Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
Bab 7 Ternyata dia matre


__ADS_3

Aldo berangkat pukul enam pagi sebelum Karin terbangun. Ia terkejut dengan apa yang diucapkan Karin tadi malam.


Sebenarnya dia belum tertidur sepenuhnya ketika Karin keluar dari kamar mandi. Ia tidak menyangka bahwa Karin akan mengucapkan kata cinta kepadanya.Ia juga tau Karin menangis sebelum tertidur. Ia melihat punggung Karin bergetar karena menahan isak tangisnya.


Aldo sengaja berpura – pura tidur agar ia bisa menghindari Karin. Ia tidak pernah menaruh hati kepada Karin sedikitpun. Baginya Karin hanya patner ranjangnya.


Hari ini ia sengaja untuk berangkat pagi – pagi agar tidak bertemu dengan Karin. Ia berharap Karin dengan secepatnya pindah dan melupakan dia.


Ia yakin Karin dengan cepat melupakannya karena ia tau Karin anaknya periang dan gampang bergaul.


Aldo keluar dari apartemennya lansung menuju kerumah Farhan untuk mencari sarapan gratis. Mobil Aldo sudah memasuki rumah Farhan. Ia berjalan memasuki rumah Farhan. Nampak Farhan sedang duduk dimeja makan memakan sarapannya.


“ Bro gua numpang sarapan ya” Aldo lansung mengambil nasi goreng yang tersedia di meja makan


“ Sejak kapan rumah gua jadi penampungan gelandangan.” Farhan tidak heran melihat Aldo yang datang kerumahnya pagi – pagi.


Aldo hanya diam menyantap nasi gorengnya. Farhan melihat Aldo yang sudah lama tidak datang kerumahnya sekedar untuk sarapan menjadi bertanya:


“ Apa bini loe nggak bikin sarapan?”



“ Bini, bini, ngomong hati – hati ya, nanti dikabulkan Tuhan pula." ujar Aldo kesal.



“Lah emang apa itu low bukan bini, masa gua bilang pelacur loe.” Farhan tertawa terbahak – bahak.



“Tadi malam gua udahan ma dia, gua udah insyaf bro, dikantor juga ada cewek yang gua incar.” Aldo tersenyum sambil bercerita.

__ADS_1



“ Baguslah jika loe udah insyaf cepat.”



“Loe memang nggak ada kepengen gituan lagi sama cewek setelah loe berhenti jadi player gitu.”



“ Otak loe mesum makanya pikiran kesitu mulu, udah banyak – banyak aja kerja dan fokus sama cewek yang loe incar.”



“ Ohya, ternyata Karin itu suka pula sama gua, kira – kira dia bakalan ngejar gua lagi nggak ya?”



“ Nggak tau juga, nggak heran sih dia ngomong kayak gitu.”




“ Manipulasi agar loe nggak jadi ninggalin loe demi gaya dan duit, palingan jika loe nggak mau lagi dia bakalan cari mangsa baru lagi kayak Rara.” Farhan senyum mengejek.



“ Tapi masa iya Karin kayak gitu, nggak mungkinlah bro.”


__ADS_1


“ Hey apa yang tidak mungkin, dulu aja dia berani datang ke apartemen gua untuk merayu gue, itu ketika dia masih sama kamu loe.” Farhan tertawa mengejek lagi.



“ Masa iya? Kapan bro?” Aldo makin penasaran.



“ Ia, waktu gua berakhir dengan Rara, dan waktu itu sebenarnya gua sudah kasih dia cek 200 juta untuk pergi dari kehidupan loe, tapi memang dasar wanita tidak tau malu, dia malah makin nempel sama loe.”



“ kenapa loe nggak pernah cerita?” Tanya Aldo menatap tajam Farhan.



“Gua malas aja, habis loe udah mulai tergila – gila sama dia kayaknya.” Farhan mulai berdiri dari meja makan.



“Tergila sama tubuhnya iya, sama dia ogah, aku kekantor dululah biar ketemu pujaan hati.” Aldo berjalan mendahului Farhan.



“Semoga berjodoh.” teriak Farhan.



“Nanti kalau udah dekat, gua kenalin sama loe deh tapi jangan kesensem ya.” Aldo membalikkan badannya kearah farhan kembali.


Aldo melajukan mobilnya kekantor dengan santai. Pagi ini ia tidak menyangka bakalan mendengar cerita Farhan tentang kejelekan Karin.

__ADS_1


“Ternyata Karin benar – benar wanita matre. Untung saja gua tidak tertipu.” gumam Aldo kesal mengingatnya.


Aldo sangat berharap Karin menemukan jalan hidupnya. Walau bagaimanapun hampir setahun ia mengenal Karin. Ia merasa Karin wanita yang baik. Tapi hatinya tidak bisa untuk mencintai wanita ini.


__ADS_2