Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
Pertengkaran Farhan dan Aldo


__ADS_3

Farhan sedang duduk di ruang tamu.Ia sangat ingin berbicara dengan adiknya Fina. Farhan mendapat firasat seakan Fina Masih bersama dengan Aldo.


Farhan sudah tidak ingin menyakiti Karin adik bungsunya. iya sedang mencoba untuk membahagiakan adiknya. dia tahu bahwa ini tidak adil bagi Fina tapi masa depan Karin ada pada Aldo.


"Mulai hari ini kamu harus resign dari kantor Aldo."perintah Farhan kepada Vina.


Fina kaget saat kakaknya menyuruh dia resign dari tempat kerjanya.Dia tidak ingin resign dari perusahaannya dia tahu kesempatan untuk bertemu Aldo bakal susah.


"Tidak bisa bang karir aku lagi bagus-bagusnya di sana Aku tidak mau resign."


"Kamu mau jabatan apa? nanti Abang berikan jabatan apa yang kamu mau."


"Nggak bisa gitu bang itu aku peroleh dari hasil payah aku, aku nggak mau yang instan."


"Tapi bagaimana dengan hubungan kalian."


"Hubungan kalian dengan siapa?"


"Kamu bekerja di sana apa tidak membuat karir sakit hati?"

__ADS_1


"Yang ada di pikiran Abang hanya Karin, Karin dan Karin, sebenarnya aku ini Adik Abang nggak sih?"


"Abang hanya ingin menjaga keutuhan keluarga kita bukan apa-apa." jawab Farhan marah kepada Fina.


"Keutuhan tapi apakah Abang pernah memikirkan perasaan aku? dia merebut calon suami aku bang, Abang tahu nggak sakitnya tuh gimana?" ucap Fina berurai air mata.


"Abang paham, tapi kamu tau nggak gimana perasaan Karin? dia juga sakit, lelaki yang ia sukai di ambil oleh kakaknya."


"Aldo bukan pacarnya, dia hanya simpanan Aldo di masa lalu."


"Lalu apakah kamu tega membiarkan calon suamiku merusak masa depan adikmu sendiri, Jangan egois deh." emosi Farhan mulai keluar karena bantahan adiknya.


"Abang belum selesai bicara."


"Lalu Abang mau mengatur hidup aku seperti apalagi, jika aku nggak bisa memiliki Aldo maka biarkan aku bekerja di sana bang."


"Itu hanya akan membuat salah satu dari kalian sakit hati."


"Dan tentunya Abang mikirin perasaan adik bungsu Abang yang pelacur itu." ucap Fina.

__ADS_1


Emosi Farhan naik pitam karena ucapan Fina. Farhan menampar Fina karena berani mengucapkan kata yang sangat tidak layak untuk adiknya sendiri.


"Mulut kamu kasar."


"Apa bedanya dengan Abang dulu ke Karin." ucap Fina mengusap pipinya.


"Setidaknya waktu itu aku tidak tau bahwa dia adikku, sekarang kamu bahkan tau bahwa dia dan kamu di lahirkan oleh satu ibu."


"Aku bahkan ragu dia adik aku, keluarga kita tidak ada yang menjual diri."


"Itu karena nasibnya."


"Bela aja dia trus kak, biar aku yang keluar dari rumah ini."


Farhan terdiam mendengar ancaman adiknya Fina. Dia juga tidak ingin Fina keluar dari rumahnya.


"Biarkan saja dia pergi bang, kakak macam apa kamu yang rela membiarkan adiknya menderita, kita memang kehilangan kedua orang tua kita, tapi kita masih di jaga dengan baik oleh om dan Tante, sementara Karin di besarkan oleh salah satu musuh papa, dia di siksa, hampir di perkosa, dia begitu karena ingin bertahan hidup, tidak lebih." ucap Frans yang datang ke ruang tamu karena dari tadi hanya menjadi pendengar dari jauh.


"Bela aja trus dia, apa aku harus hamil dulu dengan Aldo baru kalian akan merestui kami?" tanya Fina membuat Farhan dan Frans terdiam.

__ADS_1


__ADS_2