Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
BAB 9 Bantuan Doni lagi


__ADS_3

Karin bangun agak siang dan jam sudah menunjukkan pukul 6.15 pagi Ia melihat Aldo sudah tidak ada lagi disebelahnya. Ia berpikir Aldo sedang dikamar mandi. Ia bergegas kedapur untuk membuatkan kopi buat Aldo.


Ia senang Aldo suka dengan kopi buatannya. Karinpun menyiapkan roti bakar untuknya sarapan dan sekalian untuk aldo. Namun 30 menit menunggu tidak ada tanda – tanda Aldo keluar dari kamarnya.


Iapun kembali kekamar untuk mencari keberadaan Aldo. Namun kamar tidak ada tanda – tanda Aldo disana. Ia pun membuka kamar mandi namun juga kosong.


Karin baru menyadari bahwa Aldo memang sengaja pergi pagi untuk menghindarinya. Ia duduk dikasur kamarnya dengan tubuh lemas. Lalu ia melihat ada sebuah pesan dari Aldo.


***Minggu aja pindahnya sekalian gua bantu dan bonusnya akan saya belikan rumah***.


Harusnya Karin bahagia membaca sms ini namun hatinya makin sedih mengingat Aldo benar- benar memperlakukannya seperti pelacur.


Ia berjlan menuju lemari lansung mengambil koper. Ia memasukkan pakaiannya kedalam kopernya. Baginya cukup hari ini terakhir baginya diapartemen ini. Ia sudah tidak mau lagi menyusahkan Aldo lagi. Ia cukup pergi diam – diam mengingat ia sudah tidak sanggup lagi bertemu dengan Aldo.


Hampir setahun hidup sebagai wanita simpanan Aldi membuatnya jatuh hati terlalu dalam untuk lelaki itu.


Setelah selesai packing, ia meninggalkan apatemen Aldo, lalu menuju sebuah restoran. Tadi ia sudah janji untuk ketemu dengan Doni. Karin memasuki sebuah restoran. Ia memilih meja yang berada paling ujung. Ia tau Doni masih dalam perjalanan. Tiga puluh menit menunggu Karin melihat Doni menghampirinya.


“ Sehat Don?”



“ Alhamdulillah sehat, lama tak ada kabar akhirnya loe menghubungi gua juga” Doni duduk dihadapan Karin.



“ Kemaren sibuk mempersiapkan kelulusan”



“ Jadi ada apa? Karena jika nggak penting pasti loe takkan menghubungi gua” ucap Doni to the point.


__ADS_1


“ Gua sama Aldo sudah berakhir, bisa nggak loe cariin gua tempat tinggal?” ujar Karin agak gugup.



“ Wow sayang sekali loh, padahal kami mikirnya loe dan Aldo akan berakhir ke hubungan serius, nyatanya Aldo sama aja dengan yang lainnya, jadi loe minta gua cariin… ?” Ucapan doni terputus karena dipotong oleh Karin.



“ Bukan Don, Gua nggak mau lagi, kamu cukup bantu gua cari tempat tinggal dan kerja yang halallah, gua rasa gua mau jadi anak yang baik”



“ Baguslah jika loe punya pikiran gitu, setidaknya untuk masa depan loe, nggak usah ikutin Rara lagi”



“ Nggaklah, cukup sekali gua terjerumus kesana, gua mau kerja aja, nggak apa- apa jika gaji kecil yang penting bisa makan”




“ Gua ada duit 500 juta, tapi gua juga mau kuliah Don, apa gua nggak ngekos aja” Karin masih bingung.



“ Mending loe beli rumah aja, separoh bisa untuk biaya kuliah, untuk makan sehari – hari loe kan bisa kerja, nanti deh gua cariin kerja”


Doni mengeluarkan Hpnya lalu menelpon seseorang. Sekitar 10 menit Doni menelpon, akrhirnya menyudahinya.


“ Loe tunggu disini ya, ini ada kawan gua butuh karyawan. Dia bakalan mampir disini sebentar, karena kantornya dekat sini”


__ADS_1


“ Tapi gua belum ada ijazah Don, apakah mungkin?”



“ Tunggu aja”


Tidak lama kemudian datanglah seseorang laki – laki bergabung dengan mereka.


“ Hai Bro, apa kabarnya loe?” Laki – laki itu menyalami Doni.



“ Sehat bro, kenalkan ini Karin dan Karin ini Randi”


Karinpun mengulurkan tangannya.


“ Karin”



“ Randi sahabatnya Doni” Randi menyambut uluran tangan Karin.


Ketika berjabat tangan dengan Randi, tiba –tiba Karin melihat seseorang yang ada dalam hatinya. Ia melihat Aldo berjalan dengan seorang wanita. Wajah Aldo begitu sumbringah berjalan dengan wanita itu. Karin segera membuang muka ketika Aldo melihatnya dan kembali duduk dikursinya.


“Jadi itu wanita yang membuatnya tersenyum seperti itu?” gumam Karin.



“ Jadi begini Ran, Karin ini yang gua ceritain tadi, dia sudah lulus cuma tinggal tunggu ijazah, boleh nggak bantu gua cariin posisi untuk dia kerja ditempat loe” Doni memulai pembicaraan.



“ Boleh, besok gua bantu , ini alamat gua, silahkan datang aja besok pagi”

__ADS_1


Randi menyodorkan sebuah kartu kepada Karin tapi Karin masih sibuk dengan lamunannya. Akhirnya Doni menyenggol bahu Karin. Karin yang baru kembali dari lamunannya lansung mengambil kartu yang disodorkan.


Setelah lama mengobrol dengan Randi akhirnya mereka meninggalkan restoran.


__ADS_2