
Keesokan harinya,Nanda sudah berada di kantornya sejak pukul 7 pagi tadi,karna ia ingin cepat cepat kerumah sakit.
tok..tok..tok..
"Masuk!" teriak Nanda dari dalam ruangan.
"Bos,bodyguard anda sudah menemukan pelakunya dan sudah dibawa kekantor polisi" ucap Rifki sambil memberi foto dan bukti pelaku tersebut.
"Bagus!Apa lagi yg kalian dapat" tukas Nanda dengan cepat.
"I...itu bos berdasarkan pengakuan dari supir itu,ia adalah preman suruhan Nona Bunga" jawab Rifki dengan gugup.
Plak!....
"APA!Bagaimana Bisa Dia Yang Menjadi Dalang Dari Semua Ini!" Nanda memukul mejanya dengan keras dan berbicara dengan penuh emosi.
Rifki yg mendengarnya hanya diam saja karna ia takut bila ia salah bicara.
"Pastikan bahwa Bunga belum mengetahui kalau orang suruhan dia sudah ditangkap" ucap Nanda yg mulai kembali tenang.
Nanda pun menyuruh Rifki keluar dan Nanda membuka telponnya,ia menelpon Bunga.
"halo bunga,apa kabar?kamu bisa kekantor aku tidak?" ucap Nanda dengan suara yg sangat lembut.
"apa?tentu saja bisa,tunggu aku kesana sayang" balas bunga dengan nada manjanya itu.
Nanda sangat geram dengan perlakuan Bunga yg sangat menjijjkan itu baginya.
"Aku akan membuatmu hancur Bunga!" gumam Nanda dalam hati.
__ADS_1
"Rifki,kemari dan bawa dokumen dokumen kita dengan perusahaan AP GROUP" teriak Nanda pada rifki.
Tak lama itu pun bunga sampai di perusahaan Nanda,ia terlihat sangat senang karna kali ini nanda yg mengundangnya datang.
"Hai Nanda,ada apa kamu ngundang aku?" kata bunga sambil duduk dihadapan Nanda Dan Rifki.
"Aku ada hadiah untukmu,semoga kamu suka" ucap Nanda Sambil melirik Rifki dengan sinis.
Rifki pun mengerti dan segera mengeluarkan dokumen perusahaan BO dengan AP GROUP.
Nanda pun merobek kertas itu dihadapan Bunga dengan kasar.
Bunga yg melihatnya terkejut dan tidak mengerti apa maksud semua ini.
"Nanda kamu kenapa?itu kan kontrak perusahaan Kita Nanda!" Teriak Bunga sambil berdiri melototi Nanda.
"Apa maksudmu!berhentilah menjambakku!" Bunga spontan membentak Nanda sambil melototinya.
"Mulai besok aku tidak ingin melihatmu lagi!dan jika kau berani memunculkan dirimu padaku,habislah kehidupanmu!" Bentak Nanda lalu melepaskan tangannya dri rambut Bunga dengan kasar.
Lalu Nanda pergi meninggalkan Bunga diruangannya dan menuju kerumah sakit bersama Rifki.
"hiks..hiks..Keterlaluan sekali kamu Lisa!lihat saja apa yg akan kubalas pada dirimu itu!" gumam Bunga lalu ia pergi meninggalkan ruangan Nanda.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sesampainya dirumah sakit,Nanda dan rifki segera masuk keruangan Lisa dirawat,disana hanya ada Bi Lila yg menjaga Lisa.
"Bi,bibi silakan pulang saja!Rifki kamu antar Bi Lila pulang!" ucap Nanda.
__ADS_1
Bi Lila pun menurut dan segera pulang diantar oleh Rifki.
Setelah mereka keluar,Nanda pun menghampiri Lisa yg masih banyak alat alat menempel pada tubuhnya itu.
"Sayang bangunlah,aku disini sangat membutuhkanmu sayang" Tanpa disadari,air mata Nanda pun jatuh membasahi wajahnya.
selang beberapa menit,Nanda merasakan Tangan Lisa yg bergerak,Setelah itu Lisa pun membuka matanya.
Nanda yg melihat istrinya sadar,segera menekan tombol Call untuk memanggil dokter.
Tak lama kemudian dokter pun datang dan memeriksa keadaan Lisa.
"Pak Nanda,Kondisi Nona Lisa saat ini sudah mulai membaik dan detak jantung nya pun sudah kembali normal" ucap Dokter itu dengan penuh senyuman di bibirnya.
Nanda yg mendengar berita baik itu pun sangat lah senang,namun ia segera menghubungi orang tuanya serta sahabat Lisa.
Nanda pun kembali masuk keruang Lisa dan menemui Lisa.
"Sayang,syukurlah kamu sudah siuman" ucap Nanda sambil mengelus rambut istrinya itu
"Mas,aku kenapa disini?" tanya Lisa pada suaminya itu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai para readers,Bantu Like dan juga komen ya,Biar author makin semangat buat up setiap harinya:)
TERIMA KASIH
@Valyaalmyraputri(Author)
__ADS_1