
"Mulai saat ini kita akan memperbaiki semuanya, buka lembaran baru bersama."
"Artinya apa?" tanya Karin dengan polos.
Aldo kesal dengan pertanyaan Karin. Bisa-bisanya wanita itu tidak paham apa maksud perkataannya.Dia heran Apakah wanita itu memang polos atau hanya pura-pura tidak paham.
"Kok diam?"
"Kamu waktu pembagian otak nggak ikut ngantri ya?"tanya Aldo.
"Apa hubungannya, lagian mama ada pembagian otak kayak gitu." jawab Karin.
"Atau dulu waktu sekolah nilai bahasa Indonesiamu nggak lulus ya?"
"Kamu yang nggak lulus nilai bahasa Indonesia mu, buktinya kamu kasih pernyataan yang orang lain nggak ngerti." jawab Karin tidak terima diremehin oleh.
"Eh jangan salah nilai bahasa Indonesiaku paling tertinggi loh di kelas."Aldo memamerkan dirinya.
"Iya karena di kelasmu anaknya pada nggak lulus semua." jawab Karin tidak mau kalah.
"Hey jangan slepe ya, sekolah kami sekolah favorit, murid yang masuk murid murid pilihan termasuk Abang mu Si Farhan."
"Ah dia sama aja dengan kamu, buktinya dia nggak bisa berbahasa yang baik." ucap keren masih kesal ketika mengingat ucapan Farhan kepadanya dahulu.
"Kamu masih dendam dengan abangmu?" tanya Aldo sambil tersenyum.
"Nggak, jangan ngarang."
"Kirain."
__ADS_1
"Jadi apa kesimpulannya?"tanya Karin kembali.
"Kesimpulan apa?" tanya Aldo pura-pura bertanya.
"Kesimpulan yang tadi."
"mengenai mapel bahasa Indonesia?"
"Ya nggaklah, masa bahas pelajaran bahasa Indonesia." jawab Karin bete sendiri.
"Oke baik, dengarkan dengan baik karena ini tidak ada uangnya, mulai hari ini detik ini kita akan sebagai suami istri pada umumnya, Aku akan belajar mencintaimu dan kamu tidak usah belajar lagi karena kamu sudah mencintaiku."jawab Aldo tersenyum.
"Ish kepedean kepedean."
"Jadi kamu tidak mencintainya aku?" tanya Aldo lansung memegang tangan Karin.
"Bagaimana dengan ka Fina?" tanya Karin dengan antusias.
"Kami sudah putus sejak beberapa hari yang lalu."
"Kamu yakin putus dengan dia? kamu yakin bisa melupakan dia?"tanya Karin menata Aldo dengan instens.
"Kenapa kamu tidak mau percaya aku seperti ini? emang aku ada wajah bohong gitu." ucap Aldo kesal karena Wanita itu tidak mempercayainya.
"Kan cinta masa iya secepat itu melupakan dia." Karin masih tidak percaya.
"Mungkin karena kamu wanita penggantinya." Jawab Aldo menggombal Karin.
"Kamu yakin?"
__ADS_1
"Aku tidak pernah ragu dengan keputusanku." jawab Aldo dengan yakin.
"tapi bagaimana dengan kakekmu?" tanya Karin dengan ragu lagi karena melihat ekspresi kakeknya ketika pertama kali bertemu.
"urusan kakek gampang, percayakan semua sama aku suamimu ini." Aldo percaya diri dengan ucapannya.
"aku rasa Aku masih belum bisa bertemu dengan keluargamu, karena aku masih takut dihina terus."Karin menundukkan kepalanya sambil memainkan pinggiran bajunya.
"Tenang saat ini tidak akan ada lagi yang menghina mu, jika ada yang menghinamu lagi akan ku pastikan hidupnya tamat saat itu juga." jawab Aldo.
"Banyak janji."
"Kok banyak janji? kamu mau di apain si Rara itu?" tanya Aldo.
"Emang kenapa dia?" tanya Karin.
"Udahlah, kamu nggak usah tau."
"Emang apa yang terjadi?" tanya Karin yang tidak tau apa-apa.
"Nggak usah tau, nanti shock pula."jawab Aldo berjalan berjalan masuk kedalam apartemennya.
"Apaan sih?" Karin mengikuti langkah Aldo menuju kamarnya.
"Sini." ucap Aldo menepuk ranjang di sebelahnya.
Karin membaringkan tubuhnya di sebelah Aldo. Mulai hari ini Karin berjanji akan lebih berani melihatkan rasa sayangnya kepada Aldo.
"Lupakan semua yang terjadi, apapun yang terjadi di masa lalu lupakan semuanya termasuk kejadian di mall kemaren."
__ADS_1