Serumit Inikah Cinta?

Serumit Inikah Cinta?
Bab 93


__ADS_3

Nanda dan Rifki menoleh kearah dokter itu bersamaan, Nanda merasa sangat geram karena beraninya dokter itu tersenyum disaat kondisi seperti ini.


"Tuan, saat ini kondisi Nona sedang baik-baik saja, dan sekarang ingin bertemu dengan anda" ucap dokter itu lalu dia tersenyum.


"Baiklah, antarkan saya" jawab Nanda lalu dia masuk kedalam UGD bersama dengan dokter.


Saat didalam, dia melihat Lisa masih dengan bajunya yang cukup lembab.


"Kata Rosa kamu pingsan?" tanya Nanda heran.


"Tidak, aku tidak pingsan, aku hanya menakut-nakuti mereka saja" jawab Lisa lalu dia tersenyum.


"Bukan hanya mereka yang kau takuti, tapi aku juga" ucap Nanda lalu dia menyentuh baju Lisa.


"Kenapa mas?" tanya Lisa.


"Bajumu masih basah, mungkin aku akan menyuruh Rifki untuk mengambilnya dirumah" ucap Nanda.


"Tidak usah, aku ingin pulang sekarang" ujar Lisa.


Nanda menghela napas dengan kasar lalu dia menganggukan kepalanya.


"Aku ingin keluar sebentar" ucap Nanda lalu dia keluar dari UGD.


Dokter tadi menghampiri Lisa dengan wajah yang cemas.


"Nona, kenapa tidak diberitahu?" tanya dokter.


"Aku ingin memberikan kejutan untuknya, jadi biarkan aku yang memberitahunya nanti" jawab Lisa.


"Baiklah, kalau begitu saya tinggal dulu" balas dokter lalu dia pergi meninggalkan Lisa.


Tak lama itu, Nanda sudah kembali keruangan itu, dia melihat Lisa sedang melamunkan sesuatu yang sangat berat.


"Kenapa?" tanya Nanda sambil menghampiri Lisa.


Lisa tersadar lalu dia menoleh kearah Nanda dengan senyuman yang canggung.

__ADS_1


"Tidak mas, aku sudah boleh pulang kan?" tanya Lisa.


"Boleh, tapi kamu harus dirumah setiap hari, biar aku yang mengendalikan perusahaanmu untuk saat ini" kata Nanda.


Lisa mengangguk lalu dia menguatkan diri untuk turun dari kasur dibantu oleh Nanda.


************************


Sesampainya dirumah, Lisa merasa perutnya sangat mual lantas dia berlari menuju kamar mandi untuk mengeluarkan semua isi perutnya.


"Dia kenapa?" gumam Nanda heran dari ruang tamu.


Nanda pun segera menghampiri Lisa yang berada didalam kamar mandi, dia melihat wajah Lisa yang begitu pucat dan tubuhnya yang sangat lemah.


"Ayo aku antar kekamar" ucap Nanda setelah Lisa selesai mengeluarkan isi perutnya.


Lisa hanya mengangguk lalu Nanda menggendong tubuh Lisa masuk kedalam kamar.


Setelah berada dikamar, Nanda langsung menurunkan Lisa disofa mereka.


Nanda mengangguk lalu dia mengambil baju ganti Lisa didalam lemari. Setelah selesai, dia langsung memberikannya pada Lisa.


"Aku mau ganti baju dikamar mandi dulu" ucap Lisa lalu dia berdiri.


"Jangan, sini biar aku bantu, aku khawatir jika nanti kamu kenapa-kenapa" ujar Nanda lalu mengambil baju ganti yang berada digenggaman Lisa.


Setelah Lisa selesai berganti baju, dia segera menuju kekasur, entah kenapa rasanya sangat malas untuk dia berdiri berlama-lama.


"Besok kamu mau ikut kekantor?" tanya Nanda yang masih fokus pada laptopnya.


Lisa masih sibuk memainkan ponselnya karena malas sekali baginya untuk berbicara.


"Lisa! Kamu dengar kan!" ucap Nanda setengah berteriak. Namun Lisa masih saja tak mau menjawab pertanyaan Nanda sehingga membuat Nanda semakin geram.


"Lisa!!!" Teriak Nanda dengan lantang lalu dia berdiri dan menghampiri Lisa.


"Apaa?" ucap Lisa dengan malas namun matanya masih beralih keponselnya.

__ADS_1


Nanda langsung mengambil ponsel Lisa dengan wajah yang merah karena menahan marahnya.


"Mas! Kembalikan ponselku" ucap Lisa namun ia masih berada diatas kasur.


"Kamu ini kenapa? Kamu disambar petir? Biasanya mengoceh terus, hari ini malah diam" gerutu Nanda sambil meletakkan ponsel Lisa dengan kasar.


"Entahlah, mungkin karena ini" ucap Lisa sambil menunjuk perutnya dengan senyuman bahagia.


Nanda menganggap Lisa bercanda karena dia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Lisa.


"Tidak usah bercanda! Aku sedang bicara padamu! Kenapa kau malah menyalahkan perutmu!" kata Nanda penuh penekanan.


Lisa berdecak kesal lalu dia menarik selimutnya sampai ke leher.


"Terserah dirimu saja" gumam Nanda lalu dia kembali ke laptopnya karena dia masih harus mengatur perusahaan Lisa.


"Punya suami tidak pernah peka, jika diberi tahu malah marah-marah, suami macam apa" gumam Lisa yang masih dapat terdengar oleh Nanda.


Nanda berdiri lalu dia menghampiri Lisa yang masih sibuk mengoceh sendiri.


"Memangnya kamu memberitahu apa kepadaku?" tanya Nanda dengan lembut namun menahan semua amarahnya.


Lisa membuka selimutnya lalu dia menghadap kehadapan Nanda.


"Ini! Tidak kau lihat? Ini!!!" teriak Lisa sambil menunjuk perutnya berkali-kali.


"Bicara saja, jangan seperti itu, aku tidak mengerti, Lisa!" kata Nanda yg mulai kesal.


"Aku" ucap Lisa perlahan, "Hamil!!!" teriaknya hingga membuat Nanda menutup telinganya.


Nanda menatap Lisa dengan mata yang berbinar dan juga wajah yang terlihat sangatlah senang.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai guys, maaf kemarin author ga update, mungkin hari ini author akan mengganti episode yg kemarin gk sempet diupdate.


Jangan lupa like+vote.

__ADS_1


__ADS_2