
Sesampainya mereka dirumah,Lisa segera menuju ke kamar nya lalu mandi.
Nanda sedang membaca majalah,tiba tiba handphone nya berbunyi karna Rifki menelpon Nanda.
"ada apa kau menelponku?" tanya Nanda sambil menutup majalah yang ia baca.
"Aku hanya mengabarkan bahwa perusahaan kita di Amerika Sedang mengalami masalah besar yg harus diselesaikan oleh mu" jawab Rifki.
"Baiklah,kalau begitu besok pagi kita berangkat!" ucap Nanda lalu ia pergi menuju meja makan.
"Baiklah" balas Rifki lalu ia mematikan telponnya.
Lisa pun selesai membersihkan badannya,saat ia keluar kamar mandi ia mendengar suara telepon dari handphone Nanda.
Karena ia tak melihat Nanda disana,ia pun pergi dan mengambil handphone Nanda.
"siapa ini,tidak ada namanya disini,lebih baik aku angkat dulu saja" Lisa pun menggeser tombolnya kewarna hijau.
Belum sempat ia menggeser,telepon dari orang itu sudah mati duluan.
"hah mati,yasudah kalau begitu aku mengganti pakaian dulu saja" gumam Lisa lalu menuju lemarinya dan memilih baju.
Setelah ia memakai bajunya,handphone Nanda kembali bersuara.
"Orang ini menelpon lagi,sebaiknya aku angkat dengan cepat sebelum orang itu mematikannya lagi" kata Lisa lalu ia mengangkat telpon dari orang itu.
Setelah lisa mengangkat telepon itu,belum sempat ia bicara,namun orang itu sudah bicara terlebih dulu.
__ADS_1
"Hai sayang,aku denger kamu mau ke Amerika ya besok?kalo gitu aku tunggu ditempat biasa ya" kata wanita itu dengan bersemangat.
Lisa yg mendengar nya pun terkejut dan langsung mematikan telepon itu.
"Tega sekali kamu mas,untuk apa selama ini kamu berpura pura sayang padaku!" kata Lisa dalam hati.
"Ngapain kamu megang handphone ku?" Tanya Nanda yg tiba tiba datang kekamarnya.
"Tidak,aku hanya melihat casing handphone mu ini,bagus sekali" kata Lisa lalu meletakkan handphone Nanda ditempat semula.
"Ayo turun,bi Ana sudah selesai masak daritadi" Kata Nanda,Lisa pun mengangguk dan mereka pergi ke meja makan.
saat makan malam,Lisa sama sekali tak merespon Nanda yg saat itu sudah berkali kali mencoba mencairkan suasana.
"Sayang,kamu kenapa sih daritadi nyuekin aku" Kata Nanda lalu berhenti makan dan menatap Lisa.
"Aku sudah kenyang,aku mau tidur!" ucap Lisa lalu ia berlari Ke kamarnya sambil menangis.
"Sayang kamu kenapa menangis?" Kata Nanda sambil merangkul bahu Lisa.
Lisa pun menepis tangan Nanda dengan kasar dan tidak mengubris ucapan Nanda.
"Sayang besok aku akan pergi ke Amerika selama 3 hari karna perusahaan ku disana sedang mengalami masalah" ucap Nanda lalu ia berjalan menuju kasurnya dan berbaring disebelah Lisa.
"Aku sudah tau!Pergilah kesana lama lama!" Kata Lisa lalu ia menarik selimutnya hingga ke leher,ia pun memejamkan matanya berusaha untuk tidur.
"Darimana ia tau,dan mengapa ia sangat kesal saat aku memberi tau akan pergi ke Amerika?" gumam Nanda lalu menoleh kearah istrinya.
__ADS_1
Nanda pun melihat istrinya sudah tertidur lelap,ia pun ikut memejamkan mata kemudian ia tertidur.
Keesokan harinya.
Lisa terbangun dari tidurnya pada saat pukul 7 pagi,ia pun segera turun dari kasurnya lalu menuju Meja makan.
"Lebih baik aku sarapan terlebih dulu daripada sarapan bersama pria pembohong itu" Gumam Lisa dalam hati.
Sedangkan Nanda baru terbangun tak lama setelah Lisa turun ke meja makan.
"Dimana Lisa,apa ia sudah sarapan duluan tanpa mengajakku?" Kata Nanda lalu pergi menuju meja makan.
"Sayang,kenapa kamu tidak menmbangunkan ku?" kata Nanda lalu menarik kursi disamping Lisa.
Lisa pun berdecak kesal lalu meninggalkan Nanda dimeja makan,ia masuk kekamarnya lalu duduk disofa.
"Apa dia masih tidak sadar kalau ia itu pria yg sangat brengsek dan ********!" ucap Lisa dalam hati.
Sedangkan Nanda yg heran melihat kelakuan istrjnya itu hanya menggelengkan kepala lalu pergi menuju kamarnya.
Saat Nanda masuk kekamarnya,tak ada satupun diantara mereka yg membuka mulut.
Nanda pun hanya diam dan menuju lemarinya untuk mengemasi baju baju yg akan ia bawa ke Amerika.
Setelah sekian lama,Nanda pun membersihkan dirinya.
"Kenapa disaat aku marah,dia malah mengacuhkan aku,dasar pria tak punya hati!" ucap Lisa dalam hati.
__ADS_1
Tak lama kemudian Nanda pun keluar dari kamar mandi lalu memakai baju nya.
Tak lama kemudian Nanda pun mendekati Lisa karna ia ingin berpamitan dengan istrinya itu