Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
bantuan seseorang


__ADS_3

"Kamu." ucap Aldo tertahan karena Karin menarik tangan Aldo.


"Udah, nggak usah di layani." ucap Karin mencoba menenangkan Aldo.


"Wow wow wow berikan tepuk tangan yang meriah buat Karin si wanita simpanan yang berhasil menggaet targetnya menjadi suami." ucap Rara sambil bertepuk tangan sambil tertawa.


"Plak."


Rara mengelus pipinya yang ditampar oleh Karin. Sedangkan Aldo sedikit kaget melihat keberanian Karin.


"Kamu berani nampar aku?" ucap Rara dengan marah.


"Kenapa? mulut kamu memang ingin di tampar, kamu iri?"


"Hey kenapa aku harus iri toh......"


"Sugar Daddy mu kaya? tapi ingat kamu tetap simpanan, ingat tetap simpanan." ujar Karin emosi. Dia sudah tidak ingat tempat.


"Percuma istri orang kaya tapi baju lu aja nggak ganti-ganti dari setahun yang lalu." ucap Rara tertawa.


"Urusan baju nggak masalah bagi aku daripada harga diri lu yang nggak pernah naik, anjlok trus, cabe aja ada masanya naik masa harga diri lu murah terus." jawab Karin berjalan meninggalkan Rara.


"Awas kamu nanti." ujar Rara sampai emosi.


"Jika terjadi apa-apa sama dia, kamu berhadapan dengan aku." ucap Aldo mengancam Rara.


Rara sempat lupa dengan siapa dia berhadapan. Tetapi senyuman di wajahnya mengembang kembali saat dia merasa ada yang membantunya.


"Awas aja kamu Aldo, aku akan hancurin kamu sampai jadi tulang lunak." gumam Rara.

__ADS_1


Rara mengeluarkan ponselnya lalu menelpon seseorang.


"Hallo sayang." ujar Rara dengan manja.


"Ya sayang, kenapa?" tanya di sebrang sana.


"Aku mau kamu hancurkan seseorang untuk aku." ujar Rara.


"Baik, nanti malam aku ketempat kamu meminta imbalannya."


"Baik sayang, dengan senang hati."


Rara merasa puas diri karena lelaki yang menjadi sugar Daddynya adalah orang kaya raya. Dia yakin bahwa Aldo bisa di hancurkan dengan gampang oleh sugar Daddynya.


Sementara si tempat lain, Ana kebingungan mencari Karin dan Aldo. Sejak tadi berputar - putar dia tidak menemukan keberadaan mereka. Tiba-tiba dia merasa menabrak seseorang.


"Kamu?"" ujar lelaki yang di tabraknya.


"Farhan." ujar Ana kaget serta senang saat bertemu dengan Farhan.


Farhan yang memang malas bertemu dengan wanita itu memilih pergi. Ia tidak mau berhubungan lagi dengan wanita itu.


"Farhan tunggu." panggil Ana.


Ana ingin memperbaiki segalanya dengan Farhan. Ia tidak ingin seperti ini lagi.


"Farhan, kamu ini kenapa sih?" tanya Ana di depan Farhan.


"Bisa minggir nggak?" tanya Farhan.

__ADS_1


"Jika nggak bisa gimana? kenapa kamu menghindari aku terus?" tanya Ana.


"Aku tidak Sudi dekat atau melihat wajahmu yang menjijikkan itu." ucap Farhan.


"Menjijikkan?" tanya Ana sambil tertawa.


"Iya, manusia yang paling menjijikkan itu kamu, minggir " Farhan mencoba mendorong Ana dari hadapannya.


"Aku memang pernah salah, tidak bisakah kamu memaafkan aku?" tanya Ana tetap mengikuti Farhan.


"Jangan ganggu aku, sampai kapanpun aku tidak akan memaafkan kamu, menyingkir dari hadapan saya "


Ana berdiri mematung memandang punggung Farhan. Baginya saat ini menggapai Farhan terlalu susah.


Tiba-tiba Ana mendengar ucapan beberapa wanita yang melewatinya. Mereka berbicara sambil melihat layar ponsel mereka masing-masing.


"Gila tu cewek, dia bisa menaikkan statusnya dari simpanan menjadi istri."


"Pakai pelet apa ya?"


"Atau mungkin untuk sementara aja."


"Siap - siap di tinggal dia tuh, liat aja beberapa bulan kedepan." ujar wanita lainnya.


"Aku tunggu dudanya, eh lihat videonya lansung viral ya."!ujar wanita satu lagi.


Rara penasaran dengan apa yang mereka omongin. Dia melihat beberapa video yang viral. Ana menutup mulutnya karena melihat video Karin bertengkar dengan wanita yang tidak di kenalnya.


Ana tersenyum senang saat Karin bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Dia segera berlari sambil menelpon Aldo.

__ADS_1


__ADS_2