
Aldo bergegas untuk pulang menuju rumahnya. iya tidak sabar untuk sampai di rumah.Dia ingin bertemu dengan Karin saat ini juga.
Aldo berlari menuju kamarnya. Papa dan Mamanya tersenyum melihat kekhawatiran anaknya terhadap istrinya.
Aldo membuka pintu kamarnya dengan tidak sabaran. Aldo terdiam ketika melihat pemandangan yang ada di depannya.Ternyata Karin sedang memakai body losion. Karin hanya memakai dalaman saja.
Aldo terdiam terpaku melihat apa yang dilihatnya. Tubuh cantik Karin menggiurkan pikirannya. Kulit putih Karin sungguh menggoda imannya saat ini.
Karin yang kaget ketika pintu di buka segera menutupi tubuhnya dengan selimut yang ada di ranjang. Ia tidak tau bahwa Aldo akan pulang secepat itu.
"Kamu ngapain?" tanya Karin dengan agak pucat.
Jantungnya berdetak lebih cepat saat ini. Aldo menatapnya dengan pandangan yang tidak bisa di artikan.
"Aku pulang." jawab Aldo sambil menutup pintu kamarnya.
Entah dia sadari atau tidak tiba- tiba bibirnya melengkung. Dia sudah biasa melihat tubuh Karin tapi itu dulu. Ketika melihatnya kembali jiwa kelelakiannya muncul.
"Tumben pulang cepat?" tanya Karin dengan agak gugup.
"Biasa aja, aku sudah hafal dengan bentuk tubuh kamu." ucap Aldo sambil berjalan menuju kamar mandi. Ia ingin menetralkan datang jantungnya.
Saat Aldo sudah masuk ke dalam kamar mandi,Karin bertugas memakai bajunya. Setelah memakai bajunya dia lansung duduk di meja belajar. Ia mengerjakan tugas kuliahnya.
"Kamu ngapain tadi di restoran tadi?" tanya Aldo ketika baru saja keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"Aku...."
"Nemuin pelanggan kamu lagi?" tanya Aldo membuat Karin kaget.
"Pelanggan apa?" tanya Karin menatap Aldo dengan pandangan tajam membuat Aldo salah tingkah.
"Eh maaf, maksudnya aku kamu ketemu siapa?" tanya Aldo merasa bersalah.
Ia baru ingat bahwa Karin sudah berubah. Lidahnya terlanjur untuk mengucapkan kata-kata yang seharusnya tidak di tanyakan.
"Saya tau bahwa kamu berpikir saya menemui pelanggan saya, saya paham apa yang ada di pikiran kamu, kami pelacur ini tidak bisa di percaya, mungkin ketemu siapapun di anggap pelanggan di ranjang." ucap Karin membuat Aldo menegang.
Ia tidak tau bahwa Karin akan sesakit itu ketika mendengar ucapannya. Ia mendekati Karin untuk meminta maaf.
"Karin maafkan aku, aku benar-benar minta maaf." ucap Aldo berdiri tidak jauh dari Karin.
"Karin, aku mohon tolong maafkan saya, apalagi kejadian hari ini, semua salah saya."
"Kamu tidak salah, saya memang pantas mendapatkan semuanya karena di sini memang salah saya, tolong jangan ganggu saya untuk saat ini." ucap Karin.
Aldo hanya duduk Dian di ranjang sambil menatap Karin yang membelakanginya. Wanita itu semakin kuris aja di mata Aldo. Ia tau bahwa wanita itu tidak pernah bahagia selama di hidupnya.
"Izinkan ku lukis senja, aku akan membuat kamu tersenyum terus." ucap Aldo.
"Tidak diperlukan kata - kata manis."
__ADS_1
"Jadi kamu mau tindakan nyata?" tanya Aldo berjalan lalu memeluk Karin dari belakang.
Karin tidak menyangka bahwa Aldo akan memeluknya seperti ini. Hal ini tentu membuat Karin semakin gugup.
"Kamu suka aku kan?" tanya Aldo melihat Karin yang gugup.
"Mana berani aku mencintai seseorang seperti kamu."
"Seseorang seperti apa?"tanya Aldo melengkungkan bibirnya.
"Kita juga sama-sama tau bahwa aku ini wanita menjijikkan, aku....." ucapan Karin lansung di potong oleh Aldo.
"Dan saya yang pertama untuk kamu." bisik Aldo di telinga kanan Karin.
Ceklek
Aldo dan Karin sama - sama kaget ketika melihat Rere berdiri di depan pintu kamar mereka.
"Kamu ngapain di sini?" tanya Aldo kesal kepada Rere.
"Ah maaf bang, kirain Abang belum pulang kerja." jawab Rere pura - pura bersalah.
"Lain kali ketuk pintu dulu."
"Iya bang, aku hanya mau..."
__ADS_1
"Lain kali jangan datang ke kamar ini." potong Aldo.
Karin merasa tersenyum dalam hati ketika melihat Rere di marahi oleh Aldo.