
Setelah Aldo makan siang bersama Farhan, ia berjalan keluar dari restoran berdua dengan Fina.
Di Perjalanan keluar dari restoran ia melihat Karin yang lagi bersalaman dengan seorang pria. Dia juga melihat disitu ada Doni. Laki – laki yang mengenalkan dia dengan Karin.
“*Baru tadi malam gua ingin berakhir, dia sudah cari mangsa baru, semua pelacur ternyata sama aja” gumam Aldo dalam hatinya*.
Ketika Karin melihatnya, Aldo segera membuang muka. Rasanya ia merasa marah sekali melihat Karin berada disitu.
“ *Kenapa gua marah – marah begini? Hmmm wanita itu, diajak kejalan yang benar susah kali, ternyata Farhan emang benar, dia memang akan melakukan apapun demi gaya hidupnya” Gumam Aldo dalam hatinya*.
Aldo berjalan dengan lamunannya dan agak marah. Fina menyadari ada yang berubah dari raut muka bosnya. Ia melihat wajah Aldo memerah seperti menahan emosinya.
Fina mencoba untuk tidak bertanya karena takut bosnya akan bertambah marah lagi. Mereka masuk kemobil hitam Rolls Royce milik Aldo. Mereka juga masih diam disepanjang perjalanan.
Sesampai dikantornya, Aldo lansung menuju ruangannya. Sebelum masuk kedalam ruangannya, ia berhenti sejenak lalu berpesan kepada Fina.
“ Jika ada yang menemui saya, bilang saya sibuk. Dan batalkan semua agenda hari ini.” dia lansung masuk kedalam ruangannya tanpa menunggu jawaban Fina.
“ Aneh, Moodnya berubah – ubah dalam waktu yag dekat.” gerutu Fina.
__ADS_1
Aldo lansung duduk dikursi kebesarannya. Ia mengeluarkan ponselnya didalam sakunya. Lalu membuka galeri Foto. Ia membuka foto Karin yang ia ambil diam – diam.
Ketika melihat beberapa foto Karin rasanya hatinya meleleh. Ia senyum- senyum sendiri melihat foto Karin yang dianggap cantik.
“Kok gua suka kali melihat fotonya, rasanya mood gua lansung bagus ketika melihat fotonya aja, apa mungkin gua suka dia” gerutunya sambil senyum – senyum.
“ Ah tidak mungkin gua suka sama dia, apalagi dia pelacur matre.” Aldo mulai meyakinkan dirinya.
Lalu Aldo mencoba meletakkan ponselnya dan fokus kepekerjaannya. Namun ia tidak bisa fokus sama sekali ketika bayangan Karin menari – nari dikepalanya ketika bersalaman dengan pria lain.
“ Kenapa dia belum pulang juga?”
Aldo mencoba menghubungi Karin.
“ Hallo, kamu dimana? Kenapa masih belum pulang?”
“ Aku sibuk, ada apa?” jawab Karin diseberang sana.
__ADS_1
Aldo semakin geram dengan jawaban Karin.
“ Sibuk ngapain kamu, cari mangsa baru?”
“ Maksud kamu apa?”
“ Udahlah nggak usah muna deh. Gimana mangsa barunya? Lebih tajir dari gua, emang ya jika dasarnya pelacur akan tetap pelacur, nggak akan pernah berubah, makin jijik gua sama loe lonte” amarah Aldo makin menjadi – jadi.
“ Sudah selesai kak, jika sudah aku matiin dan terima kasih atas kata – kata mutiaranya.” Ucap Karin disebrang sana.
Aldo makin emosi ketika teleponnya dimatiin sepihak oleh Karin.
“ Dasar \*\*\*\*\*, semoga gua nggak pernah ketemu dengan loe lagi” gerutunya sambil memejamkan matanya.
Aldo meletakkan kepalanya disandaran kursinya. Ia merasa kepalanya berat sekali. Dan tak lama kemudian akhirnya ia tertidur di kursi kebesarannya.
Aldo terbangun saat sudah malam. Ia tidak habis pikir kenapa ia bisa - bisanya tertidur terlalu lama. Ia bergegas untuk pulang ke rumahnya. Malam ini dia malas untuk pulang ke apartemennya.
__ADS_1