggil oleh seseorang.
"Lisa!" teriak orang itu.
Lisa menoleh kebelakang lalu ia mengernyitkan dahinya.
"Kamu ngapain kesini!" ucap Lisa lalu menghampirinya.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jgn lupa like dan komen yaa manteman, makasi udah mau support akuu lopyu wkwk😍