
"Kamu serius kan?" ucap Nanda dengan senang.
"Tidak! Aku berbohong" gerutu Lisa.
Karena terlalu senang, Nanda refleks memeluk Lisa yang saat itu masih berbaring dikasur.
"Mmm....masss!!!" teriak Lisa yang merasa kesusahan karena ulah Nanda.
Nanda segera melepaskan Lisa dari pelukannya lalu dia kembali duduk dipinggir kasur.
"Bagaimana? Kamu mau apa?" tanya Nanda.
"Aku mau.... Kamu diam!" ucap Lisa lalu dia berbaring membelakangi Nanda.
Nanda segera berjalan menuju kehadapan Lisa lalu dia ikut berbaring disebelahnya, Nanda sangat senang karena mereka akan mempunyai calon anak yang umurnya tak jauh beda dari Isabella.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Keesokan harinya....
Saat itu Nanda sedang sibuk dikantornya bersama dengan Rifki, dia masih harus mengurusi beberapa klien dan juga rapat yang harus dimulai pukul 12 nanti.
"Hari ini jadwalku sampai jam berapa?" tanya Nanda.
"Jam 7 malam, meeting terakhir direstoran daily" ucap Rifki.
"Nanti siang rapat dimana?" tanya Nanda lagi.
"Karena anggota rapat ada beberapa dari perusahaan luar, jadi rapat dilaksanakan di Cafe Star yang berada di Mall" ucap Rifki.
Nanda mengangguk lalu dia kembali melanjutkan pekerjaannya dibantu oleh Rifki.
****************
Sedangkan saat itu Lisa sedang bersiap-siap karena dia akan pergi ke Mall tanpa mengajak siapapun termasuk Rafa.
"Kenapa wajahku begitu aneh? Baru kali ini aku memakai make-up begitu tebal" gumam Lisa lalu dia cepat-cepat menghapusnya lagi sebelum ada yang melihat.
"Begini baru cantik" ucapnya lalu dia turun kebawah meminta pak supir untuk mengantarnya.
Saat dalam perjalanan, Lisa masih sibuk dengan kaca rias layaknya seorang anak muda.
__ADS_1
"Nona, anda terlihat senang hari ini, ada apa?" tanya pak supir.
"Entah, mungkin karena aku sedang mengandung" ucap Lisa mencoba berpikir.
"Nona hamil? Kalau begitu saya akan menunggu nona di mall nanti" ucap pak supir.
"Tidak perlu, aku akan lama, bapak dirumah saja" ucap Lisa.
Pak supir mengangguk lalu dia melajukan mobilnya lebih cepat.
Saat sampai di mall, Lisa segera masuk menuju ketempat baju yang sangat menarik jika dipakainya.
"Pastel" ucapnya ketika melihat baju yang sangat unik dan menarik.
Setelah membeli beberapa baju, Lisa berpindah tempat ke Cafe, dia memilih tempat yang berada diujung ruangan. Setelah duduk, dia memesan beberapa makanan dan juga minuman untuknya mengisi perut yang kosong karena saat itu sudah pukul satu siang.
"Aku harus mencobanya besok" ucap Lisa ketika melihat update baju terbaru dari toko kesukaannya melalui ponsel.
Selang beberapa menit, seorang pria menghampiri meja Lisa.
"Boleh duduk?" tanya dia.
Lisa menoleh kearahnya, dia sangat terkejut ketika melihat Rafly berada disana.
"Tidak apa, aku akan pergi jika orang itu datang" kata Rafly lalu dia duduk dihadapan Lisa.
Diwaktu yang sama, Nanda melihat Lisa sedang bersama Rafly, begitu juga dengan Rifki, dia langsung menatap kearah Nanda yang kini wajahnya terlihat sangat marah.
"Tahan emosi, selesaikan rapat ini, tinggal beberapa menit lagi" bisik Rifki.
Nanda menurut lalu dia kembali fokus pada rapat yang diikutinya.
Sedangkan Lisa saat itu sedang menelpon Rosa hingga dia tidak menyadari kalau Rafly sudah memberikan obat tidur didalam minumannya.
Setelah menelpon, Lisa kembali menghadap Rafly dengan tatapan sinisnya.
"Cepatlah pergi, Rosa sudah sampai disini" Ucap Lisa.
"Minumlah dulu, baru aku akan pergi" ucap Rafly dengan lembut.
Karena merasa kesal, Lisa meminumnya hingga habis tanpa memikirkan sesuatu dulu.
__ADS_1
"Sudah kuhabiskan, cepatlah pergi" ucap Lisa.
Tapi saat itu juga dia merasa sangat mengantuk hingga tubuhnya sangat lemas.
"Biar kuantar pulang" ucap Rafly lalu dia memapah tubuh Lisa keluar dari mall itu.
***************
"Dimana dia?" tanya Nanda saat melihat Lisa dan Rafly sudah tidak ada ditempatnya.
"Aku tidak tahu, mungkin Lisa sudah pulang, dan Rafly juga pulang" jawab Rifki.
"Tidak! Cepat siapkan mobil, aku harus segera mencarinya" ucap Nanda lalu dengan segera dia keluar dari Cafe itu disusul oleh Rifki.
**************
Saat itu Rafly sudah dalam perjalanan hendak menuju ke apartementnya bersama Lisa yang saat itu sudah tertidur.
Saat sampai diapartement, Rafly langsung menggendong Lisa masuk kedalam apartementnya lalu membaringkan Lisa diatas kasurnya.
"Haus sekali" ucap Rafly lalu dia mengambil minum dulu didapur dan kembali kedalam kamar.
"Aku tidak peduli siapa suamimu, yang pasti aku yakin, setelah ini Nanda akan menceraikanmu" ucap Rafly sambil melepaskan jasnya dan melonggarkan dasinya.
Saat Rafly baru saja ingin melepas Br* milik Lisa, Bel apartementnya berbunyi dengan terus menerus hingga mengganggu kegiatannya.
"Sial!!!" umpatnya lalu dia menuju kepintu untuk membukanya.
Saat dia membuka pintu, tanpa basa-basi Nanda memukul wajahnya hingga terdorong cukup jauh.
"Bereskan dia! Ambil semua saham kita dari perusahaannya!" ucap Nanda dengan dingin lalu dia masuk kedalam untuk mencari keberadaan Lisa.
Sedangkan Rifki segera meringkus Rafly bersama dengan beberapa bodyguard yang tadi diajak oleh Nanda untuk mengikutinya.
Saat Nanda membuka pintu kamar, dia sangat kesal karena melihat Lisa sudah tidak menggunakan baju lagi.
"Pria sialan! Tidak akan kubiarkan kau hidup dengan tenang!" umpat Nanda lalu dia menyelimuti tubuh Lisa dengan Jasnya.
Nanda langsung menggendong Lisa keluar dari kamar itu.
"Pulanglah bersama bodyguardku" ucap Nanda pada Rifki. Lalu Nanda segera membawa Lisa kedalam mobilnya yang parkir tepat didepan pintu Apartement itu.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa like+vote.