Serumit Inikah Cinta?

Serumit Inikah Cinta?
"Punya istri selalu ingin merasa benar"


__ADS_3

Keesokan harinya, Lisa dan Nanda sedang sarapan bersama Rafa.


"Oh iya sayang, aku akan ke Jerman setelah anak kita lahir" ucap Nanda sambil menikmati Sandwich nya.


Lisa hanya diam mendengarnya kemudian ia berkata,


"Berapa hari?" tanya Lisa singkat.


"Disana hanya tiga hari" jawab Nanda.


Lisa memikirkan berapa lama Nanda kembali karena dalam perjalanan memakan waktu yang banyak.


Mereka melanjutkan sarapan dengan tenang hingga selesai.


"Mas aku mau ke Mall sebentar boleh?" tanya Lisa saat mereka sudah didalam kamar.


"Baiklah, aku ikut" Jawab Nanda.


"Kita pergi sekarang ya mas, biar pulangnya bisa lebih cepat" ucap Lisa, Nanda hanya mengangguk lalu bersiap siap.


Sepuluh menit kemudian, Lisa dan Nanda sudah didalam perjalanan menuju Mall terdekat.


"Kamu mau beli apa?" tanya Nanda sambil fokus menyetir.


"Entahlah, aku cuma pengen" jawab Lisa sambil memikirkan ia akan membeli apa disana.


Nanda membuang nafas dengan kasar, ia heran dengan kelakuan istrinya yang tidak ada alasan itu.


Setengah jam kemudian mereka sudah berada didalam Mall.


"Mas aku mau ketoilet" ucap Lisa.


"Baiklah, aku akan menunggumu diluar" jawab Nanda lalu mengantar Lisa sampai didepan toilet wanita.


Didalam toilet, banyak sekali wanita antre karena toilet sedang ramai saat itu, Lisa merasa ragu apakah dia harus menunggu atau tidak.

__ADS_1


"Sudahlah, sebaiknya aku menunggu saja" gumam Lisa lalu menyandarkan tubuhnya di Dinding.


Sudah lima menit Nanda menunggu istrinya namun Lisa tak keluar dari toilet, Nanda mulai merasa khawatir, ia mencoba mendekati pintu toilet itu.


"Mas Nanda ngapain" ucap Lisa melihat kepala suaminya muncul dibalik pintu keluar toilet.


"Apakah kamu sudah selesai?" tanya Nanda sambil celingukan.


"Belum, setelah ini" jawab Lisa lalu kembali kedepan pintu toilet yang daritadi ia tunggu


Setelah beberapa menit, akhirnya Lisa keluar dari toilet, saat Lisa hendak keluar, tiba tiba saja ada seorang wanita yang tak sengaja menbrak tubuh Lisa hingga terjatuh.


Brukkk...


Lisa tak merasakan tubuhnya terhempas dilantai, ia mencoba membuka matanya lalu ia melihat orang yang menyelamatkannya.....Aldo!!


"Aldo, terima kasih" ucap Lisa sambil menebarkan senyumnya.


"Sama sama, dengan siapa kau kesini?" tanya Aldo sambil melihat sekeliling kalau saja ada orang yang ia kenali.


"Kalau begitu biar aku temani kau disini" ucap Aldo lalu menggenggam tangan Lisa.


"Baiklah" Lisa tak merasa risih karena ia sudah menganggap Aldo seperti Saudara nya sendiri.


Sementara itu, Saat mereka sedang berbincang, Nanda datang dengan membawa dua minuman, dia melihat Aldo sedang bersama Lisa segera menghampirinya dan menarik kasar kerah kemeja Aldo.


"Tak henti hentinya kau mengusik hidup dia!" teriak Nanda dengan geram.


"Mas! Lepasin!" teriak Lisa sambil berusaha melepaskan tangan Nanda dari kerah Aldo.


"Aku tidak bermaksud menganggu dia" jawab Aldo dengan tenang.


"Mas kamu tuh yang kemana! Tadi aku jatuh, untung saja ada Aldo, kalau tidak entah apa yang terjadi padaku dan juga calon anakmu ini!" teriak Lisa berusaha menjelaskan.


Nanda hanya tertegun mendengar penjelasan istrinya, ia merasa bersalah pada Lisa dan malu pada Aldo.

__ADS_1


"Terima kasih sudah menyelamatkan istriku" ucap Nanda pada Aldo.


"Tidak masalah, lagipula aku melakukannya untuk dia bukan untukmu" jawab Aldo sambil menunjuk Lisa dan Nanda bergantian.


Nanda sangat geram mendengarnya, namun ia berusaha tenang agar Lisa tidak bertambah marah kepada nya.


"Ayo pulang! aku sudah malas disini" ajak Lisa dengan ketus lalu berjalan meninggalkan Nanda dan Aldo berdua.


Sebelum Nanda mengejar Lisa, ia terlebih dulu menatap Aldo dengan tajam lalu berlari menghampiri Lisa.


Saat dalam perjalanan, Lisa sama sekali tak mengeluarkan suara nya, ia masih marah terhadap Nanda karena sudah salah paham terhadap Aldo.


"Kamu masih marah, sayang?" ucap Nanda membuka suaranya.


"Diamlah! Cepat saja kamu menyetir, aku ingin tidur" jawab Lisa dengan ketus.


Nanda hanya diam tak membalas ucapan Istrinya itu, ia semakin melajukan mobil nya hingga mereka sampai dirumah lebih cepat.


Sampai dirumah, Lisa segera masuk kekamar mereka lalu merebahkan diri disana.


"Kalau kamu marah, tidak usah cuek denganku" ucap Nanda sambil menutup kembali pintu kamarnya.


"Terus aku mau apa! membunuhmu! menyekikmu! menamparmu!" jawab Lisa dengan kesal karena ucapan Nanda yang membuatnya bertambah Kesal.


"Kamu boleh melakukan itu padaku, asal jangan cuek denganku" ucap Nanda lalu duduk disebelah Lisa.


"Memangnya aku seperti kamu? Jika marah langsung menampar, memecat, inilah itulah" balas Lisa.


Nanda membuang nafas nya dengan kasar lalu masuk kedalam kamar mandi.


Setelah beberapa menit, Lisa tertidur dikasurnya dengan lelap.


"Punya istri selalu ingin merasa benar" Gumam Nanda lalu menuju lemari untuk berganti pakaian.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2