Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
kedatangan Aldo


__ADS_3

Farhan dikagetkan dengan kedatangan Aldo yang tiba-tiba. Aldo masuk ke dalam ruangan Farhan tanpa mengetuk pintu. Farhan yang sibuk bekerja akhirnya menutup laptopnya.


Aldo datang dengan tiba-tiba karena bosan di kantornya. Dia merasa jenuh dan tidak fokus untuk bekerja. Di saat kondisi rumah tangganya ya g juga agak runyam.


"Kenapa lagi kamu?" tanya Farhan tersenyum mengejek melihat wajah Aldo yang nampak kusut.


"Biasalah adik kamu itu, nggak habis - habis buat masalah."


"Masalah apalagi sih? kamu sebagai suami yang tidak bisa mengatasinya."


"Aku cuma manusia jika Allah belum berkehendak mau bagaimana, dia ikhlas pula gua menikah dengan si Gladys, ah rasanya mau gua ikat adikmu itu, kesal sekali dia tidak pengertian, apa nggak takut hatiku di rebut oleh wanita lain." keluh Aldo.


Farhan hanya tertawa mendengar keluhan Aldo tentangnya. Untung saja lelaki ini mengeluh kepadanya yang notabenenya kakak wanita yang ia bahas, Jika bukan kakak dari pihak wanita pasti akan di komporin.


"Kamu juga malah cuma ketawa aja."


"Aki mau gimana lagi bro, lucu aja adek aku bisa buat kamu cemberut kaya gini." jawabnya tertawa.

__ADS_1


"Jika muncul Karin junior bisa habis nasibmu di kuasai oleh kaum Dinata." ujar Farhan sambil tertawa.


"Ah makanya Allah belum kasih kami anak." ujar Aldo menghembuskan nafas.


"Eh aku ada berita, kamu tau tentang perusahaan Ana nggak?" tanya Aldo.


"Nggak usah bahas dia." ujar Farhan dengan ekspresi dingin.


"Kamu harus dengar dulu sebentar, ini penting sekali, supaya kamu jangan menyesal kemudian hari."


"Aku tidak akan pernah menyesal seumur hidupku."


"Jika kamu bahas dia maka silahkan kamu keluar dari sini." ujar Farhan.


"Kamu kenapa sih sebenci itu, dia udah masa lalu tapi nggak usah dendam seperti itu."


"Itu karena kamu belum pernah merasakan dikhianati."

__ADS_1


"Manusia bukannya tempat salah, lalu kenapa tidak mau memaafkannya sekali saja." nasehat Aldo.


"Sudahlah urus saja masalah rumah tangga kamu yang runyem, Riska usah bahas masalah aku dan dia."


"Baik jika begitu, tapi kamu jangan halangi aku membantunya lain kali, karena bagaimanapun aku dan dia berteman baik dulu sebelum kalian putus."


"Jadi kamu lebih memilih pengkhianat itu daripada aku sahabatmu?"


"Ingat dia juga sahabatku, kita bertiga bersahabat di awal sebelum kamu dan dia pacaran."


"Terserah kamu, tapi jika terjadi apa-apa dengan rumah tanggamu aku tidak akan ikut campur."


"Itu sebabnya Karin adikmu juga masih ada jarak dengan kamu, bagaimanapun kamu berbuat baik dengan dia, dia masih saja ada jarak dengan kamu, kamu tau karena apa, karena mulut kamu tajam terlalu menyakitkan, kita boleh jadi orang berkuasa tapi mulut juga di kondisikan, kamu tau kamu bahkan menyakiti Karin terlalu dalam saat itu, apakah kamu akan melakukan hal tersebut kepada Ana, terserah kamu, yang penting jangan menyesal suatu saat Ana juga sakit hati." ujar Aldo berlalu pergi.


Farhan terdiam mendengar ceramah panjang dari Aldo. Dia sadar bahwa adiknya Karin selalu menjaga jarak dengannya. Dia juga menyadari bahwa mulutnya sering berkata pedas putus dari Ana. Semenjak putus dari Ana dia tidak pernah berpacaran lagi. Dia hanya sibuk bermain dengan wanita yang tidak benar. Dia terjebak pada pergaulan malam yang tidak sehat.


Farhan membuka lacinya untuk mengambil sesuatu benda. Dia mengambil di dalam lacinya. Dia mengeluarkan sebuah foto yang ada dirinya dan Ana saat semester 5. Entah kenapa dia masih belum bisa membuang foto tersebut.

__ADS_1


"


__ADS_2