Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
Masih tidak percaya


__ADS_3

Karin semakin tidak paham dengan ucapan Farhan. Dia mencubit tangannya agar dia sadar apa yang telah terjadi.


Melihat Karin hanya diam tanpa ekspresi membuat semua yang ada di ruangan itu semakin tidak karuan. Apalagi Farhan yang selama ini selalu berkata kasar dan menyakiti hati Karin.


Aldo hanya diam tanpa ekspresi sama seperti Karin. Dia tidak menyangka bahwa Karin adalah adik sahabatnya. Dan yang lebih parahnya Karin adalah adik dari calon istrinya. Pikirannya berkecamuk dengan semua yang telah terjadi.


"Karin." ucap Frans yang dari tadi hanya memperhatikan Karin.


Frans menemukan jawaban kenapa ia tidak bisa lepas dari wanita itu. Entah kenapa sejak awal bertemu, dia selalu ingin melindungi wanita rapuh itu. Wanita yang rapuh dari sorot matanya.


"Bang Frans ada apa ini?" tanya Karin mencoba bertanya kepada Frans.


"Kamu ternyata adalah adik kami yang hilang." jawab Frans.


"Aku bermimpi Bang?" tanya Karin lagi.


"Ini nyata, kami sudah melakukan tes DNA, dan untuk lebih pastinya akan keluar 2 Minggu lagi." jawab Frans.

__ADS_1


"Ini pasti salah." jawab Karin sambil menangis.


Jika dia adalah adik Frans maka dia bisa terima. Akan tetapi jika dia adik Frans itu artinya dia juga adik Farhan. Lelaki yang selalu menghinanya dengan kata sampah.


Karin merasa tidak akan bisa berbaur dengan keluarga itu. Apalagi Farhan yang tau latar belakangnya. Karin merasa dia hanya menjadi sampah yang akan menghancurkan reputasi keluarga ini.


"Saya yakin praduga kalian salah, jadi ada baiknya kalian tinggalkan saya di sini." ucap Karin membuang muka.


"Karin dengarkan om." ucap Fahri.


"Sejak pertama om ketemu kamu, saya memang seperti melihat kak Audrey kembali, kamu sangat mirip dengan beliau, akan tetapi saya hanya menduga ini semua kebetulan, kamu tau saat Farhat bertemu Yadi yang kamu kira itu pamanmu, dia adalah salah satu komplotan yang menculik kamu, mata kamu itu sama dengan Farhan dan ibumu,dan yang semakin membuat kami yakin adalah saat golongan darah kamu dan Farhan sama." ucap Fahri menjelaskan.


Tapi apakah dia masih pantas menjadi adik seorang Farhan. Pebisnis yang terkenal sukses dan kaya raya.


"Sebelum tes DNA keluar saya tidak percaya dengan semuanya." jawab Karin.


"Apakah kamu tidak senang menemukan keluarga kamu?" tanya Farhan menatap Karin.

__ADS_1


Farhan merasa adem ketiak melihat bola mata Karin. Disana ada warna yang sama dengan matanya dan ibunya.


"Harusnya saya yang bertanya,apakah tuan senang dengan berita yang begitu mengejutkan ini? apakah tuan tidak malu mengakui saya sebagai adik tuan?" tanya Karin tertawa mengejek.


"Aku tidak masalah, aku senang bisa menemukan kamu." jawab Farhan tanpa ragu.


Walaupun dia tau masa lalu Karin, ia yakin bisa membawa Karin menjadi manusia lebih baik. Sebagai kakak, dia akan memenuhi semua kebutuhan Karin. Dia rela menghabiskan uangnya agar Karin mau meninggalkan pekerjaannya.


"Sepertinya kami perlu bicara berdua." ucap Farhan yang tidak ingin membahas terlalu jauh di depan keluarganya.


"Tidak ada yang perlu di bahas." jawab Karin dengan wajah datar.


"Kalian berdua ada masalah?" tanya om Fahri melihat ada keganjalan terhadap dua orang ini.


"Sebenarnya kami saling kenal dulu dan kami pernah sedikit ada masalah ." jawab Farhan.


Apakah om Fahri percaya? lalu bagaimana tanggapan Aldo?"

__ADS_1


jangan lupa like, komen, vote dan kasih dukungan nya ya, yuk follow akun author πŸŒΌπŸŒΊπŸŒΈπŸ‘πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2