Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
Terbongkarnya rahasia Karin


__ADS_3

Hari ini hari Minggu. Aldo dan Karin sama - sama tidak pergi kemana-mana. Mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing dalam kamar mereka. Tidak ada satupun yang memulai bicara.


Sejak kejadian sehari yang lalu, mereka tampak saling kikuk. Mereka sama-sama saling mendiami.


Sejak kemarin Aldo sudah menolak telpon dari Fina. Ia memang ingin menjaga jarak dengan Fina. Ia ingin memperbaiki hidupnya. Ia ingin mencoba melupakan Fina. Entah kenapa, sejak Fina memperlakukan Karin dengan kasar membuat Aldo ilfil sama dia.


Sementara Karin semenjak menikah belum pernah pulang ke rumah Farhan. Ia juga menghindari Farhan. Ia juga belum siap untuk bertemu dengan Farhan. Sampai saat ini Karin belum merasa nyaman bersama Farhan.


Walaupun Kakak lelakinya itu sudah tidak pernah berkata kasar lagi akan tetapi Karin masih tidak bisa melupakan sakit hatinya kepada Farhan. Kata-kata Farhan di masa lalu membuatnya terlalu sakit hati.


Karin sudah mencoba memaafkan abangnya Farhan akan tetapi dia tidak bisa terlalu dekat dengan Farhan. Ia juga enggan untuk meminta apapun walaupun ia tahu Farhan akan mengabulkan semua permintaannya.


tok tok tok


"Tolong buka pintu dong." ucap Aldo sambil tersenyum kepada Karin.


Karin sempat luluh dengan senyuman Aldo. Menurut Karin, Aldo memiliki pribadi yang baik. Selama bersama Aldo, lelaki itu tidak pernah memperlakukan dia dengan kasar kecuali di awal berjumpa.


Karin berjalan menuju pintu kamar.Ia membuka pintu kamar dan melihat ada pelayan yang berdiri di depan pintu kamarnya.


"maaf nona, di bawah ada teman nona menunggu."


"Siapa bi?"tanya Karin merasa penasaran soalnya dia merasa tidak punya teman.


"Ada di bawah non."

__ADS_1


"laki-laki atau wanita bi?" tanya Aldo dari dalam kamar.


"udah bi nggak usah dijawab makasih ya bi." ucap Karin.


Pelayan meninggalkan pintu kamar Karin sedangkan Karin menutup pintunya. Karin mengganti bajunya terlebih dahulu sebelum turun.


Melihat Karin yang bersemangat turun membuat kado juga penasaran.Tanpa Karin sadari Aldo mengikutinya di belakang.


Aldo berjalan di belakang Karin seperti seorang bodyguard.Ia merasa kepo dengan kamu yang berkunjung ke rumahnya menemui Karin.


"Ngapain sih ikut?" tanya Karin menyadari Aldo mengikutinya.


"siapa yang ngikutin? orang mau ambil minum." jawab Aldo mendahului Karin.


Saat sampai di bawa, Aldo sangat kaget melihat siapa tamu Karin.


Ana yang mendengar namanya di sebut menoleh ke arah suara.


"Eh Aldo." Ana berdiri sambil tersenyum.


"Ngapain kamu ke sini?" tanya Aldo dengan wajah datar.


"Aku menemui Karin." jawab Ana.


"Ada keperluan apa? Karin kamu kenal dengan dia?" tanya Aldo menoleh ke arah Karin yang berdiri di sampingnya.

__ADS_1


Karin bingung mau jawab apa. Dia hanya bertemu sekali dengan wanita yang bernama Ana.


"Karin." panggil Aldo.


"Hanya bertemu sekali dan dia yang menolong aku dari kejaran emak - emak waktu kejadian restoran itu." jawab Karin.


"Baik, ayo kita temui dia." jawab Aldo sambil menggandeng tangan Karin mendekati Anam


"do boleh nggak aku izin bawa Karin pergi keluar?" tanya Ana agak gugup.


"kayaknya kamu nggak mau."


"Beneran nggak mau Rin?" tanya Ana kepada Karin.


"Emang mau kemana?" tanya Karin karena dia juga bosan berduaan dalam kamar dengan Aldo.


"Kita pergi shopping dan makan, biar aku yang traktir." ucap Ana.


"Nggak perlu, Aku bisa membelikan Karin apapun." jawab Aldo.


"Jika mampu nggak mungkin membiarkan Karin bekerja di restoran." ucap Ana membuat Karin terdiam.


Aldo juga kaget saat mendengar Karin bekerja di restoran. Ia baru menyadari bahwa dia tidak pernah memberikan buang bulanan kepada istrinya.


Melihat hubungan Karin dengan Farhan, ia tidak yakin wanita ini berani meminta uang kepada Farhan.

__ADS_1


"Benarkah kamu bekerja di restoran kemarin?" tanya Aldo kepada Karin.


Karin tidak menjawab melainkan hanya mengangguk.


__ADS_2