Serumit Inikah Cinta?

Serumit Inikah Cinta?
Bab 102


__ADS_3

Saat sarapan, Mereka terlihat senang karena Raisa selalu menghiburnya seperti saat ada Lisa.


"Pak, hari ini aku harus menjenguk Ibu" ucap Raisa tiba-tiba.


"Biar aku antar" jawab Nanda.


"Papa! Mama dimana! Kenapa lama sekali diluar kota? Mama juga tidak pernah menelpon Rafa lagi!" ucap Rafa setengah berteriak.


Nanda menatap Raisa berharap jika Raisa menjawab ucapan Rafa barusan.


"Rafa, kamu jangan berteriak ya. Tidak baik meneriaki Papa" ucap Raisa dengan sangat lembut.


Rafa memasang mukanya dengan tatapan tajam kearah Nanda dan juga Raisa. Dia langsung berlari kekamar meninggalkan mereka yang masih bertatapan sangat bingung.


"Cepat kejarr! Malah diam saja!" teriak Raisa yang membuat Nanda langsung berlari dengan kasar menuju kamar Rafa.


Setelah Raisa lama menunggu, akhirnya Nanda kembali ke meja makan.


"Sudah beres!" ucapnya lalu menikmati makanan yang disiapkan oleh Raisa.


Raisa pun ikut tersenyum mendengarnya karena dia takut jika Rafa akan marah kepadanya dan juga Nanda.


"Sepertinya kamu harus mendekati Rafa agar dia tidak marah padamu" ucap Nanda yang tiba-tiba mengagetkan Raisa.


"Maksudnya?" tanya Raisa heran.


"Dia bilang dia tidak suka padamu, makanya kamu harus ambil hatinya" ucap Nanda lagi.


"Memangnya aku ibu tirinya? Biar saja dia tidak suka padaku, asalkan dia masih ingat dengan Lisa!" bentak Raisa merasa kesal.

__ADS_1


"Mungkin suatu saat nanti kamu jadi Ibu Tirinya" ucap Nanda merasa enteng.


"Mungkin saja, tapi sepertinya aku TIDAK AKAN MAU!" teriak Raisa lalu pergi meninggalkan Nanda disitu.


"Akhirnya kamu pergi, memangnya dipikir aku juga mau dengan kamu? Gadis suka berteriak, apa bagusnya?" umpat Nanda lalu menaruh sendok dipiringnya dengan kasar.


Saat siang hari, Nanda mengantar Raisa kerumah sakit sekaligus Nanda ingin menjenguk Lisa.


"Tadi kamu bilang apa ke Rafa?" tanya Raisa.


"Aku hanya bilang jika dia tidak usah memikirkan Lisa karena Lisa sangat sibuk dengan urusannya" jawab Nanda.


"Pak! Jangan seperti itu! Nantinya Rafa akan tidak pernah memperdulikan Lisa lagi!" bentak Raisa untuk kesekian kalinya hari ini.


"Tidak usah berteriak! Itu urusanku bukan urusanmu!" balas Nanda dengan lantang.


Saat sampai dirumah sakit, Raisa langsung menuju keruang rawat ibunya sedangkan Nanda keruang rawat Lisa.


"Kamu" ucap Nanda ketika melihat Aldo disana bersama dengan seorang wanita.


Mereka berdua berdiri dari duduknya, "Nanda" sapa Aldo lalu menghampirinya.


"Aku mendengar kabar ini dari seorang Pria namanya Wahyu, dan ini istriku" ucap Aldo tanpa menyebutkan namanya.


"Wahyu lagi!" umpat Nanda lalu duduk di sofa dekat kasur Lisa.


"Kamu kenal juga?" tanya Aldo heran.


"Tentu saja! Aku sangat risih dengan kehadirannya!" ucap Nanda.

__ADS_1


"Kalau begitu aku pulang sekarang. Jaga Lisa dengan baik" ucap Aldo lalu tersenyum dan keluar dari ruangan Lisa.


Nanda mengacungkan tangannya kearah Aldo, "Memangnya dia pikir aku tidak pernah menjaga Lisa!" umpatnya lalu memukul pinggiran kasur Lisa dengan sangat keras hingga membuat tubuh Lisa bergoyang.


"Eh!!!" Ucap Nanda terkejut lalu diam tak bergerak sama sekali.


"Hufft!" ucapnya merasa lega karena Lisa belum terbangun dari komanya karena dia mengira tadi itu adalah setan.


Beberapa menit Nanda memandangi Lisa, dia merasa seperti ada yang janggal dengan perasaannya.


"Lisa!" panggil Nanda.


"Lisaaa!!!" teriaknya sekali lagi.


"Maaf Tuan, jangan meneriaki Pasien seperti itu" ucap Perawat yang tiba-tiba datang.


Nanda menoleh dengan kasar lalu tersenyum karena merasa malu atas sikapnya tadi.


"Apa dia masih lama akan sadar?" tanya Nanda.


"Kami belum bisa memastikan, nanti jika ada tanda-tanda kemajuan. Kami akan melakukan yang terbaik agar pasien cepat sadar" jawabnya.


"Baiklah, tolong jagakan dia. Aku harus pergi sekarang" kata Nanda lalu dia keluar dari ruangan Lisa dan menunggu Raisa disana.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


SISI BERBELIT-BELITNYA DIMANA? KARENA APA? AYO COBA KOMENTAR DI EPISODE INI.


BIAR AUTHOR BIKIN CERITA GAK BERBELIT-BELIT KAYA KATA KALIAN.

__ADS_1


__ADS_2