
Esok harinya, Nanda memutuskan untuk tidak pergi ke kantor karena hari itu adalah hari ulang tahun Rafa yang ke-4 tahun.
"Tuan, ada tamu yang sudah mulai berdatangan" ucap bi Ana di halaman belakang.
Nanda tak mengubrisnya, dia hanya berdiri dari duduknya lalu menuju keruang pesta ulang tahun Rafa.
"Papa, mama dimana?" tanya Rafa sambil melirik sekelilingnya.
"Rafa, hari ini mama tidak bisa datang" jawab Nanda menyunggingkan senyumannya didepan Rafa.
"Iya Pa" ucap Rafa dengan nada kecewa lalu dia pergi meninggalkan Nanda disana.
Selama pesta, Nanda dan Rafa terlihat seperti tidak bersemangat hingga membuat para tamu membicarakan keadaan Lisa dirumah sakit.
"Nanda!" panggil Rifki dari kejauhan lalu dia menghampiri Nanda yang ada disebelah Rafa.
Nanda menoleh lalu melihat Rifki berlari kearahnya dengan senyuman yang terlihat sangat senang.
"Ada apa?" tanya Nanda saat Rifki sudah berhadapan dengannya.
"Lisa sudah" ucapan Rifki terhenti karena Nanda melototinya dengan arti jangan berbicara didepan Rafa tentang Lisa.
Rafa yang melihatnya pun segera menatap Nanda yang masih melotot kearah Rifki.
"Papa! Kenapa melototi Paman Rifki!" teriak Rafa karena dia ingin mendengar perkataan Rifki tadi.
"Papa harus pergi sebentar, kamu tunggu disini." ucap Nanda lalu menarik tangan Rifki dengan kasar kearah taman belakang.
"Bodoh!" bentak Nanda lalu menatap Rifki dengan tajam.
Rifki masih saja tersenyum agar Nanda tidak memarahinya dulu.
"Cepat katakan!" ucap Nanda lalu memalingkan mukanya dari hadapan Rifki.
"Keadaan Lisa sudah membaik, tapi masih belum sadar" kata Rifki.
__ADS_1
Nanda menoleh, "Benarkah? Aku harus kesana sekarang!" ucap Nanda lalu dia hendak berlari kedalam rumah.
"Tunggu! Saat ini sedang pesta! Tidak mungkin kau meninggalkan anakmu disini!" teriak Rifki lalu Nanda menghentikan langkahnya dengan kasar.
"Uruslah dulu pestanya, bilang ke Rafa aku ada didalam kamar" ucap Nanda lalu berjalan kedalam kamarnya.
Saat didalam kamar, Nanda selalu tersenyum-senyum sendiri karena membayangkan akan bertemu dengan Lisa jika dia sudah sadar nanti.
"Untuk apa aku cari istri lain" gumamnya lalu dia mengambil ponselnya.
Setelah pesta selesai, Nanda kembali kebawah untuk mengurusi para tamu yang akan pulang, Setelah itu dia membawa Bella kedalam kamar lalu menggantikan pakaiannya.
"Doakan agar mama kamu cepat sadar" ucap Nanda lalu dia menuju ke lemari untuk mengganti bajunya.
Setelah selesai mengganti baju, Nanda menuju kekasurnya lalu membaringkan badan disana.
Sudah beberapa menit dia dikasur, akhirnya dia tertidur dengan pulas.
*****
Selama menyetir, dia selalu tersenyum dengan bahagia karena membayangkan jika Lisa sudah tersadar dari komanya.
"Baru kali ini aku menemukan orang yang mengalami koma sangat lama" ucap Nanda karena sudah satu minggu lebih Lisa koma dirumah sakit.
Saat sampai dirumah sakit, dia segera berjalan menuju keruangan Lisa. Saat didepan ruangan, dia melihat wanita sedang berlari dengan sangat kencang kearah Nanda.
"Pak! Tolong aku!" ucapnya tergesa-gesa lalu bersembunyi dibelakang Nanda.
Nanda yang melihatnya hanya bengong sambil menunggu orang yang mengejar wanita itu tadi.
"Tadi disana ada orang yang membawa anjing, anjing itu mengejarku tadi!" ucapnya dengan bergemetaran karena ketakutan.
Nanda yang mendengarnya merasa sangat kesal namun ingin sekali rasanya dia tertawa.
"Hanya seekor anjing?" ucap Nanda lalu memegang bahu wanita itu dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"Dua!" jawabnya sambil terus menatap kelorong yang dia susuri saat berlari.
"Sudah! Ayo masuk keruangan istriku!" ajak Nanda lalu dia menarik tangannya.
"Namaku Raisa, istrimu siapa?" tanya Raisa lalu menghampiri Lisa.
"Tidak usah menyentuhnya!" teriak Nanda sambil berjalan mendekati Raisa.
"Memangnya kenapa? Kenapa dia terlihat sangat pucat?" tanya Raisa sambil terus menatapi wajah Lisa.
"Tidak usah banyak bicara! Nanti akan kubawa ratusan anjing kesini!" teriak Nanda lagi tepat didepan wajah Raisa.
"Tidak perlu! yang didepanku ini saja sudah seperti ribuan anjing yang menggonggong kelaparan!" balasnya lalu duduk di sofa yang ada disana.
"Sialan!" umpat Nanda lalu duduk disebelah Raisa dengan menjaga jaraknya.
"Kamu ngapain disini?" tanya Nanda tanpa menatap Raisa.
"Tadi kan Bapak yang mengajakku kesini!" jawab Raisa dengan rasa kesal.
"Maksudku kamu ngapain dirumah sakit!" teriak Nanda.
"Melihat ibuku yang sedang koma" jawab Raisa memelankan nadanya.
"Sudah berapa lama?" tanya Nanda penasaran.
"Hampir tiga tahun" jawab Raisa lalu dia meneteskan air matanya dan segera menghapusnya.
"TIGA TAHUN!" teriak Nanda lalu berdiri dari duduknya dengan kasar.
"Hampir!" balas Raisa lalu dia juga berdiri persis didepan Nanda.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Mohon ya! Jangan menghujat dikolom komentar! Silakan masuk kegrup chat saya lalu disanalah kalian bisa mengatakan sepuas kalian!
__ADS_1
Disini authornya saya, yang membuat cerita saya, saya membuat cerita dari ide yang muncul di otak saya, bukan otak kalian๐๐ป๐