Serumit Inikah Cinta?

Serumit Inikah Cinta?
Tangisan Lisa


__ADS_3

Mereka sampai pukul tujuh malam, Nanda sudah menyuruh bodyguard nya untuk menjemput di Bandara.


"Pak,cepet dikit dong!" ucap Lisa pada supir nya.


"Sayang, ini sudah cepat jangan seperti itu" balas Nanda.


"Udahlah mas" ucap Lisa lalu ia membuang mukanya kearah Jendela, Lisa kembali menangis jika mengingat masa masa kecilnya bersama papa nya.


"Sayang, Jangan menangis terus,kasihan anak kita" ucap Nanda sambil mengelus perut Lisa.


"Iya mas" jawab Lisa lalu menghapus air matanya.


Setelah satu jam lamanya,mereka sampai dirumah papa Lisa,Lisa melihat disana ada kerabat papa nya,Mertua nya,serta teman Liss yang lain nya.


Lisa segera turun dari mobil lalu berlari menuju jenazah Papa nya.


"Papa" ucap Lisa lalu duduk disebelah jenazah papa nya.


Lisa tak dapat menahan air matanya lagi, ia kembali menangis namun kali ini sangat histeris sampai Nanda tak bisa menenangkannya.


"Lis, udah ya, kasian papa kamu disana" ucap Rosa lalu memeluk Lisa.


"Ros, makasih udah mau jadi sahabat aku dari kecil" ucap Lisa terhuyu huyu.


Setelah beberapa menit,Lisa kembali tenang, ia masih terus menatapi jenazah Papa nya.


"Mas, kamu janji ya jangan tinggalin aku" ucap Lisa pada Nanda.

__ADS_1


"Iya sayang" jawab Nanda lalu ia mengecup kening Lisa.


Malam sudah berganti menjadi Pagi,Pagi ini Alm. Pak Andi akan dimakamkan.


Saat tiba di TPU, Nanda membantu semua orang untuk memakamkan alm. Mertuanya itu.


Disaat Jenazah papa nya dimasukkan kedalam tempat kuburan,Lisa menangis karena tak dapat menahan sedih nya lagi.


"Lisa,kamu yang kuat" ucap Aldo disamping Lisa.


"Sayang,Disini kan masih ada mama sama papa" ucap Bu Popi.


Lisa hanya diam mencoba menghentikan tangisannya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Usai pemakaman, Lisa dan Nanda kembali kerumah Lisa.


"Yasudah, untuk malam ini kita menginap disini saja" balas Nanda lalu mereka menuju kekamar untuk berganti pakaian.


Setelah berganti pakaian,Lisa menghampiri Rafa yang sedang diurus oleh Bu Popi.


"Mama,Jangan nangis lagi ya" ucap Rafa lalu memeluk mama nya.


Tanpa disadari Lisa meneteskan air matanya,namun ia cepat cepat menghapus nya agar Rafa tidak melihat.


"Iya sayang,kamu sudah makan siang?" tanya Lisa,Rafa menggelengkan kepala nya.

__ADS_1


"Yasudah,Ma pa kita makan siang bareng ya" ajak Lisa.


Saat sudah malam,Lisa dan Nanda masuk ke kamar Lisa.


"Sayang,tidurlah" ucap Nanda yang melihat Lisa belum memejamkan matanya dikasur.


"Iya mas" jawab Lisa.


Saat pukul setengah satu malam,Lisa terbangun dari tidurnya.


"Pa, Lisa rindu papa" ucap Lisa saat dibalkon kamarnya.


Tanpa disadari,Lisa duduk disana hingga pukul dua malam.


Karena mengantuk,Akhirnya Lisa memutuskan untuk tidur kembali.


Keesokan pagi nya.


Saat itu Lisa sedang sarapan bersama Nanda dan juga Rafa.


"Mas, boleh ga aku mau sendiri dulu disini?" tanya Lisa.


"Mama Rafa mau ikut" rengek Rafa.


"Sayang,Mama ingin menengangkan diri dulu,biarkan mama sendiri ya,nanti kita pulang" jelas Nanda.


Rafa hanya mengangguk saja,padahal saat ini dia masih ingin menemani mama nya.

__ADS_1


Setelah Nanda dan Rafa Pulang, Lisa masuk ke kamarnya, ia mencoba mengambil buku diary yang ditulisnya saat ia bersama papa nya waktu kecil.


Ia mulai membaca nya dari awal yang ia tulis waktu kecil.


__ADS_2