Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
Ketahuan


__ADS_3

"Ini pasti ulah Doni, Aldo tolong cari keberadaan Doni." ucap Farhan meminta tolong kepada Aldo.


"Jika ini ulah Doni, kita harus ngapain?" tanya Aldo.


"Penjarakan baja Doni, dia sudah bawa kabur adik aku."


"Kamu pikir segampang itu? Karin akan bertambah marah."


"Kamu pikir aku peduli?" tanya Farhan membentak Aldo.


"Kenapa kamu jadi membentak aku?" tanya Aldo tidak terima di bentak oleh Farhan.


"Karena kamu biang semua ini."


"Aku? hey kamu nggak sadar dengan kelakuan kamu? kamu nggak ingat bagaimana kamu menghina dia? Maaf aku tidak bisa membantu kamu, Karin punya jalannya sendiri." ucap Aldo meninggalkan Farhan.


Aldo juga kesal dengan sahabatnya ini. Sahabatnya suka melakukan apapun sesukanya.


"Aldo tunggu." ucap Farhan sedikit berteriak.


"Kenapa lagi? aku tidak akan membantu kamu, Biarlah Karin melakukan apa yang dia mau." ucap Aldo.


"Kamu mau kemana?"


"Mau pulanglah."


Aldo meninggalkan Farhan sendiri. Sedangkan Frans hanya diam menyaksikan dua sahabat itu berdebat.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Frans.


"Kamu nggak usah ikut campur."jawab Farhan agak emosi.


"Jelas aku ikut campur bang karena Karin adalah adik aku juga."


"Lalu kamu mau ngapain?"


"Jika aku lebih memilih, maka aku lebih memilih Karin daripada Abang." jawab Frans kesal.


"Jaga omongan kamu, kamu di sini tidak paham apa - apa." Farhan masih menutup aib adik perempuannya.


"Saya masih ingat dengan ucapan Abang yang pernah mengatakan bahwa Karin bukan perempuan baik - baik, dan saya juga tau bahwa Abang dulunya juga seorang player, apakah kalian pernah tidur bareng sehingga masalah ini lebih rumit daripada dugaan?" tanya Frans memancing emosi Farhan.


"Kamu jangan kurang ajar ya, aku dan Karin tidak pernah sekalipun tidur, jaga mulut kamu." ucap Farhan ingin menonjok adiknya.


"Apakah Karin pernah tidur dengan Aldo?" tanya Frans menghentikan langkah Farhan.


Farhan masih belum menjawab sehingga Membuat Frans bertanya lagi.


"Apakah dengan diamnya anda berarti dugaan saya benar?" tanya Frans semakin emosi.


"Bukan seperti itu."


"Kamu jangan berbohong." bentak Frans.


"Ya, mereka memang sempat bersama selama satu tahun, Karin pernah sebagai simpanan Aldo selama setahun, hanya itu." jawab Farhan mencoba menjelaskannya.

__ADS_1


"Tapi abang mohon jangan sampai aib ini membesar, ini aib Karin di masa lalu, dia sudah cukup menderita." ucap Farhan dengan mata memerah.


"Apakah semua ini benar Farhan?"


Suara lembut itu membuat Farhan dan Frans terdiam. Tidak jauh dari mereka ada Om Fahri dengan istrinya.


"Tante, itu..." ucap Farhan terbata.


"Apakah benar Karin pernah menjadi simpanan Aldo?" tanya Tante Farhan lagi.


"Tante, mungkin Tante salah dengar, ya kan Frans?" ucap Farhan meminta bantuan Frans.


"Tante sudah dengar dari awal, kamu tidak bisa tipu kami lagi." ucap tantenya sementara om Fahri hanya menghela nafas sambil membenturkan kepalanya ke dinding rumah sakit


"Mas jika itu benar terjadi, kita harus ambil sikap." ujar tantenya.


"Kita terpaksa menikahkan Aldo dengan Karin." ucap Om Fahri mencoba dengan tenang.


"Bagaimana dengan Fina om? Aldo mencintai Fina." jawab Farhan.


"Dimana otak kamu? Fina masih bisa cari yang lain, tetapi masa depan Karin sudah hancur, siapa yang mau menerima dia." ucap tantenya emosi kepada Farhan.


"Saya bisa Carikan lelaki untuk menikahi Karin, Fina dan Aldo saling mencintai" ucap Farhan.


Bukannya membela Fina atau Aldo tapi Farhan hanya tidak ingin Karin menjadi korban cintanya Aldo. Ia tidak mau jika nanti Karin semakin menderita.


"Ini tidak bisa di gugat, tolong hormati saya sebagai om kamu." ucap om Fahri tegas.

__ADS_1


Farhan tidak bisa menjawab lagi sedangkan Frans merasa itu jalan terbaik.


__ADS_2