Serumit Inikah Cinta?

Serumit Inikah Cinta?
Rifki dan Rosa


__ADS_3

Sesampainya Lisa didepan Cafe itu, ia melihat Rosa melambaikan tangan kearahnya, Lisa segera menghampiri Rosa sambil melirik sekeliling mencari keberadaan Rifki.


"Hai Lis" ucap Rosa dengan senyuman.


"Kenapa ngajak ketemuan?" tanya Lisa sambil duduk dihadapan Rosa.


"Jadi gini, aku ada janji sama Rifki, nah aku minta temenin kamu ya" ucap Rosa dengan wajah melas.


"Jadi kalian berdua minta aku temenin? ya ampun udah gede loh, udahlah aku telpon mas Nanda aja" ucap Lisa yang merasa jengkel dengan Rosa dan Rifki.


"Emang Rifki telpon kamu juga ya Lis?" tanya Rosa.


"Hm" jawab Lisa sambil menelpon Nanda.


"Mas, kamu ke Cafe sekarang ya, penting" ujarnya.


"Kenapa sayang?" tanya Nanda.


"Kesini aja sekarang, ajak Rifki juga ya" ucap Lisa lalu mematikan telponnya begitu saja.


"Rifki masih lama tidak?" tanya Rosa.


"Mana aku tahu, kan kamu yang buat janji sama dia, bukan aku" jawab Lisa dengan Ketus.


"Hehe, jangan ngambek ya Nona Lisa" ucap Rosa.


"Aku pindah meja saja, nanti kan ada Mas Nanda" ucap Lisa lalu memandang sekeliling untuk mencari meja.


"Ya udah" jawab Rosa lalu kembali memainkan ponselnya.


Setelah lama menunggu, Nanda dan Rifki akhirnya sampai didalam Cafe, mereka mencari keberadaan Lisa dan juga Rosa.


"Temanilah istrimu, aku akan bersama Rosa" ucap Rifki.


"Siapa juga yang mau bersamamu" balas Nanda lalu pergi menuju meja Lisa.


"Sayang" ucapnya lalu duduk dikursi hadapan Lisa.


"Hai mas, kamu mau pesan makanan?" ucap Lisa sambil menaruh ponselnya.


"Boleh, sebentar aku panggilkan pelayan dulu" ucapnya lalu memanggil salah satu pelayan.


≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈


"Hai, Rosa?" ucap Rifki.


"Iya" jawab Rosa dengan senyuman.

__ADS_1


"Maaf sedikit terlambat" ucap Rifki sambil duduk disebelah Rosa.


"Tidak apa-apa" balasnya.


"Silahkan pesan makanan, aku akan membayarnya" ucap Rifki dengan lembut.


"Baiklah" jawab Rosa lalu ia mengambil daftar menunya.


Setelah makanan datang, mereka segera menikmatinya, begitu juga dengan Lisa dan Nanda.


"Kamu sudah punya pacar?" tanya Rifki sedikit gugup.


"Belum, kenapa?" jawab Rosa.


"Tidak apa-apa" jawab Rifki girang.


"Aku dengar, kamu menyukaiku?" ucap Rosa sambil menikmati makanannya.


Mendengar ucapan Rosa, Rifki tersedak minuman yang baru saja diminumnya.


"Apa kau tidak apa apa?" tanya Rosa sedikit khawatir.


"Tidak, masalah ucapanmu itu, iya benar" ucap Rifki sedikit gugup.


"Oh begitu" balas Rosa lalu menganggukan kepalanya.


"Kalau kita pacaran, bagaimana?" ucap Rifki tiba tiba.


"Apa? pacaran?" balas Rosa sedikit kaget.


"Iya, apa kau tidak mau?" ucap Rifki dengan senyuman.


"Tidak, bukan begitu maksudku" balas Rosa dengan cepat


"Jadi?...." tanya Rifki.


"Iya, aku mau" jawab Rosa sedikit gugup lalu ia tersenyum.


Rifki berteriak karena terlalu girang hingga mengagetkan Lisa dan Nanda.


"Hei Gila!" teriak Nanda.


Rifki segera diam setelah diteriaki oleh Nanda, ia merasa malu karena banyak orang yang menatapnya saat itu termasuk Rosa.


"Kau ini lucu" ucap Rosa lalu ia tertawa.


"Hah.... Apa.... Maaf" ucap Rifki terbata bata.

__ADS_1


Rosa hanya tersenyum lalu kembali menikmati makanannya, begitu juga dengan Rifki, mereka memang terlihat seperti pasangan yang sangat serasi.


"Mas, kita pulang duluan saja" ajak Mira karena hari sudah pukul lima.


"Baiklah, aku akan bicara dulu pada mereka" ucap Nanda lalu pergi kemeja Rifki dan Rosa.


Setelah beberapa menit, Nanda kembali kemeja Lisa,


"Ayo pulang sekarang" ajaknya Lalu ia melingkari pundak Lisa dengan tangannya.


Saat diperjalanan, Nanda melajukan mobilnya dengan laju, ia ingin menemani Rafa untuk makan malam dirumah.


"Mas, besok Rafa minta kita makan siang bersama" ujar Lisa.


"Baiklah, kalian pilih saja Restoran mana, aku akan menyusul" jawab Nanda tanpa menoleh kearah Lisa.


"Tidak mas, Rafa ingin aku yang memasak, jadi besok kita tidak usah pergi kekantor ya" ucap Lisa lagi.


Nanda menoleh kearahnya sebentar, lalu ia berkata,


"Baiklah, aku akan menuruti permintaan kalian" ucap Nanda lalu ia tersenyum pada Lisa.


"Terima kasih, Mas" balas Lisa.


Setelah sampai dirumah, Nanda segera menuju meja makan untuk menemani Rafa, dan Lisa segera menuju Kamarnya untuk memberi Bella makan, karena tadi sudah dimandikan oleh Bi Ana.


Setelah selesai mengurus Bella, Lisa segera membersihkan diri, disusul oleh Nanda.


"Mas, tadi Dian marah marah dikantor" ucap Lisa yang masih sibuk memainkan ponselnya.


"Kenapa?" jawab Nanda yang masih sibuk dengan Laptopnya.


"Dia tidak suka dengan peraturan yang kuberi" ujarnya, "Dia bilang ingin keluar dari kantor, tapi dia lupa jika telah membuat kontrak kerja denganku selama satu tahun."


"Aku khawatir dia akan mencelakaimu suatu saat" ucap Nanda lalu menoleh kearah Lisa, "Ayo tidur, bukankah besok kita akan memasak bersama."


"Iya mas" ucap Lisa lalu merebahkan dirinya sebelah Nanda.


"Mimpi indah sayang" ucap Nanda lalu mengecup kening istrinya.


"Kembali" balas Lisa lalu ia tersenyum pada Nanda.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Guys jangan lupa buat mampir dinovel kedu aku judulnya 'LIMA SEKAWAN' , jangan lupa Like dan Vote juga ya....


Tungguin Novel ketiga aku ya lagi direview, judulnya 'Nae Taeyang'.

__ADS_1


Makasih semua yang udah support akuu😍


__ADS_2