Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
BAB 11 Pertemuan Kembali


__ADS_3

Setahun Kemudian.


Aldo dan Fina sudah jadian sekitar 6 bulan yang lalu. Aldo tidak ingin cepat – cepat memutuskan menembak Fina. Ia menunggu 6 bulan untuk mencari tau karakter Fina.


Ia juga sudah tidak pernah komunikasi dengan Karin. Ia merasa jijik jika mengingat kenangan masa lalunya dengan Karin.


Hubungan Aldo dengan Fina sudah ke jenjang serius. Ia dan Fina memutuskan akan menikah.


Hari ini Aldo dan keluarganya akan berkunjung kekediaman keluarga Fina untuk melamar Fina.


Aldo juga mengajak Farhan untuk acara pentingnya ini. Aldo sudah sampai dikediaman keluarga Fina. Aldo sudah tau jika Fina tinggal bersama dengan tante dan pamannya. Aldo juga tau bahwa Fina sudah yatim piatu dari kecil.


Aldo Nampak agak sedikit gugup ketika memasuki sebuah rumah putih sederhana. Aldo didampingi Farhan beserta kedua orang tuanya.


Ketika melihat tantenya Fina, Farhan agak terkejut. Bayangan masa lalu mulai menghantuinya. Meskipun wanita yang keluar ini sudah tua, ia yakin bahwa ia mengenal wanita tersebut.


“ Tante Mirna” ujarnya dalam keadaan terkejut.


“ Kamu kenal saya?” Tanya wanita itu juga sama terkejut.


“ Kamu kenal han?” Tanya Aldo masih bingung.


Kedua orang tua Aldo juga masih bingung melihat kondisi saat ini.


“ Mungkin masuk dulu, lalu duduk” ajak Tante Mirna.


Mereka masuk kedalam ruangan sederhana dan duduk di sofa bewarna hijau. Farhan tetap tidak melepas pandangannya ke tante Mirna. Tidak lama kemudian keluarlah seorang laki – laki separuh baya. Ia keluar dengan keadaan tersenyum. Melihat Laki – laki itu Farhan makin yakin dengan apa yang ia duga.


“ Om Fahri masih ingat saya?” Tanya Farhan.


Om Fahri agak kaget mendengar pertanyaan anak muda yang ada didepannya.


“ Maaf anak siapa ya?”


“ Kamu kenal keluarga Fina” bisik Aldo ke Farhan.


Farhan tidak menjawab pertanyaan Aldo. Ia hanya memandang tante Mirna dan om Fahri secara bergantian.


“ kamu siapa? Kenapa kenal kami?” Tanya Fahri.


“ Loe jangan berantakin acara gua han” Aldo dengan suara renda hampir tidak terdengar.


“ Maaf do, gua harus pastiin sesuatu dulu” Farhan menoleh kearah Aldo lalu memandang Tante Mirna dan Om Fahri kembali.


“ Aku Farhan Dinata om, anak Fahmi Dinata yang hilang."tante Mirna dan Om Fahri kaget mendengar apa yang diucapkan pemuda itu.


Sedangkan Aldo dan keluarga masih bingung dengan ucapan Farhan.


“ Kamu benar Farhan keponakan saya?” Tanya Fahri masih belum yakin.

__ADS_1


“Ia om, saya Farhan keponakan om yang hilang 15 tahun yang lalu." Farhan berdiri dari tempat duduknya lalu mendekati adik papa satu – satunya.


Ia lansung memeluk pamannya dengan haru. Setelah sekian lama menghilang akhirnya ia bisa bertemu dengan keluarganya yang masih tersisa.


Keluarga Aldo yang masih bingung hanya menatap heran. Ia hanya menyaksikan drama yang ada didepannya tanpa bersuara.


Pak Fahri paham betul dengan pandangan keluarganya Aldo. Ia lansung melepaskan pelukannya dengan Farhan. Lalu merekapun duduk kembali di sofa.


“ Maaf pak,bu, nak Aldo saya paham maksud pandangan kalian, Ini adalah Farhan keponakan saya yang hilang 15 tahun yang lalu, dan dia ini juga kakak dari Fina” ucap pak Fahri.


Mendengar ucapan pak Fahri membuat semua keluarga Aldo dan juga Farhan sangat terkejut. Farhan tidak menyangka bahwa Fina adalah adik kandungnya.


“ Jadi Fina adik saya om? Trus bagaimana dengan Frans om?” Tanya Farhan.


Ia tidak melihat laki – laki yang sebaya dengannya dalam ruangan itu.


“ Frans sehat, ia tadi ada urusan sedikit makanya ia belum bisa ngumpul, mungkin sebentar lagi sampai” jawab pak Fahri.


“ Mungkin ada baiknya Fina dibawa kesini dulu bu” kata pak Fahri melihat kearah istrinya.


Mirna yang paham maksud suaminya lansung memanggil Fina kekamarnya. Baru saja Fina keluar dari kamarnya, Farhan lansung memeluknya dengan erat.


Fina masih belum paham dengan situasi apa yang dialaminya mencoba memberi kode Aldo. Aldo hanya menjawab dengan mengangkat bahunya.


“ Adikku” ucap Farhan sambil menangis.


“ Ada apa ini om?” Tanya Fina menatap pak Fahri.


“ Aku ini kakakmu farhan yang hilang, kamu lupa pernah punya kakak fin?” ucap Farhan.


Fina begitu kaget mendengar penuturan Farhan. Ia tidak menyangka Farhan yang ia anggap sahabat karibnya Aldo adalah kakaknya sendiri.


“ Kak Farhan” serunya yang masih tidak percaya.


Walaupun saat itu ia masih berumur 6 tahun tapi ia sangat ingat bahwa dia pernah kehilangan kakak dan adiknya.


Fina menangis bahagia karena ia sudah bisa berjumpa dengan kakaknya. Ia masih diberi kesempatan bertemu dengan kakaknya sebelum menikah.


“ Kamu apa kabar fin? Kamu baik – baik aja” Tanya Farhan.


“ Hey tolong lepaskan calon istriku, dari tadi nggak lepas – lepas ini, Tanya kabar lagi, padahal kemarin juga masih ketemu” ejek Aldo mulai geram melihat Farhan yang tidak lepas dari Fina.


“ Jangan banyak omong jika mau direstui” jawab Farhan dengan songongnya menatap Aldo.


Ia tidak mengira bahwa sahabatnya akan menjadi iparnya nanti.


“ Jadi gimana ini, apakah keluarga kami sudah boleh ngomong kakak ipar?” Tanya Aldo mengejek kembali.


“ Aldo mungkin ada baiknya lamaran ini diundur dulu, Fina baru ketemu keluarganya biarlah mereka bersenang – senang dulu” kata papanya Aldo.

__ADS_1


“ Iya, kami sudah tau maksud keluarga nak Aldo, tapi benar kata pak Kamal, mungkin Fina butuh waktu untuk bercerita – cerita dengan Farhan dan adiknya satu lagi Frans” ujar pak Fahri sambil tersenyum.


Aldo yang mendengar itu paham situasi tapi ia juga begitu kuatir dengan mundurnya lamarannya. Ia takut ini pertanda buruk bagi hubungannya dengan Fina.


“ Han emang lo masih butuh cerita dengan Fina, kan besok – besok masih bisa ketemu dengan Fina dikantor gua” kata Aldo sambil tersenyum mengejek.


“ Perlulah, gua akan laporkan kejelekan lo agar lo ditolak jadi ipar gua” jawab Farhan dengan nada setengah tersenyum penuh kemenangan.


“ Udah – udah bercandanya” kata mamanya Aldo.


“ Mereka sudah lama kenal bu?” Tanya Bu Mirna.


“ Mereka sudah berteman semenjak SMP” jawab mamanya Aldo.


“ Saya penasaran kenapa kamu bisa sampai kota ini han?” Tanya pak Fahri.


Farhan ingin menjawab pertanyaan pamannya namun seseorang muncul didepan pintu. Semua mata tertuju kepada seseorang laki – laki yang sudah didepan pintu dengan membawa seorang perempuan.


“ Assalamualaikum” ucapnya dari pintu luar.


“ Waalaikum salam, Farhan ini adikmu Frans dan ini teman wanitanya Karin, ayo masuk” ucap Fahri mengenalkan Frans ke Farhan.


Farhan lansung memeluk adik laki – lakinya yang sudah belasan tahun tidak bertemu. Farhan yakin ini adalah adik laki – lakinya satu – satunya.


“ Ini siapa om?” Tanya Frans heran ketika ada seorang laki – laki memeluknya


.


“ Kamu mungkin tidak ingat, waktu itu kamu masih bayi ketika kakakmu menghilang” jawab pak Fahri.


Farhan tersenyum dengan Frans namun ketika matanya tertuju kepada perempuan yang menjadi teman wanitanya Frans, senyum Farhan lansung menghilang dari wajahnya. Begitu juga dengan Aldo.


Ia begitu kaget slmelihat gadis itu. Aldo juga melihat bahwa gadis itu juga tidak kalah terkejutnya dengan mereka berdua. Namun setelah itu gadis itu hanya menundukkan pandangannya.


“ Dia siapa kamu Frans?” Tanya Farhan menunjuk gadis itu.


“ Dia temanku, namanya Karin” jawab Frans dengn tersenyum.


“ Pacar mungkin iya” jawab pak Fahri yang disertai dengan tawa.


Semua yang mendengar guyonan pak Fahri tertawa tapi tidak dengan Aldo, Farhan dan Karin.


“ Ayo duduk sini” tarik Frans menarik tangan Karina.


Merekapun duduk kembali ketempat duduk masing – masing.


“ Apa lamarannya sudah dimulai?” Tanya Frans penasaran, ia tidak begitu penasaran dengan cerita hilanganya kakaknya.


“lamaran kita undur dulu sementara, karena kita baru ketemu kakakmu” jawab pak Fahri.

__ADS_1


“ Kakak nggak ingin cerita?” Tanya Fina yang tadi hanya diam.


Farhan lalu menceritakan bagaimana ia sampai di kota ini.


__ADS_2