Serumit Inikah Cinta?

Serumit Inikah Cinta?
Lisa Cemburu


__ADS_3

Keesokan hari nya, Lisa sedang sibuk di dapur membantu Bi Ana, sedangkan Bi Ira membersihkan rumah.


"Nona, kenapa nona tidak bersiap pergi kekantor?" tanya Bi Ana.


Lisa tersenyum, lalu ia berkata,


"Tidak apa bi, sudah lama Lisa tidak memasak" jawab Lisa.


"Begitu Non" balas Bi Ana.


Setelah semua makanan siap di hidangkan, Lisa memanggil Nanda dan Rafa untuk sarapan bersama.


"Mas hari ini aku ada meeting jam tujuh malam, kamu bisa nemenin Rafa kan?" tanya Lisa dimeja makan.


"Baiklah, aku akan pulang lebih cepat hari ini" jawab Nanda.


Setelah mereka sarapan, Lisa dan Nanda pergi ke kantor masing masing, Lisa masih tak membawa supir nya untuk menemani.


Sesampainya dikantor, seperti kemarin,, semua karyawan menyapa Lisa dengan sopan, begitu juga Roni.


"Roni, apa kita ada meeting siang ini?" tanya Lisa.


"Tidak ada Nona, jadwal siang ini kosong" jawab Roni.


"Baiklah" ucap Lisa lalu menuju keruangannya.


Lisa masih mengurus berkas berkas perusahaan nya semenjak satu minggu yang lalu, tepatnya semenjak pak Andi sakit.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang, Lisa berniat untuk makan siang di restoran kesukaannya.


"Roni, saya akan pergi makan siang dulu" ucap Lisa pada Roni.


"Baik Nona" jawab Roni.


Lisa pergi ke restoran yang letaknya tak jauh dari kantor nya.


Selang lima belas menit, Lisa sudah sampai disana, ia memarkirkan mobil disebelah mobil yang sudah tak asing bagi nya.


"Mobil Mas Nanda?" ucap Lisa lalu kembali menatapi mobil itu.

__ADS_1


"Mungkin dia sedang bersama klien" ucap Lisa lalu ia masuk kedalam restoran.


Didalam restoran, Lisa melihat Nanda sedang bersama wanita, ia masih terus berpikir positif kalau itu adalah klien Nanda.


Lisa menuju ke meja yang berada disebelah Nanda, ia sama sekali tak menutupi wajahnya karena ingin melihat reaksi Nanda jika tahu Lisa ada disana saat itu.


"Nona, apa yang ingin Anda pesan?" ucap pelayan menghampiri Lisa.


"Saya pesan kepiting satu beserta nasi dan juga jus pokat satu" ucap Lisa.


Nanda menoleh kearahnya karena mendengar suara yang tak asing baginya,, Lisa tahu bahwa Nanda menatapnya, Lisa membalas tatapan Nanda lalu tersenyum.


"Lisa?" ucap Nanda, dia sangat takut jika istrinya salah paham dengan wanita yang berada dihadapannya.


"Maaf, tuan jadi bagaimana proyek kita? apakah bisa dipercepat?" ucap Wanita itu yang melihat Nanda tidak fokus.


Lisa hanya diam menunggu pelayan membawa makanannya.


ia bisa mendengar semua percakapan mereka dengan jelas, terkadang sesekaliisa kesal dengan wanita itu karena Cara bicaranya yang genit.


Setelah Nanda selesai bersama klien nya, Nanda segera duduk dihadapan Lisa.


"Duduk aja" tukas Lisa.


Tak lama itu pesanannya datang, Lisa segera menikmati nya tanpa menghiraukan Nanda.


"Kamu sama siapa kesini?" tanya Nanda.


"Sama mobil" Jawab Lisa dengan ketus.


"Kamu cemburu ya sama wanita tadi" ucap Nanda menggoda Lisa.


"Tentu saja tidak!" jawab Lisa.


"Oh Benarkah? kalau begitu mengapa kamu sangat kesal menatap kearah Dina tadi? ucap Nanda.


"Dina?" tanya Lisa heran.


"Iya, dia adalah Dina, klien aku,, dia juga lulusan universitas Belanda sama seperti kamu" jelas Nanda.

__ADS_1


"Apakah namanya Dina Cahyani?" tanya Lisa.


"Hm" jawab Nanda sambil menyedot jus pokat Lisa.


"Dia itu temanku waktu SMA dan juga Kuliah" balas Lisa.


"Dia cantik ya" tukas Nanda, ia sangat senang melihat istrinya itu cemburu.


"Mas aku mau kembali kekantor" ucap Lisa lalu pergi menuju parkiran mobil nya.


"Laki laki sialan, semua wanita memang cantik,, tapi tidak usah bilang begitu didepan istri apakah tidak bisaa??" gumam Lisa dalam hati.


Lisa kembali ke Perusahaannya lalu melanjutkan Pekerjaannya dikantor.


Saat malam tiba, Lisa bersiap siap untuk meeting bersama klien.


"Nona, meeting akan dimulai lima menit lagi" ucap Roni yang masuk kedalam ruangan Lisa.


"Baiklah, mari kita pergi sekarang" ajak Lisa lalu mereka pergi menuju Ruang meeting.


"Lisa?" ucap Klien itu sambil terus memandangi Lisa.


"Aldo?" balas Lisa dengan girang, ia tidak menyangka akan bertemu lagi dengan Aldo disini.


"Wah ternyata kamu pemilik perusahaannya, aku kira akan ada orang lain menggantikanmu" ucap Aldo lalu mereka melanjutkan Meeting hingga selesai.


Hari sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam, Lisa cepat cepat pulang karena takut Nanda memarahi nya.


Sesampainya dirumah, Lisa mencari cari keberadaan Nanda namun ia tak menemukan Nanda didepan TV.


Saat dikamar, Lisa melihat Nanda sedang sibuk dengan laptop nya.


"Mas, belum tidur?" sapa Lisa.


"Belum" jawab Nanda.


Lalu Lisa masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badan, setelah nya ia langsung tidur disusul oleh Nanda.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2