Serumit Inikah Cinta?

Serumit Inikah Cinta?
Bertemu lagi


__ADS_3

Saat malam hari, Lisa sedang duduk diruang keluarga sambil bermain dengan Bella.


"Bibi, tolong buatkan Lisa teh hangat ya" ucap Lisa tak tau pada pelayan yang mana.


Sedangkan saat itu, Nanda sedang duduk dikamarnya sambil memandangi beberapa foto Lisa dan Bella saat di Belanda waktu itu.


"Akan kucari tahu siapa dia dan apa maunya!" gumam Nanda.


Beberapa waktu yang lalu, Nanda disekap oleh seseorang yang tidak ia kenali, orang itu berbicara,


"Tinggalkan istrimu atau aku akan menghabisinya dan juga anak perempuanmu itu!"


Nanda masih teringat dengan kata-kata itu, bukannya dia tidak berani dengan orang itu, ia hanya tidak ingin ucapan itu benar-benar terjadi pada orang yang dicintainya.


************


Drtt...drtt...drtt...


Ponsel Lisa berbunyi, ia segera melihatnya dan mendapat telepon dari Rafa.


"Halo sayang" ucap Lisa.


"Mama sama Bella dimana? Rafa mau sama mama" rengek Rafa.


"Besok mama akan kesana, setiap hari mama akan kesana tapi mama tidak bisa tinggal disitu lagi sayang" ucap Lisa dengan bergemetar.


"Kenapa harus begitu?" tanya Rafa lalu ia menangis, ponselnya diberikan oleh bi Ana yang saat itu sedang menemaninya.


"Bi, tolong jagakan Rafa ya" ucap Lisa lalu ia mematikan sambungan teleponnya.


"Mama akan berusaha mempertahankan semua ini hingga lelah" gumam Lisa lalu ia membawa Bella kekamarnya untuk segera tidur.


**********

__ADS_1


Nanda mendengar semua ucapan Lisa saat menelpon Rafa karena saat itu Nanda sedang berada didepan pintu kamarnya yang sedikit terbuka.


Nanda sangat merasa bersalah atau semua kelakuannya, ia juga menyesal karena sudah mengatakan jika wanita tadi adalah kekasihnya, padahal itu hanya klien lamanya yang sangat setia dengan perusahaannya.


"Aku akan berusaha mempertahankan Lisa dan Bella untuk tetap berada dirumah ini" ucapnya lalu ia tersenyum dan masuk kekamarnya untuk segera tidur.


*******


Keesokan harinya, Pagi itu Lisa sedang membuatkan makanan untuk Rafa karena dia akan kerumah Nanda sepertinya yang dikatakannya pada Rafa semalam.


"Bi Lila ikut aja yok, temani Lisa dan juga bantu mengurus Bella" ucap Lisa pada Bi Lila.


"Baiklah non" ucap Bi Lila lalu mengikuti Lisa berjalan menuju mobil.


"Pak Joko, tolong antarkan kita kerumah Nanda" ucap Lisa dengan senyuman.


"Baik Nona" jawabnya lalu membukakan pintu mobil untuk Lisa dan Bi Lila.


Saat mereka sampai dirumah Nanda, Bi Lila terus mengikuti Lisa hingga masuk kedalam rumah.


Mendengar suara ketukan pintu, Nanda yang tadinya menonton TV segera menuju kepintu untuk membukanya.


"Lisa?" ucap Nanda dengan nada sedikit senang.


"Mas, aku hanya mau melihat Rafa" ucap Lisa.


"Baiklah, ayo masuk" jawabnya lalu memanggil Rafa yang sedang bermain ditaman belakang.


Setelah Rafa datang, Lisa langsung memberikan makanan yang dia buat tadi untuknya.


"Kamu sudah makan?" tanya Lisa.


"Belum ma, Rafa nungguin mama daritadi" ucap Rafa.

__ADS_1


"Bi, kenapa Rafa ga disuruh sarapan tadi?" tanya Lisa pada Bi Ana.


"Tuan Rafa tidak mau nona, dia bilang hanya ingin sarapan jika ada nona" ucap Bi Ana.


Nanda menatap mereka dari lantai atas, Nanda sangat senang karena Lisa masih ingin berkunjung kerumahnya.


"Semoga dia belum melupakanku" gumamnya lalu Nanda turun menghampiri Lisa dan Rafa.


"Bi, tolong pergi kedapur dulu" ucap Nanda pada Bi Lila dan Bi Ana.


"Baik tuan" jawab mereka kompak lalu pergi bersama menuju kedapur.


"Rafa, kamu tolong kekamar dulu ya" ucap Nanda lalu Rafa mengangguk dan segera pergi kekamar.


"Kenapa?" tanya Lisa dengan ketus.


"Apa kau yakin akan membiarkan pernikahan kita selama ini hancur begitu saja?" ucap Nanda.


"Kau bertanya padaku? Bukankah kamu yang memulainya duluan? Kamu berselingkuh, membohongiku, dan masih banyak alasan lain!" teriak Lisa.


"Dia klien aku, bukan kekasihku, aku memiliki maksud lain dari semua ini" ucap Nanda.


"Apa? Maksud apa? Kau mau bilang jika sebenarnya kau kemarin diculik? Tidak ingin aku berada didalam bahaya?" ucap Lisa dengan Lantang.


"Aku ingin menjelaskan tapi tolong dengarkan" ucap Nanda.


"Silakan! Tapi aku tidak ingin mendengarnya jika alasanmu masih sama dengan yang kemarin kemarin! Dan Ingat, jangan pernah meminta maaf jika kamu masih mengulanginya!" ucap Lisa.


Nanda terdiam, ia merasa sangat bersalah hingga membuat Lisa berteriak padanya.


"Aku..." Nanda berhenti sejenak, ia memikirkan apakah harus mengatakan sejujurnya atau ia harus berbohong demi kebaikan Lisa?


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Novel 'Dijodohkan dengan CEO dingin' otw jadi' Serumit Inikah Cinta?'


Pantau terus kisahnya ya guys, makasih udah selalu support!


__ADS_2