Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
Karin menolak di akui sebagai adik


__ADS_3

Karin hanya diam saat yang lainnya pergi. Di dalam ruangan ini hanya ada dia dan Farhan. Farhan sebenarnya juga bingung mau di mulai darimana.


Tapi dia tidak bisa diam begitu saja. Dia sudah berjanji akan menjaga seluruh adik - adiknya dengan baik.


"Karin kita bisa mulai lembaran baru bersama - sama." ucap Farhan menciptakan sedikit suara di tengah keheningan dalam ruangan ini.


"Apanya yang mau di mulai." ejek Karin.


"Karin semarah itu kamu sama aku?" tanya Farhan.


"Kenapa aku harus marah sama kamu?."


"Aku tau kamu pasti tidak terima dengan ucapan aku selama ini, aku mohon maaf."


"Lalu jika aku ternyata bukan adik kamu lalu kamu pantas menghina kami yang rendahan dan miskin ini? kami memang pelacur, kami memang simpanan kalian yang bejat, tapi bukankah kita sama - sama bejat?" tanya Karin dengan mata berlinang.

__ADS_1


"Kami ini memanglah sampah, wajar jika kami tidak di pandang, tapi apakah kamu bukanlah manusia yang sama dengan kalian, yang masih punya hati di sini." ucap Karin seakan meledak.


Selama ini dia menahan semua hinaan dari orang-orang. Sejak dia kecil dia hinaan sudah jadi makanan sehari-hari. Dia sudah kenyang dengan segala macam hinaan.


"Meskipun nanti hasil DNA itu menyatakan kita cocok sebagai adik kakak, tolong palsukan saja, aku tidak siap menjadi adik seorang pebisnis sukses seperti tuan, biarlah aku sendiri menjalani hidup ini, saya sudah terbiasa hidup sendiri, maaf saya tidak nyaman dengan namanya keluarga." ujarnya lagi sambil menghapus air mata yang jatuh di pipinya.


"Kamu jangan bicara seperti itu, aku akan menghapus segala sesuatu kepedihan yang ada dalam hidupmu, kita akan berkumpul bersama dengan keluarga kita." bujuk Farhan.


"Bagaimanapun kamu, kami akan menerima kamu, aku janji akan menutupi aib - aib kamu kepada seluruh keluarga."


"Lalu bagaimana dengan perasaan orang tua kita jika masih hidup? mereka pasti akan bersedih."


"Mereka akan lebih sedih lagi jika tau anaknya sehina aku." bantah Karin.


"Yang sudah berlalu biarlah berlalu, kita kubur semua itu, kita akan memulai hidup baru."

__ADS_1


"Aku tidak bisa, kamu paham nggak." bentak Karin sambil berteriak.


Dadanya seakan sesak saat ini. Emosinya sudah memuncak seperti gunung yang akan meletus. Farhan merasa hancur saat melihat Karin menangis. Dia merasa bahwa dia kakak yang paling tidak berguna di dunia ini.


Dan yang lebih parahnya dia tau bahwa adiknya adalah simpanan sahabatnya. Dia tidak tau seandainya apa yang terjadi jika dia dan Karin pernah tidur.


"Karin,mulai sekarang panggil kakak jangan panggil tuan lagi." ucap Farhan mengingatkan.


"Ingat jangan pernah coba - coba kabur, kamu akan tetap tinggal bersama kami, kami keluarga kamu, kami siap menerima kekurangan dan kelebihan kamu" Ucap Karin.


"Aku tidak bersedia, jika kamu memaksa maka jangan salahkan saya jika saya akan menggangu pernikahan adik kamu dengan Aldo." ucap Karin mengancam Farhan.


Farhan menegang dengan jawaban Karin. Fina adalah adiknya juga. Yang juga harus ia lindungi sama seperti Karin. Haruskah Farhan menghancurkan salah satu perasaan adiknya? Ataukah Farhan pura - pura berdiam seakan tidak terjadi apa-apa? Atau haruskah Farhan mencari solusi lain yang tidak akan menyakiti kedua adik perempuannya?


Apa yang kira-kira di lakukan oleh Farhan agar tidak ada yang tersakiti?

__ADS_1


Yuk di like , komen, vote dan berikan dukungan sebanyak mungkin 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2