Serumit Inikah Cinta?

Serumit Inikah Cinta?
Rencana Liburan Ke Belanda


__ADS_3

Keesokan harinya....


Diperusahaan AP Group.


Lisa masih sibuk dengan beberapa laporannya, ia sangat lupa jika sebelum makan siang dia harus pulang kerumah, saat itu sudah pukul dua belas, tapi pekerjaan Lisa masih belum selesai.


Kring!!!


Suara ponsel Lisa berbunyi, ia mengambilnya lalu segera mengangkat panggilan dari Mas Nanda.


"Kenapa Mas?" tanya Lisa sambil menandatangani beberapa Laporan.


"Sudah pukul berapa ini, kenapa belum pulang?" tanya Nanda dengan nada yang tertekan.


Tadi pagi Nanda memang mengajak mereka untuk makan siang bersama dirumah, tapi hingga sekarang Lisa masih belum pulang.


"Memangnya pukul berapa ini, sebentar" ucap Lisa lalu memandang ke Jam dinding dihadapannya, "Yaampun! Sebentar mas, aku akan pulang!" ucap Lisa tergesa gesa lalu ia menuju keparkiran mobilnya.


"Kenapa bisa aku lupa, mana aku nyetir sendiri, jadi tidak ada yang mengingatkan" gumam Lisa lalu mulai menjalankan mobilnya dengan laju.


Saat diperempatan jalan, disana ada kecelakaan sehingga membuat Lisa terjebak macet.


"Kalau begini, satu keluarga akan marah padaku!" ucap Lisa lalu ia memukulkan tangannya ke setir mobil.


Lisa mengambil ponselnya untuk menelpon Nanda agar mereka tidak marah.


"Mas disini sedang macet, mungkin aku tidak bisa ikut makan siang bersama" ucap Lisa lirih.


"Baiklah" balas Nanda lalu ia mematikan telponnya.


"Dia marah" ujar Lisa lalu ia menundukkan kepalanya.


Setelah setengah jam, akhirnya kendaraan bisa berjalan lagi walaupun tidak sangat lancar, Lisa segera melajukan mobilnya menuju kerumah.


***


Setelah sampai dirumah, Lisa melihat Nanda dan Rafa sedang bercengkrama didepan Ruang nonton.


"Mas" panggilnya lirih.


Nanda menoleh kearahnya lalu ia mendekati Lisa.

__ADS_1


"Ayo makan siang" ucap Nanda lalu ia menggandeng Lisa menuju meja makan.


"Kalian belum makan?" tanya Lisa.


"Aku sudah menyuapi Bella dan Rafa, aku menunggumu makan siang" ucap Nanda lalu dia memberikan Lisa piring yang sudah berisi makanan.


"Terima kasih mas" jawab Lisa lalu ia menikmati makanannya.


Saat selesai makan, Nanda melihat punggung tangan Lisa lecet dan sedikit berdarah, ia meraihnya lalu melihat luka itu.


"Kenapa bisa luka?" tanya Nanda.


"Tadi kupukulkan ke setir mobil" jawab Lisa dengan ketus.


Nanda segera menarik Lisa lalu pergi menuju kamarnya, ia mengambil kotak obat dan beberapa tissue untuk membersihkan darahnya yang sudah mulai mengering.


"Kenapa tidak dibersihkan dimobil, disana kan ada tissue" ucap Nanda jengkel.


"Aku baru menyadarinya" jawab Lisa lalu ia menarik tangannya dari genggaman Nanda.


"Mas, Aku ingin liburan" ucap Lisa.


"Bagaimana jika kita keBelanda? Sudah lama sekali aku tidak kesana" jawab Lisa dengan bersemangat.


Nanda menoleh, "Kau ingin menemui Aldo?"


"Tentu tidak, Aldo sudah berada diIndonesia!" ucap Lisa dengan ketus.


"Baiklah, aku akan memesan tiketnya dan kita berangkat besok" ucap Nanda lalu membuka website diInternet.


"Jangan! Naik pesawat pribadiku saja!" ucap Lisa.


"Baiklah, aku akan menurutimu, dan kau ingin menginap dihotel mana?" jawab Nanda.


"Sini biar aku cari" ujar Lisa lalu ia mengambil alih laptop Nanda.


Setelah selesai memilih hotel, Lisa memberikan laptopnya lagi pada Nanda.


"Aku memilih yang dekat dengan kebun bunga tulip, disana sangat indah jika sedang musim semi!" ucap Lisa sambil membayangkan saat saat dulu dia disana.


"Baiklah, kalau begitu lebih baik kita packing dari sekarang, berapa lama kita akan disana?" ucap Nanda lalu mematikan laptopnya.

__ADS_1


"Lima hari, kurasa lima hari cukup" jawab Lisa.


"Oke" jawab Nanda lalu ia menurunkan beberapa koper besar dari atas lemari.


*****


Setelah mereka selesai mengepack barang yang akan dibawa, Lisa turun kedapur untuk menyiapkan makan malam, ia dibantu oleh bibi karena saat itu sudah pukul setengah enam sore.


Usai menyiapkan makanan, mereka semua segera menikmati makanannya yang lezat itu.


"Rafa, besok kita akan pergi keBelanda" ucap Nanda.


"Benar pa? Belanda itu dimana?" tanya Rafa.


"Nanti kamu akan tau nak, malam ini tidurlah cepat agar besok tidak kesiangan" ucap Nanda lalu ia mengantar Rafa menuju kekamarnya.


Sedangkan Lisa menuju kekamar mereka untuk menidurkan Bella.


Setelah Rafa dan Bella tidur, Lisa duduk disofa lalu Nanda masuk kekamarnya dan duduk disebelah Lisa.


"Ada apa?" tanya Nanda yang melihat Lisa sedang merenungkan sesuatu.


"Tidak mas, ayo tidur" ucap Lisa lalu ia beranjak menuju kekasur.


Nanda mengikutinya lalu ia merebahkan diri disebelah Lisa, ia menggenggam tangan Lisa dengan erat.


"Jangan ada yang disembunyikan dariku" ucap Nanda lalu ia memutar badan menghadap Lisa.


"Tidak ada mas, tidurlah" ucap Lisa lalu ia memejamkan matanya, begitu juga dengan Nanda.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai guys jangan lupa mampir diNovelku ya :


1.Dijodohkan Dengan CEO Dingin.


2.LIMA SEKAWAN.


3.Nae Taeyang.


Jangan Lupa buat Like dan Vote juga, makasihh🙏🏻🖤

__ADS_1


__ADS_2