
Kita skip saja biar tidak berbelit-belit.
Keesokan harinya...
"Mas, bangunlah, kata kamu hari ini mau pergi pagi" ucap Lisa yang juga baru terbangun dari tidurnya.
Nanda mengusap kedua matanya lalu tersenyum melihat Lisa yang selalu cantik ketika bangun dari tidurnya.
"Kenapa malah senyum-senyum?" tanya Lisa.
"Cantik" gumam Nanda lalu dia mencium pipi Lisa dengan lembut dan segera pergi kekamar mandi.
"Sikat gigi saja belum! Main nyosor aja!" teriak Lisa sambil mengusap pipinya yang dicium oleh Nanda.
Lisa segera menyiapkan pakaian Nanda lalu ia turun kebawah untuk menyiapkan sarapan.
Tak lama itu, Nanda sudah turun kemeja makan, ia melihat Lisa sedang memberi Bella makan.
"Rafa dimana?" tanya Nanda.
"Dikamar mas, tadi sudah kupanggil katanya sebentar lagi" jawab Lisa.
Nanda mengangguk lalu duduk dikursinya dan segera mengambil piring.
"Apa tidak ada yang ingin menemaniku makan?" ucap Nanda.
"Tinggal makan saja! Tidak usah ditemani!" tukas Lisa.
Nanda segera melanjutkan sarapannya begitu juga dengan Lisa setelah selesai menyuapi Bella.
********
Sore harinya, Lisa masuk kekamar mandi untuk membersihkan badan, setelah itu dia memakai gaunnya yang dibeli kemarin bersama Nanda.
"Cantik" gumamnya sambil memegang baju berwarna navy dengan hiasan berliannya membuat Lisa seperti gadis SMA saja.
Setelah menggunakan baju, Lisa menuju meja rias lalu memoles wajahnya dengan make-up yang tidak terlalu tebal dan tipis.
Usai berbenah, Lisa segera menuju mobilnya lalu melajukannya menuju Rumah Rosa untuk menjemputnya.
__ADS_1
Saat sampai dirumah Rosa, Lisa segera menghentikan mobilnya lalu dia melihat Rosa yang baru saja keluar dari rumahnya menggunakan baju dress yang warnanya sama dengan Lisa namun berbeda motif.
"Rosa!" teriak Lisa setelah membuka kaca jendela mobilnya.
Rosa menoleh lalu dia tersenyum dan segera masuk kedalam mobil Lisa.
"Hai cantik, ternyata selera fashionmu sama denganku" ucap Rosa terkekeh.
"Enak saja! Aku baru membelinya kemarin dan ini adalah keluaran terbaru" ucap Lisa lalu memutar mobilnya menuju ke Cafe tempat mereka mengadakan acara reuni.
"Lisa, kamu masih ingat dengan Bima?" tanya Rosa tiba-tiba.
"Iya, kenapa memang?" ucap Lisa.
"Kudengar dia akan memberikan kejutan untuk wanita yang dicintainya sejak SMA" balas Rosa.
"Kamu tahu siapa?" tanya Lisa.
"Mungkin untuk Tasya, dia dulu kan sangat dengan dengan Tasya dan kamu" ucap Rosa.
"Mungkin saja Tasya, mereka juga terlihat cocok" balas Lisa.
"Sepertinya wajahku masih seperti dulu" ucap Lisa cekikikan.
"Mama muda" sindir Rosa lalu segera mengajak Lisa untuk masuk kedalam Cafe.
Saat mereka masuk, banyak laki-laki yang menatap mereka dengan mata yang berbinar karena kagum.
"Tunggu, siapa mereka?" ucap salah satu laki-laki.
"Bukankah itu Lisa, tapi siapa wanita disebelahnya?" balas laki-laki lain.
"Lisa!" teriak laki-laki yang tak lain adalah Bima.
Lisa menoleh kesamping diikuti dengan Rosa.
"Hai, maaf siapa? Aku lupa" ucap Lisa.
"Benarkah? Kamu lupa dengan Bima?" tanya Bima.
__ADS_1
"Ternyata Bima, apa kabar bim?" tanya Lisa lalu mengajak Bima duduk dimeja yang ada didekat mereka.
"Sangat baik, apalagi setelah melihat wajahmu yang sangat cantik" goda Bima sehingga membuat Lisa merasa risih.
"Dimana Tasya?" tanya Rosa tiba-tiba.
"Aku tadi melihatnya bersama teman-teman yang lain" jawab Bima.
Mereka sibuk mengobrol hingga acara resminya dibuka oleh pembawa acara.
Setelah mereka mendengarkan instruksi dari pembawa acara, mereka kembali menjalankan aktivitas dengan normal didalam cafe itu.
"Ros, aku mau ketoilet" bisik Lisa.
Rosa mengangguk lalu kembali mengobrol dengan teman yang lain termasuk Tasya.
Lisa segera menuju toilet wanita lalu masuk kedalam.
"Aku sangat lelah" gumamnya lalu membenarkan rambut dan menambahkan sedikit make-up lagi diwajahnya.
Setelah beberapa menit, dia kembali ketempat Rosa, namun dia terkejut melihat suasana Cafe yang dipenuhi dengan lampu berwarna pink dan juga panggung cafe yang diisi penuh oleh boneka beruang putih kesukaannya.
"Lisa!" panggil seorang pria diatas panggung.
Lisa menoleh lalu menghampiri Bima.
"Bim, kamu mau kasih kejutan kesiapa?" tanya Lisa tanpa berpikir panjang.
Bima tersenyum lalu menjulurkan tangannya agar Lisa naik keatas panggung bersamanya.
Lisa hanya menurut saja karena baginya Bima hanyalah teman biasa dan tidak lebih dari itu.
Tiba-tiba saja Bima berlutut dihadapan Lisa lalu ia memberikan Lisa bunga mawar putih seperti kesukaan Lisa selama ini.
"Lisa, aku menyukaimu sejak SMA dulu, dan aku baru bisa menyatakannya karena aku merasa sudah terlalu jatuh cinta dan tidak ingin melepaskanmu" ucap Bima diiringi dengan senyuman.
Semua orang tersenyum melihat keromantisan Bima kepada Lisa, namun berbeda dengan Rosa dan juga Lisa, mereka berdua nampak terkejut dan juga takut jika sewaktu-waktu Nanda datang kesana dan melihat semua itu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Jangan dihujat dong.