
Karin baru saja keluar dari kelasnya. Ia nampak buru-buru menuju tempat kerjanya. Karin ingin menghasilkan uang lebih banyak lagi.
Saat di pintu masuk langkahnya terhenti. Karin melihat Aldo memegang tangan Fina di salah satu meja yang ada di restoran tempat ia bekerja. Entah kenapa hati Karin rasa sakit sekali.
Air mata Karin jatuh berderai. Akan tetapi ia tetap masuk ke dalam restoran untuk menyelesaikan pekerjaannya. Tapi saat ia melangkahkan kaki menuju dapur, Aldo dan Fina melihatnya.
Aldo juga kaget saat melihat Karin anda di sana. karena sudah ketahuan maka Aldo harus siap menghadapinya.
"Gimana ni Al? bisa - bisa aku di cincang oleh bang Farhan." ucap Fina ketakutan.
"Mungkin lebih baik dia tahu." jawab Aldo.
"Karin, sini." panggil Aldo.
Karin sebenarnya malas untuk bergabung dengan mereka. Karin tahu bahwa mereka masih menjalin hubungan di belakangnya. Akan tetapi Karin tidak mau membuat masalah. Dipikiran Karin saat ini adalah bisa mencari uang sebanyak-banyaknya.
Karin melangkahkan kakinya dengan terpaksa kemeja bernomor 09. Dia duduk di kursi sebelah Aldo.
"Ada apa?" tanya Karin dengan wajah datar.
"Karena kamu sudah melihat, maka kami akan jujur bahwa kami masih bersama, kami tidak bisa berpisah." ucap Aldo.
"Silakan, saya tidak pernah melarang Anda berhubungan dengan siapa saja." jawab Karin masih dengan datar.
"Kamu tidak marah? Kamu tidak akan mengadu kepada bang Farhan?" tanya Fina tidak percaya dengan ekspresi Karin yang masih tenang.
__ADS_1
"Emang aku bisa marah di sini? emang Jika aku marah akan membuat karena berpisah? tidak kan?" jawab Karin mencoba menguasai dirinya.
Karin tidak ingin dia marah di depan umum. dia juga tidak ingin melihatkan air matanya turun di depan keduanya. cukup hatinya yang sakit.
"Karin kamu bisa minta apa aja, tapi tolong tinggalkan Aldo." pinta Fina.
"Fina." tegur Aldo yang tidak terima dengan ucapan Fina.
"Kamu keberatan?"tanya Fina kepada Aldo.
"Fina ini bukan solusi terbaik." jawab Aldo.
"Lalu apa? aku harus menunggu kamu setahun, lalu bagaimana jika kamu jatuh cinta kayak sinetron lainnya, aku hanya menggigit jari." ucapnya dengan nada mulai meninggi.
"Dasar pelacur, apa kamu senang menghancurkan pernikahan kami, apakah kamu senang bisa merebut Aldo dari sisiku." ucap Fina membuat langka Karin terhenti.
Semua yang sedang makan disana memperhatikan. bahkan karyawan dan karyawan lainnya juga menyaksikan ucapan fina.
"Fina."tegur Aldo.
"Kenapa? kamu membela wanita simpanan kamu ini? kamu membela perempuan pelacur ini?" tanya Fina emosi.
Karin memandang sekelilingnya. Dia melihat tatapan jijik yang ditujukan kepada dirinya. merasa kasihan dengan Karin saat itu.
"Ayo kita pergi." ucap Aldo menarik tangan Fina membawanya keluar dari restoran.
__ADS_1
sedangkan Karin hanya berdiri terdiam dan terpaku di sana. Tiba-tiba seseorang melempar telur di kepalanya.
"Dasar pelakor, pelacur, kamu hanya menghancurkan hubungan orang lain." ucap Ibu - ibu yang melemparkan telur kepalanya. Ia tidak tau entah dari mana ibu itu mendapatkan telur.
Lalu tidak lama Ia juga di lempar dengan Aqua gelas. Ada juga yang menyiramnya dengan minuman jus dan ada juga yang melemparkannya dengan makanan bercabe.
"Kamu wanita tidak tau malu, beraninya kamu berada di sini." ucap ibu - ibu yang lainnya sambil menjambak Karin.
"Kamu bahkan tidak layak di lahirkan ke dunia ini, dasar pelacur." memukul Karin.
"Harusnya sampah seperti ini di musnahkan saja." ucap Ibu - ibu yang lain.
"Stop." ucap Karin mencoba melawan.
"Masih berani kamu bicara ha?"
"Justru laki - laki itu suami saya dan wanita itu selingkuhannya." teriak Karin.
"Bohong kamu, mana mungkin kamu istri sah lelaki itu." ujar wanita itu.
"Anda jangan macam-macam, saya bisa lapor kan anda atas penganiayaan dan pencemaran nama baik, saya ini masih adiknya Farhan Dinata." ucap Karin bicara ketus.
"Huhhhhh ngaku - ngaku." ujar ibu - ibu yang lainnya. Karena tidak ada yang percaya, Karin akhirnya memilih pergi meninggalkan restoran.
Tidak ada yang mencoba membelanya. Bahkan security restoran hanya diam saja menyaksikan. Walaupun susah payah lolos dari emak - emak tapi akhirnya dia bisa lolos juga.
__ADS_1