Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
menyusun strategi


__ADS_3

Semua keluarga Aldo sudah tau atas pergantian pengantin. Mereka juga kaget mendengar cerita dari om Fahri mengenai perilaku anaknya yang tidak mereka ketahui.


Mereka agak kesal kepada anaknya yang suka tidur dengan sembarangan wanita. Tapi apalah daya jika nasi sudah menjadi bubur. Mereka terpaksa menyetujui pernikahan ini.


Apakah Karin sudah tau tentang pernikahan ini? tentunya belum. Belum ada yang memberi tahu Karin tentang hal ini.


Karin masih duduk memikirkan nasibnya yang akan di tinggal oleh Aldo. Hatinya saat ini terasa sakit. Karin sangat mencintai Aldo. Walaupun berpisah dari lelaki ini setahun yang lalu, dia belum bisa menghapus rasa cintanya untuk lelaki itu.


Lelaki yang pertama membuatnya jatuh cinta. Lelaki yang mampu memberikan kenyamanan untuk dirinya.


Karin merasa tidak akan sanggup menghadapi badai yang akan terjadi besok. Ia tidak akan sanggup melihat Aldo menikah dengan wanita lain. Apalagi wanita ini adalah kakaknya sendiri.


Karin menyusun strategi lagi bagaimana caranya agar ia bisa tidak melihat pernikahan ini terjadi.


"Apa aku harus pergi? tapi bagaimana caranya?" tanya Karin.


Ya selama di rumah ini Karin melihat penjagaan di rumah ini sangatlah Ketat. Ia rasa tidak akan mudah baginya untuk pergi dari rumah ini.


"Mungkin pura - pura sakit akan lebih gampang." idenya.


"Tapi bagaimana agar wajah ini bisa pucat?" ujarnya bicara sendiri.

__ADS_1


"Aja, aku tidak makan aja nanti malam agar bisa pucat, atau aku pura - pura diare aja, kan nggak mungkin mereka tau aku ini diare apa nggak." ucap Karin tersenyum senang.


tok tok tok


Karin dengan cepat membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Ia segera menutup tubuhnya dengan selimut sampai di dada. Ia segera memejamkan matanya seolah-olah sedang tertidur.


Farhan membuka pintu kamar Karin. Ia melangkahkan kakinya menuju ranjang Karin. Ia tersenyum saat melihat Karin sedang tertidur.


"Karin, buka matanya, Kakak tau kamu sedang berpura-pura, ini kakak bawakan seseorang untuk membantu kamu melakukan perawatan hari ini."ucap Farhan merasa geli dengan sikap adiknya.


"Apaan sih nggak bisa melihat orang senang." ucap Karin duduk sambil protes.


"Jangan banyak protes, lakukan apa yang Kakak suruh, biar kamu makin cantik."


"Udah kakak malas berdebat, kakak ke bawah dulu."


"mbak tolong kamu berikan perawatan terbaik dia hari ini, berapapun biayanya akan saya keluarkan." ujar Farhan lagi.


"Baik pak, apa sih yang nggak buat pengantin baru." ucap Mbak yang di bawa oleh Farhan.


"Buka gua pengantinnya mbak, mbak salah orang." ucap Karin dalam hatinya.

__ADS_1


Farhan meninggalkan Karin di kamarnya. Ia hendak memeriksa adiknya yang satu lagi. Ia tau bahwa hati Fina juga sedang hancur. Ia tidak bisa mengabaikan apa yang terjadi dengan Fina saat ini.


tok tok tok


Farhan mengetuk pintu kamar Fina.


"Masuk."


Farhan membuka pintu kamar adiknya. Ia melihat Fina sedang sibuk membereskan bajunya kedalam koper.


"Mau kemana kamu Fin?" tanya Farhan.


"Izinkan aku pergi seminggu ini bang, aku malu jika teman-temanku datang nanti." jawab Fina.


"Kamu nggak hadir di pernikahan adik kamu?" tanya Farhan.


"Lalu apa kata orang bang ketika pengantinnya di gantiin oleh adiknya? aku malu bang."


"Jangan pergi, hayuk hadapi bersama - sama." bujuk Farhan.


"Apa Abang yakin bahwa aku bisa?"

__ADS_1


"Abang yakin bahwa kamu adalah wanita yang baik dan berlapang dada, Abang yakin kamu akan menemukan jodoh yang terbaik." ucap Farhan membujuk adiknya.


__ADS_2