
Karin sangat kaget tiba-tiba pagi ini Aldo mengajaknya ke kantor. Dia sebenarnya malas untuk pergi ke kantor. Tetapi karena suaminya sangat ingin dia kekantor maka dia tidak bisa menolaknya.
Sebenarnya tujuan Aldo mengajak istrinya adalah untuk merayakan ulang tahun istrinya. Selain itu memang ada perayaan karena perusahaannya telah berhasil memenangkan tender untuk proyek besar yang di majukan oleh Aldo.
Karin sudah menggunakan baju stelan putih. Dia nampak anggun dan berwibawa seperti suaminya. Aldo tersenyum senang saat melihat istrinya sudah siap berangkat.
Setelah sarapan pagi mereka berjalan menuju mobil. Mereka berangkat menuju kantor pukul 9 pagi.
Aldo tersenyum senang saat melihat istrinya di sebelahnya. Semenjak menikah ini pertama kali dia berangkat bersama dengan Karin.
"Ada apa sih senyum - senyum aja dari tadi?" tanya Karin penasaran dengan suaminya.
"Sekali - kali temani suami banyak pahalanya loh." ujar Aldo.
"Baiklah jika begitu." jawab Karin membalas senyuman suaminya.
Mereka telah sampai di kantor. Saat pertama turun Karin agak kaget karena banyak orang yang berdiri didepan kantor. Karpet merah terbentang seakan memberi jalan untuknya.
"Banyak kali manusianya." ucap Karin kepada Aldo ketika sudah disampingnya.
"Ya untung manusia, jika yang menunggu kamu selain manusia baru takut." jawab Aldo.
"Kamu." ucap Karin kesal.
"Ayo sini gandeng mas, jika nggak percaya diri." Aldo meraih tangan istrinya lalu menggandengnya masuk kedalam kantor.
"Selamat datang Tuan Aldo dan Nyoya Karin." ujar para karyawan dengan serentak.
Karin memberikan senyuman manis kepada seluruh karyawan yang menunggu dan menyapanya.
Mereka berjalan bukan menuju ruangan Aldo. Akan tetapi mereka berjalan menuju ballroom milik perusahaan. Disana juga semua karyawan berkumpul.
Karin duduk di kursi sebelah suaminya. Dia melihat banyak kamera yang sudah stay di tempat masing-masing.
Karin juga kaget saat melihat ada Farhan dan keluarganya duduk tidak jauh darinya. Bahkan keluarga Aldo juga hadir di sana.
"Loh yang lain juga hadir mas? kok tadi gayanya kayak biasa aja."
"Emang kamu tadi tanya?" tanya Aldo tersenyum.
"Nggak sih, acara apa sih mas?"
"Tunggu saja ya." jawab Aldo mencolek dagu istrinya.
__ADS_1
Karin juga melihat banyaknya pejabat yang datang. Walaupun dia tidak terlalu kenal akan tetapi dia setidak kenal satu - satu saja.
Setelah beberapa menit duduk, suara MC memenuhi ruangan ballroom tersebut menandakan acara sedang di mulai. Setelah sepatah dua kata dari MC, barulah nama CEO di panggil ke atas panggung.
Aldo berjalan menuju panggung sambil tersenyum. Karin terpesona dengan senyuman lelaki itu. Karin merasa beruntung bertemu dengan lelaki itu walau pertemuan mereka kurang baik.
Aldo memberikan sepatah dua kata di depan. Mata Karin tidak henti menatap suaminya dengan penuh cinta.
"Baik di acara baik ini, saya ingin mengenalkan istri saya kepada publik, ini dia istri saya yang paling saya cintai, dia wanita yang mengisi seluruh hati saya, ini dia Karin, seperti yang saya bilang kemaren - kemaren bahwa istri saya ini juga adik dari Farhan Dinata." ucap Aldo memperkenalkan istrinya.
Karin berdiri mengatupkan kedua tangannya sambil tersenyum. Also berjalan menuju tempat Karin. Lalu dia mengandeng tangan Karin membawanya ke atas panggung. Farhan dan semua yang ada di ballroom itu tersenyum melihat betapa bucinnya sang CEO.
"Ini istri cantik saya Karin, saya harap anda para lelaki jangan bermimpi untuk mengidolakan istri saya, karena saingan anda berat yaitu saya yang siap mati di tangannya." ucap Aldo tersenyum menatap wajah istrinya dalem banget.
Para undangan dan karyawan bertepuk tangan. Karin merasa sangat malu saat ini. Dia terharu dengan cara perlakuan Aldo kepadanya. Dia merasakan cinta Aldo yang sungguh dalam kepadanya.
"Jika kalian tau betapa baik dan lembutnya hati istri saya, eh tapi kalian nggak usah tau karena jika kalian tau saya takut kalian akan jatuh cinta kepada istri saya dan tidak akan pernah lepas dari dia seperti saya." ucap Aldo lagi.
Wajah Karin sudah memerah karena malu karena ucapan suaminya.
"Dan satu lagi karena saya sangat berbahagia karena istri saya sedang hamil kembar 4 maka saya akan membagi bonus kepada seluruh karyawan sebesar gaji masing-masing yang akan di transfer ke rekening masing-masing." ucap Aldo mendapat tepuk tangan yang lebih meriah.
Yah Aldo sudah mengetahui bahwa istrinya sedang hamil kembar 4.Nikmat mana lagi yang kamu dustakan? saat bersabar selama lebih dari dua tahun namun Allah memberikan rezeki yang tidak di sangka - sangka.
Karin terkejut saat Aldo mengucapkan selamat ulang tahun. Dia baru ingat bahwa hari ini hari ulang tahunnya.
Dia melihat sebuah kue besar keluar di bawa pelayan. Kue yang di bawa lebih besar dari kue pengantinnya saat itu.
"Mas besar banget." ucap Karin.
"Itu belum seberapa yang." jawab Aldo tersenyum.
Tidak lama kemudian para pelayan nampak membawa beberapa buah barang seperti barang seserahan. Karin tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
"Anggap aja ini seserahan lamaran yang kemaren tidak ada sebelum kita menikah, selamat ulang tahun sayang." bisik Aldo di telinga Karin.
Karin memeluk suaminya dengan senang. Dia benar-benar di perlakukan seperti ratu semenjak hidup bersama Aldo. Kebahagiaannya terasa lengkap saat dia dinyatakan hamil.
Karin melihat lelaki yang beberapa hari di selingkuhi oleh istrinya dari panggung. Aldo memperlihatkan kemana pandangan istrinya.
"Lelaki itu lebih memilih pekerjaan daripada Istrinya, dia lelaki baik dan bertanggung jawab namun sayang dikhianati istrinya, dia bekerja keras untuk membuat hidupnya layak karena dia berasal dari keluarga miskin, namun isterinya tidak tau diri dan lupa daratan sehingga sangat haus belaian dari lelaki lain." ujar Aldo menjelaskan.
"Kasihan sekali hidupnya, semoga dia bertemu wanita yang jauh lebih baik." doa Karin.
__ADS_1
"Aamiin, yuk potong kuenya." ajak Aldo.
Setelah potong kue yang lebih tinggi darinya, Karin memberikan suapan pertama kepada suaminya. Lalu semua keluarganya menghampirinya menuju panggung. Mereka sangat berbahagia hati ini tanpa kecuali. Termasuk Fina sang kakak juga hadir di sana.
Karin juga melihat Ana dan Gladys juga hadir di sana. Lalu Karin bergeser ke abangnya Farhan.
"Jangan lupa NIKAHI DIA DEMI AKU." bisiknya kepada Farhan sambil menunjuk Ana.
"Baiklah adikku, namun tunggu author buat cerita tentang kami ya." jawab Farhan.
"Judulnya Nikahi dia karena aku?" tanya Aldo yang mendengar bisikan dua beradik itu.
"Iya sepertinya, mari kita tunggu." jawab Karin tersenyum.
"I Love you my husband tersayang." ucap Karin lagi kepada suaminya.
"Love you more sayang." ucap Aldo lansung mencium bibir Karin di hadapan kakak ipar.
Farhan hanya menganga melihat apa yang terjadi di depan matanya. Sedangkan yang lain ketika melihatnya tersenyum klepek-klepek.
TAMAT
Jreng jreng cerita ini sudah author tamatkan karena author mau fokus ke cerita "Terjerat Cinta dua saudara."
Yuk baca cerita yang lainnya yaitu :
Dia lelakiku
Mengejar Cinta mu
Siapalah aku
Cinta Dafizza
Terjerat cinta dua saudara.
untuk ke 5 novel di atas saling berhubungan ya , jadi bacanya harus berurutan agar lebih seru.
yuk berikan like, komen dan votenya. Jangan lupa kirim gift serta mengikuti akun author ya. Salam peluk dan sayang jarak jauh dari author🌹🌹🌹💐
__ADS_1