Serumit Inikah Cinta?

Serumit Inikah Cinta?
Episode Istimewa(1000 kata)


__ADS_3

Delapan bulan berlalu sudah, Lisa menjalani hari hari nya dengan normal, hanya saja semenjak ia menjadi seorang CEO, dia selalu bersikap dingin dengan orang yang tidak akrab padanya, termasuk semua karyawannya dan juga Roni.


Saat itu Lisa sedang berada dikantor nya, ia sedang menandatangani berkas yang diberikan oleh Roni.


"Semua sudah saya tanda tangani, silahkan keluar" ucap Lisa dengan lembut.


"Baik Nona" jawab Roni.


Semakin hari perusahaan Lisa semakin maju, Lisa sangat berbakat dalam menarik perhatian Klien, walaupun awalnya dia sangat tidak memahami dunia bisnis.


Hari sudah menunjukkan pukul tiga sore, Lisa segera berkemas untuk pulang kerumah.


*********


Sesampai nya dirumah, Lisa segera mencari Rafa karena ia sangat merindukan putra kesayangannya itu.


"Mama!" teriak Rafa dari balik pintu kehalaman belakang.


Lisa segera menghampiri Putranya itu lalu memeluknya.


"Mama kok Adik Rafa lama banget diperut mama" Tanya Rafa yang sudah tidak sabaran lagi.


"Memang sayang, kamu dulu juga seperti ini" ucap Lisa dengan lembut.


Saat mereka hendak menuju ruang keluarga, Nanda pulang lalu menyapa istri dan anaknya itu.


"Halo keluarga papa" sapa Nanda dengan senyuman.


"Halo Papa Rafa yang ganteng" jawab Rafa sambil nyengir.


"Mas aku titip Rafa ya, mau ganti baju" ucap Lisa lalu pergi menuju kamarnya.


Setelah Lisa berganti pakaian, ia turun kembali menemui Nanda dan Rafa.


"Sayang mulai besok kamu tidak usah ke kantor" ucap Nanda.


"Loh Kenapa mas?" tanya Lisa heran.


"Kamu itu sedang hamil tua, tidak usah terlalu banyak bekerja" jawab Nanda.


"Baiklah, aku akan mengontrol perusahaan dari rumah saja" ucap Lisa.


**************


Sudah satu minggu Lisa mengontrol perusahaannya melalui laptop.


ia merasa sangat bosan, dengan keadaannya sekarang, Nanda selalu melarangnya untuk bepergian jika tidak bersama Nanda.


Malam itu, Lisa sangat lupa bahwa hari itu seharus nya ia check up kerumah sakit, ia lupa karena ia terlalu sibuk mengurusi kantornya.


"Mas aku lupa Check-Up hari ini, besok temenin yah" ucap Lisa saat mereka sedang makan malam.


"Tentu saja sayang, yang kamu kandung itu anakku, pasti aku mau" jawab Nanda lalu tersenyum.

__ADS_1


Mereka melanjutkan makan malam dengan tenang.


setelah usai makan, Lisa dan Nanda kembali kekamarnya lalu mereka ingin cepat tidur karena tidak ingin jika besok terbangun telat.


Keesokan harinya, Lisa terbangun pukul Enam pagi, Selang beberapa menit Nanda juga terbangun dari tidurnya.


"Mas, kamu mau mandi dulu atau sarapan?" tanya Lisa sambil mengerjapkan mata.


"Sarapan dulu" Nanda turun dari kasurnya lalu membantu Lisa turun dari kasurnya.


"Mas aku bisa sendiri" tukas Lisa.


"Sudah, ayo turun" ajak Nanda lalu mereka keluar dari kamar.


Saat di meja makan, mereka melihat Rafa sedang sarapan bersama Bi Ana.


"Pagi sayang" ucap Nanda sambil berjalan ke meja makan.


"Pagi papa" balas Rafa dengan senyuman hangat nya.


Mereka segera menyelesaikan sarapannya dengan tenang.


"Sayang, jika jadi aku akan pergi ke Jerman untuk mengurus perusahaan baruku disana" ucap Nanda.


Mendengar kata Jerman, Lisa teringat dengan kejadian yang menimpanya saat berusia tujuh tahun, Lisa mencoba menahan sesak didadanya agar tidak menangis.


"Sayang?" ucap Nanda sambil melambaikan tangannya didepan wajah Lisa.


"Eh..I..iya mas, tapi kamu hati hati" ucap Lisa dengan nada lirih.


**********


Saat Pukul delapan pagi, Nanda dan Lisa pergi menuju rumah sakit untuk Check-up Kandungan Lisa.


"Mas, kalo aku ikut kamu ke Jerman boleh tidak?" tanya Lisa saat dalam perjalanan.


"Sayang, kamu harus menjaga calon anak kita ini dan juga Rafa" jawab Nanda dengan nada yang lembut.


Tak lama kemudian, mereka sampai didepan rumah sakit, Nanda segera membantu Lisa untuk berjalan menuju ruangan dokter Hani.


"Baiklah Nona, sepert pemeriksaan bulan lalu, Sudah dapat dipastikan kalau anak Nona berjenis kelamin perempuan" ucap Dokter setelah memeriksa kandungan Lisa.


Lisa sangat senang mendengarnya, namun ia tau bahwa itu hanya perkiraan dokter, ia tak tahu bagaimana rencana tuhan.


Setelah mereka selesai dengan dokter Hani, Nanda langsung mengantar Lisa pulang, ia ingin membeli furniture anak perempuannya itu sendiri tanpa mengajak Lisa.


"Mas kamu hati hati" ucap Lisa setelah ia sampai dirumah.


"Iya" jawab Nanda dengan tersenyum lalu ia melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah.


Lisa masuk kedalam kamarnya dengan pikiran yang selalu menghantui nya.


"Bagaimana jika kejadian dulu terulang?"

__ADS_1


"Apa yg harus kulakukan jika kejadian itu menimpa suamiku?"


itulah yang ada dipikiran Lisa saat itu, ia selalu membuang pikirannya itu tetapi tetap tidak bisa.


Karena terlalu lelah, Lisa tertidur dikasurnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Saat itu Lisa sedang menonton TV sambil menyuapi anak perempuannya, namanya Isabella Orlando.


Tiba tiba Lisa menerima telpon dari seseorang tak dikenal.


Lisa mengangkatnya karena ia sangat ingin tau.


"Halo, benarkah ini dengan Lisa?" ucap Pria itu.


"Iya, mengapa?" tanya Lisa heran.


"Saat ini suami mu sedang bersama ku, dengan keadaannya yang sangat menyedihkan, kasihan sekali suami mu ini" ucap Pria itu, ia langsung mematikan teleponnya sebelum Lisa sempat menjawab.


Tiba tiba orang itu mengirimkan foto Nanda yang sudah tergeletak dengan wajah yang memar memar serta ada darah disebelah kepala Nanda.


Lisa langsung berteriak histeris hingga semua orang dirumah itu segera menghampirinya.


"Mas Nandaa!!!!!!" Teriak Lisa sambil menangis.


Samar samar, Lisa mendengar suara Nanda memanggilnya.


"Sayang, bangunlah, mengapa kau berteriak?" tanya Nanda dengan khawatir.


Lisa reflek terbangun dari tidurnya.


"Hanya Mimpi!" ucap Lisa lalu ia menatap Nanda yang terlihat khawatir.


"Kamu memimpikan apa?" tanya Nanda.


Lisa pun menceritakan pada Nanda kalau ia tadi bermimpi Nanda dibunuh oleh orang tak dikenal.


"Sudahlah, kamu hanya kelelahan, ayo makan malam" ajak Nanda lalu Lisa hanya mengangguk walaupun sebenarnya ia terkejut karena waktu makan malam sudah tiba.


Saat makan malam, Lisa masih memikirkan mimpi yang ia alami tadi, ia sangat bingung mengapa mimpi itu datang secara tiba tiba.


"Mimpi hanya bunga tidur" jawab Nanda, ia bisa membaca pikiran istrinya saat itu yang sangat tak fokus makan malam.


"Iya mas" Jawab Lisa, Lalu ia segera menghabiskan Makan malamnya.


Setelah sangat kenyang, Entah kenapa Lisa kembali merasa mengantuk, Padahal ia tadi sudah tertidur dalam jangka waktu yang panjang.


"Mas aku mengantuk, Mas mau tidur sekarang atau Nanti?" tanya Lisa sembari menidurkan dirinya.


"Tidurlah duluan, aku akan mengecek perusahaan mu dulu" jawab Nanda.


Lisa hanya mengangguk Lalu ia memejamkan matanya, tetapi ia masih belum tidur, selang beberapa menit barulah ia bisa tertidur dengan pulas.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2