Serumit Inikah Cinta?

Serumit Inikah Cinta?
Anggota keluarga Baru


__ADS_3

"Aldo?" ucap Mira setelah menatapnya.


"Udah gausah banyak omong, cepet aku bantu ke mobil" jawab Aldo lalu segera membantu Lisa menuju mobil.


*************


Sementara itu, diperusahaan BO group, Nanda sedang rapat diruang meeting, ia meninggalkan ponselnya diruangannya, oleh karena itu ia tidak tau jika Lisa menelponnya dari tadi.


Setelah ia selesai rapat, Nanda segera masuk keruangannya untuk menghubungi Mira kalau sebentar lagi ia akan pulang.


"Apa ini? kenapa Mira menelponku sebanyak ini?" Nanda mulai khawatir dengan keadaan Lisa, ia mencoba untuk menghubungi Kembali Lisa.


"Sayang, kamu kenapa menelponku?" ucap Nanda setelah Lisa menerima panggilannya.


"Itu..Anu..Tuan, Nona sedang berada dirumah sakit sekarang, ia akan segera melahirkan tuan" ucap Bi Ana dengan gugup.


"Kirim lokasi rumah sakitnya, aku segera kesana!" ucap Nanda lalu segera pergi menuju mobilnya tanpa sepengetahuan Rifki.


Didalam mobil Nanda sangat menyesal karena tidak bisa membantu Lisa saat sedang susah.


"Bodoh sekali aku! Bagaimana bisa aku meninggalkan ponselku!" teriak Nanda didalam mobil.


Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sehingga tidak memakan waktu yang lama untuk sampai dirumah sakit.


Saat tiba dirumah sakit, ia segera menuju ketempat yang tadi diberitahu oleh Bi Ana.


"Dimana istriku!" ucap Nanda gegabah.


"Nanda, silahkan masuk kedalam, Lisa membutuhkanmu" jawab Aldo tenang.


Nanda segera masuk kedalam, ia melihat dokter sedang membantu proses Lisa melahirkan.

__ADS_1


"Sayang" ucap Nanda lalu menghampiri istrinya.


Nanda menggenggam tangan Lisa dengan erat, ia terus berada disamping Lisa hingga proses persalinan selesai.


"Selamat ya pak, anak bapak sangat cantik" ucap dokter Hani dengan girang.


Nanda dan Lisa sangat bahagia mendengarnya, Nanda kembali menoleh ke istrinya.


"Sayang maafkan aku, aku sudah lalai dalam menjagamu" Ucap Nanda lalu mencium kening istrinya itu.


Lisa hanya tersenyum, ia sangat lelah jika harus berdebat dengan suaminya.


**************


"Mas, kamu mau namain anak kita siapa?" tanya Lisa setelah dipindahkan keruang rawat.


Semua orang sudah hadir disana termasuk Dian dan Rafly.


"Isabella?" Lisa teringat lagi dengan mimpinya waktu itu, tapi ia tak terlalu memperdulikannya lagi.


"iya, Isabella, biar nanti kita memanggilnya Bella, seperti putri bukan?" ucap Nanda dengan senang.


Semua orang yang ada diruangan itu sangat bahagia melihat kebahagiaan mereka berdua, kecuali Dian dan Rafly, mereka masih tidak bisa menerima keadaan ini.


*************


Saat ini, Lisa sudah berada dirumahnya, ia sudah boleh pulang sejak satu hari yang lalu.


"Mas, Bella biar aku aja yang mengganti pakaiannya, kamu temani Rafa aja sana" ucap Lisa lalu menggantikan posisi Nanda.


Saat makan malam pun tiba, Lisa, Nanda, dan juga Rafa sudah berkumpul disana.

__ADS_1


"Sayang, aku akan pergi ke Jerman besok, kamu tidak usah ikut ke Bandara" ucap Nanda.


"Besok? Baiklah aku akan menuruti mu" jawab Mira dengan muka Lesu.


"Papa lama tidak disana?" tanya Rafa.


"Tidak sayang, Papa hanya lima hari saja disana" Jawab Nanda.


"Malam ini kamu tidur duluan, biar aku mengepack barangku sendiri" ucap Nanda.


Lisa hanya menganguk lalu tersenyum pada suaminya itu.


Setelah makan malam, Lisa kembali kekamarnya, ia melihat Nanda sedang sibuk memasukkan barang barang nya kedalam koper medium.


"Mas, emang kamu harus ke Jerman?" tanya Lisa sambil menjatuhkan badan dikasur.


"Iya sayang, tenang saja, aku pasti baik baik saja disana" ucap Nanda meyakinkan istrinya itu.


Lisa tak menjawab ucapan Nanda lagi, ia segera memejamkan matanya lalu beberapa menit, ia sudah tertidur pulas.


"Aku akan selalu disisimu, sayang" ucap Nanda lalu tidur disebelah Lisa sambil memeluknya.


Keesokan harinya...


Lisa merasa tubuh nya seperti ditindih oleh sesuatu, ia melihat tangan dan kaki Nanda menindih tubuhnya.


"Mas...Bangun.." ucap Lisa sambil mencubit pipi Nanda.


Nanda segera bangun, ia melihat Lisa kesusahan bernapas karena perut dan dadanya tertindih oleh tangan Nanda.


"Maaf sayang" ucap Nanda lalu ia mengecup kening istrinya, Nanda segera masuk kekamar mandi untuk membersihkan badan.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2