
Karin berjalan mengikuti langkah kaki Mirna. Semua mata tertuju kepadanya. Ia merasa ada yang aneh dengan suasana saat ini.
Dia semakin kesal ketika Tante Mirna membawanya menuju meja tempat pernikahan.
"Apa nggak ada yang mikirin perasaan gua, apa jadinya jika dia nikah di hadapanku." ucapnya dalam hati.
Karin semakin kaget saat Mirna berhenti di kursi yang di sediakan untuk pengantin. Ia merasa jika tentenya kali ini salah orang. Tantenya lupa dengan pengantinnya.
Saat mau berdiri, ia lansung di tahan oleh Farhan. Wajah Farhan tidak kalah dinginnya dengan Aldo. Tidak lama kemudian Aldo datang dan duduk di sebelah Karin.
Karin berniat untuk pindah tempat duduk. Kali Aldo yang menahannya.
"Bisa nggak jik nggak buat malu." bisik Aldo di telinga Karin.
"Baik karena semua sudah kumpul, pengantin udah siap ya?" tanya penghulu KUA kepada kedua mempelai.
"Siap pak." jawab Aldo.
Ketika Farhan dan Aldo menyebut nama Karin saat akad nikah membuatnya terkejut Sendiri. Ia tidak menyangka bahwa ia yang akan di nikahkan dengan Aldo.
Dalam hati Karin ia tersenyum sekilas. Akan tetapi bia tidak ingin memperlihatkannya.
__ADS_1
Setelah akad nikah selesai, mereka berganti gaun pengantin lagi. Mereka sudah siap menyambut kedatangan tamu keluarga Aldo.
Wajah Karin hanya di tekuk karena melihat mood Aldo juga kurang bagus. Ia cukup tau diri untuk tersenyum di kalangan orang kaya.
"Selamat Karin, ayo senyum nanti di kira tamu di paksa nikah sama Aldo." ucap Frans mencubit pipi Karin.
"Sakit kak." ucap Karin kesal.
"Selamat ya Aldo." ucap seseorang laki - laki gagah bersama seorang wanita cantik. Mereka tampak sangat serasi.
Karin merasa pernah melihat pasangan itu. Akan tetapi ia tidak mengingat dengan dengan jelas.
"Terima kasih sudah mau datang ke acara saya." ucap Aldo.
"Kami pamit dulu ya." pamit Daffin seorang orang terkaya nomor satu di negaranya.
"Siapa itu?" tanya Karin kepada Aldo ketika keduanya meninggalkan mereka.
"Aku jawab kamu juga nggak tau, percuma." jawab Aldo membuatnya semakin kesal.
"Jangan berpikir bahwa aku menikahi kamu atas keinginan ku sendiri, semua karena terpaksa karena om Fahri tau tentang kita." ucap Aldo menambah luka di dalam hati Karin.
__ADS_1
Karin hanya menunduk berlinang air mata. Entah keberapa kalinya lelaki itu berkata kasar kepadanya.
Setalah selesai acara resepsi Karin di tarik paksa oleh Aldo. Karin hanya diam tanpa nelwan seseorang.
Aldo meninggalkan kamar itu membuat Karin Semakin bingung.
"Apa gunanya menikah jika untuk si tinggal." ucap Karin sambil menghapus sisa makeup.
Setelah selesai menghapus sisa makeup dan mengganti bajunya. Ia segera membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
Tidak butuh waktu yang lama. Karin tertidur di atas ranjang. Ia merasa lelah saat ini.
Sedangkan Aldo sedang berada di sebuah tempat bersama Fina.
"Kamu yang sabar ya, suatu saat nanti kita pasti akan nikah." ucap Aldo menenangkan Fina.
"Mana bisa seperti itu?" ucap Fina dengan agak manja.
"Nanti setelah setahun dia akan aku ceraikan dan aku akan kembali kepada kamu, sabar ya."bujuk Aldo.
"Jangan pernah sentuh dia, apalagi di depan aku." ucap Fina kepada Aldo.
__ADS_1
"Awas aja jika kamu tidur sama dia
, jika itu terjadi maka aku yang akan pergi." ancam Fina.