
Pagi itu,Lisa terbangun dari tidurnya saat pukul enam pagi.
Dia segera turun dari kasur untuk menyiapkan air hangat untuk Rafa.
Saat Dia keluar dari kamar mandi,ponselnya berbunyi ada panggilan masuk dari nomor tak dikenal.
"Halo" ucap Lisa setelah ia mengangkat telponnya.
"Hai Lisa,ini aku Dian,aku ingin mengajak mu bertemu dengan ku siang ini,ada hal penting yang akan kubicarakan" ucap Dian.
"Baiklah,kirim saja alamat nya" ucap Lisa lalu mematikan teleponnya dan segera memandikan Rafa.
Setelah Lisa selesai memandikan Rafa,ia melihat Nanda sudah tidak ada dikamarnya,Lisa memakaikan baju pada Rafa.
"Sayang,tolong siapkan pakaian untuk ke kantor" ucap Nanda tergesa gesa lalu ia masuk kedalam kamar mandi.
Setelah Lisa selesai mengurusi Rafa,ia segera menyiapkan pakaian untuk Nanda lalu turun ke meja makan.
"Bi,Mas Nanda udah makan ya?" tanya Lisa.
"Iya non,tadi tuan sudah makan duluan" jawab Bi Ara.
Lisa terpaksa makan sendirian untuk pagi ini,setelah ia selesai makan,Nanda turun dari kamar,ia segera pamit ke Lisa lalu masuk kedalam mobilnya.
"Aneh,buru buru banget" ucap Lisa pada dirinya sendiri.
Setelah beberapa jam kemudian,Lisa segera berkemas untuk menemui Dian yang saat itu sudah menunggu di Cafe.
"Bi,aku titip Rafa ya,kalo dia nangis ga mau berhenti,telpon aku aja" ucap Lisa lalu dia pergi menuju garasi.
"Kalian tidak usah ikut,aku akan bicara pada Nanda" ucap Lisa pada bodyguard nya.
Setelah satu jam,Lisa sampai di Cafe yang dimaksud oleh Dian,ia segera masuk dan langsung menemukan keberadaan Dian.
__ADS_1
"Mau bicara apa?" tanya Lisa yang saat itu duduk dihadapan Dian.
"Apa kau mencintai Nanda?" tanya Dian.
"Konyol sekali pertanyaanmu,kami sudah mempunyai anak,maka kami saling mencintai,Dian" jawab Lisa.
"Apa kau tidak tau alasan sebenarnya kau dijodohkan dengan Nanda?" tanya Dian kembali.
Lisa hanya diam menunggu kelanjutan dari Dian.
"Sebenarnya Tante Popi hanya ingin berbalas budi dengan mu" sambung Dian.
"Berbalas budi apa" tanya Lisa yang masih tidak percaya.
"Sebenarnya,Ibumu meninggal saat melahirkan karena ia menolong Tante Popi saat akan ditabrak,malah Ibumu yang terjatuh saat sedang hamil tua" jawab Dian dengan santai.
Lisa hanya diam,ia berusaha mencerna semua perkataan Dian,
"Maaf aku harus pulang" ucap Lisa lalu ia pergi meninggalkan Dian.
Lisa segera mengendarai mobilnya menuju kerumah Papa Nya.
"Bagaimana bisa aku anak nya saja tidak tau alasan sebenarnya ibu ku meninggal" ucap Lisa lalu ia semakin melajukan Mobilnya.
Saat ia melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi,Nanda melihat mobil itu dan segera mengetahui bahwa itu mobil Lisa.
"Ada apa wanita itu membawa mobil dengan laju,apa dia mau mati" ucap Nanda lalu ia mengikuti mobil Lisa.
"Mengapa dia pulang kerumah Papa?" tanya Nanda terheran heran.
Sedangkan Lisa saat itu sudah memasuki rumahnya dan langsung mencari keberadaan Papa nya.
"Papa!Lisa mau bicara" ucap Lisa sambil bergelinang air mata.
__ADS_1
Saat papa nya hendak menghampiri Lisa,Nanda lebih dulu menghampirinya.
"Mengapa kau menangis?" tanya Nanda pada Lisa.
Lisa sangat terkejut,namun ia tidak ingin Nanda tau alasan ia menangis.
"Tidak,aku hanya rindu pada papa,kamu ngapain kesini mas?" jawab Lisa.
"Aku hanya ingin melihat keadaan papa" jawab Nanda berbohong.
Setelah beberapa menit,Lisa mengajak Nanda untuk pulang,Karena ia teringat dengan Rafa.
Sesampainya dirumah Nanda,Lisa masih memikirkan apa yang dikatakan oleh Dian tadi,ia masih tak fokus dengan apa yang dikerjakannya.
"Sayang,kamu kenapa?" tanya Nanda yang melihat Lisa sangat tak fokus ketika mengganti baju Rafa setelah mereka makan malam.
"Tidak" Lisa segera menyelesaikan pekerjaan nya lalu merebahkan diri di kasur.
Nanda masih sangat heran dengan kelakuan istrinya saat itu,,karna lelah akhirnya ia tertidur juga di kasurnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Satu minggu kemudian...
Pagi itu,dihari yang cerah Lisa hendak mengajak Rafa untuk berjalan jalan sebentar ditaman.
"Mas,aku sama Rafa mau jalan jalan dulu" ucap Lisa lalu pergi meninggalkan Nanda.
Akhir akhir ini Lisa selalu cuek terhadap Nanda,Nanda sangat kebingungan dengan sikap istrinya itu.
Saat di Taman,Lisa hanya melamun memandangi tanaman sambil menggerak gerakkan Roda Rafa.
Disaat ia sedang membuka tas nya untuk mengambil ponsel,seseorang Berlari menyambar Rafa dari tempat tidurnya.
__ADS_1
"Rafa!" teriak Lisa lalu ia berusaha mengejar orang itu sekuat tenaga nya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=