Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
Kaget


__ADS_3

Farhan merasa sudah lelah karena dari tadi mengendarai mobil tidak jelas arahnya. Dia tidak tahu mau ke mana tujuan nya.


Saat ini dia memarkir mobilnya di depan perusahaan Ana. Dia melihat ke arah gedung itu, entah apa yang ada di pikirannya saat ini.


Saat menatap gedung itu dia melihat wanita yang pernah menghiasi hatinya keluar dari gedung tersebut. Wanita itu nampak terburu buru masuk kedalam mobilnya.


Farhan mengikuti mobil Ana dari jarak jauh. Dia tidak ingin wanita itu mengetahui keberadaannya. Farhan memarkir mobilnya saat mobil Karin berhenti di depan apotek. Farhan melihat wanita itu masuk ke dalam apotek. Farhan penasaran apa yang di beli oleh wanita itu.


Sekitar dua puluh menit wanita itu keluar apotek. Dia melihat ada tentengan di tangan wanita itu. Farhan yakin bahwa itu sejenis obat - obatan.


Ketika mobil Ana melaju kembali, Farhan turun dan masuk kedalam apotik. Dia ingin tau obat apa yang di beli oleh wanita itu.


Farhan lansung masuk dan menuju ke meja kasir.


"Ada yang bisa kami bantu?"


"Maaf mbak Saya mau tanya obat apa yang dibeli oleh Mbak barusan?"


"Mohon maaf mas ini siapa?"tanya mbak kasir.


"Saya ini suaminya, saya hanya heran dengan tingkah istri saya belakangan ini, Dia terlihat kurang sehat tapi tidak mau memberitahu apa yang terjadi, Saya tidak mau buat istri saya kenapa - kenapa dan saya akhirnya menyesal, makanya saya bertanya ke sini, saya mohon mbak membantu saya." ucap Farhan pura-pura bersedih.


Melihat Farhan yang bersedih menceritakan tentang istrinya membuat Mbak yang berdiri di kasir terasa kasihan. Dia tidak ingin itu terjadi pada keluarganya.


"Itu sebenarnya obat tumor pak, untuk lebih lanjut bapak boleh menanyakan langsung kepada dokter Amar, Dokter Amar terkenal sebagai dokter bedah tumor di kota ini, beliau adalag cucu dokter Kusuma yang legendaris itu."


Farhan mencoba mengingat keluarga Kusuma. Dia lihat bahwa keluarga Kusuma merupakan besan keluarga Arkarna. Dia mencoba mengingat wajah dokter Amar. Terlintas bayangan mertua dokter Rey yang masih menjadi dokter terkenal. Dokter Amar yang berumur kurang lebih 50 tahun tapi belum ada dokter muda yang bisa mengalahkan ketenarannya dalam masalah kanker, tumor sanv saraf saat ini.


"Terima kasih banget mbak, semoga Allah membalas kebaikan mbak." jawab Farhan pamit.


Farhan lansung menuju rumah sakit tempat dokter bertugas. Tidak sampai 30 menit dia sudah memarkir mobilnya di depan rumah sakit.


Farhan berjalan masuk kedalam rumah sakit. Dia bertanya ke meja pelayanan. Di sana nampak duduk beberapa wanita cantik - cantik.


"Maaf mbak, mau tanya bisa bertemu dokter Amar?"


"Mau berobat atau konsultasi pak?"


"Ada yang saya tanyakan mengenai penyakit istri saya." jawab Farhan.


"Saat in dokter Amar sedang di ruang operasi, mungkin bapak bisa membuat janji terlebih dahulu, atau bapak bisa datang besok pagi, karena besok beliau tidak ada jadwal operasi."


"Baik mbak, terima kasih."


Farhan melangkahkan kakinya keluar dari rumah sakit. Dia masuk ke dalam mobil setelah sampai di depan rumah sakit. Farhan merasa masih kurang senang karena belum menemukan jawaban atas semua rasa penasarannya.


Farhan membawa mobilnya menuju cafe yang ada di sebelah rumah sakit. Dia masuk dalam kafe karena penasaran dengan cafe tersebut. Banyak teman-temannya yang merekomendasikan cafe ini kepadanya.


teman-teman Farhan sering bilang bahwa ada penyanyi baru di cafe ini dengan suara keren. Menurut Farhan, di telinganya tidak ada yang sebagus suara Ana. Makanya dia kurang yakin bahwa suara penyanyi cafe tersebut semerdu itu.

__ADS_1


Farhan masuk kedalam kafe. Dia menyaksikan bahwa karir tersebut sangat ramai walaupun ini masih pukul 04.00 sore. Dia memesan segelas minuman dan menekan makanan ringan aja sebagai cemilan.


Dia melihat bahwa ada seorang pria yang bernyanyi di panggung. Farhan menilai bahwa suara penyanyi itu sama dengan penyanyi cafe yang lainnya.


"Ah suaranya B aja pun, kok bisa-bisanya mereka bilang bagus." gumamnya lalu mengeluarkan ponselnya.


Farhan sibuk mengotak - atik ponselnya untuk memeriksa pekerjaannya.Dia membaca laporan yang dikirimkan oleh asistennya kepadanya.


"Baiklah, kita sambut penyanyi terpenomenal saat ini, yaitu Azel" sambut sang MC yang di dengar oleh Farhan.


Farhan masih tidak memperhatikan penyanyi yang ada di atas panggung. Dia hanya fokus kepada ponsel yang ada di tangannya. Baginya tidak ada yang menarik perhatiannya.


Ha-ah-ah-ah


Melihatmu bahagia, satu hal yang terindah


Farhan kaget mendengar suara ini. Suara pernah menemaninya saat ketika tidur. Suara sangat berkesan baginya. Farhan melihat ke arah panggung. Dia kaget saat menemukan sosok Anna ada di sana.


Anug'rah cinta yang pernah kupunya


Kau buatku percaya ketulusan cinta


Seakan kisah sempurna 'kan tiba


Masih jelas teringat pelukanmu yang hangat


Seakan semua tak mungkin menghilang


Tak tersisa lagi waktu bersama


Mengapa masih ada


Sisa rasa di dada


Di saat kau pergi begitu saja?


Mampukah ku bertahan


Tanpa hadirmu, sayang?


Tuhan, sampaikan rindu untuknya (rindu untuknya)


Pandangan Farhan tidak lepas daripada wanita itu.Sia kagum dengan suara wanita itu semakin matang dan bagus. Dia larut dalam lirik lagu yang di nyanyikan oleh wanita itu. Lagi itu menggambarkan wanita itu dengannya.


Masih jelas teringat (jelas teringat) pelukanmu yang hangat


Seakan semua tak mungkin menghilang (menghilang)


Kini hanya kenangan yang t'lah kau tinggalkan

__ADS_1


Tak tersisa lagi waktu bersama (waktu bersama)


Mengapa masih ada


Sisa rasa di dada


Di saat kau pergi begitu saja? (Begitu saja)


Mampukah ku bertahan


Tanpa hadirmu, sayang?


Tuhan, sampaikan rindu untuknya


Oh, masih tersimpan


Setiap kеnangan, ho-wo-wo-oh


Semua cinta yang kau beri


Kau takkan terganti


Mеngapa masih ada (masih ada)


Sisa rasa di dada (rasa di dada)


Di saat kau pergi begitu saja?


Mampukah ku bertahan


(Tanpa hadirmu, sayang?)


Tuhan, sampaikan rindu untuknya


Sampaikan rinduku untuknya.


Farhan senyum saat semua penonton memberikan tepuk tangan yang meriah. Akan tetapi ketika pandangannya bertemu dengan Ana, Ana lansung turun dari panggung.


Ana lansung meminta izin kepada MC dan pemilik Kafe. Dia sedang tidak mood bertemu dengan lelaki itu sehingga dia memilih untuk pergi.


Melihat Ana pergi membuat Farhan juga bangkit dari tempat duduknya. Dia mengikuti kemana langkah kaki Ana.


Farhan mau sejajarkan langkahnya dengan kaki anak. Dia menarik tangan ana agar bisa berpikir untuk berpikir macam-macam.


"Ana tunggu." ucap Farhan.


Tanpa Ana sadari plastik yang berisi obatnya jatuh ke jalan. Obat - obatannya jatuh ketanah. Farhan lansung membantu Ana mengambil obat yang terjatuh.


"Obat apa ini?" pertanyaan Farhan kepada Ana.

__ADS_1


__ADS_2