
Karin berjalan dengan cepat meninggalkan restoran tersebut. tetapi masih ada yang mengejarnya. Karin sudah merasa lelah sehingga sudah tak sanggup melanjutkan kakinya untuk melangkah.
Tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti
di depannya. Pintu mobil terbuka dan tampak seorang wanita cantik.
"Ayo masuk." teriaknya.
Karin masih bingung sehingga dia hanya terdiam. Melihat Karin yang diam wanita itu langsung berteriak lagi.
"Jangan bengong ayo masuk dalam sini." teriaknya.
karena melihat para emak-emak semakin dekat akhirnya karena milih masuk ke dalam mobil wanita tersebut. Walaupun Karin tidak mengenal wanita itu tapi setidaknya untuk sesaat ia aman.
"Saya Ana, saya tadi menyaksikan apa yang terjadi di restoran." ucap wanita yang duduk di sebelah kanan Karin sambil menyetir mobilnya.
"Kenapa anda menolong saya? tanya Karin dengan wajah bingung.
"Saya percaya bahwa anda bukan pelakornya."
"Kenapa Anda percaya?" tanya Karin masih curiga.
"Karena saya percaya aja bahwa anda wanita baik-baik." jawab wanita yang bernama Ana.
"Mungkin kita ke rumah saya saja dulu, kita membersihkan tubuhmu dulu." ajak Ana.
__ADS_1
"langsung pulang saja, terima kasih." jawab Karin masih datar.
"Baik."
Ana mengantarkan Karin pulang ke rumah Aldo. ana juga termasuk salah satu orang yang mengenal Aldo. Ana juga menyaksikan pernikahan Aldo dengan Karin.
"Saya sebenarnya teman Aldo." ucap Ana membuat kaget Karin. Tetapi Karin berhasil menyembunyikan rasa kagetnya.
"Saya juga teman kakak kamu Farhan." ucapnya lagi sambil tersenyum.
"Terima kasih atas tumpangannya." jawab Karin lansung keluar dari mobilnya.
Karin melangkah masuk menuju rumah Aldo. Sedangkan Ana hanya diam menyaksikan Karin berjalan sampai di pintu rumah.
"Kamu habis maling ya?" ucap Tante Nila dengan tertawa.
"Sepertinya dia habis dilempar sama emak-emak deh." Rere juga tertawa senang.
"Karin kamu kenapa?" tanya Mama mertuanya.
"Karin nggak apa-apa mah, Karin masuk dulu." pamitnya kepada mamanya.
Mama Karin yang memegang ponsel lansung merekam Karin saat berjalan menuju anak tangga. Ia tau bahwa menantunya sedang ada masalah besar di luar sana.
Mertua Karin mengirimkan video tersebut kepada anaknya. Lalu setelah Aldo melihat videonya, beliau langsung menelpon Aldo.
__ADS_1
"Halo ma."
"Pulang kamu sekarang? kamu udah liat video Karin, kamu tau apa yang terjadi dengan dia?" tanya mamanya.
Aldo terdiam mendengar pertanyaan mamahnya. Ia tahu penyebab Karin seperti itu. Tetapi dia tidak bisa memberikan jawaban kepada Mamanya
Setelah menutup telepon Aldo langsung berjalan menuju ruangan Fina.Ia ingin menegur Fina secara langsung.
"Ada apalagi? kamu pasti meminta maaf?" tanya Fina.
"Kamu liat akibat dari ucapan kamu." ujar Aldo memperlihatkan video yang di kirimkan oleh mamanya.
"Hahahahaha, itu karma bagi dia, sampah memang pantas di lempar sama sampah " ucap Fina.
Aldo kaget mendengar jawaban yang keluar dari mulut Fina. Ia tidak menyangka bahwa Fina bisa sekasar ini apalagi status Karin adalah adiknya.
"kamu bisa ketawa melihat adik kamu sendiri diperlakukan seperti itu?" tanya Aldo.
"dia bukan adikku dia hanya pelacur."
"Jika begitu kita putus, saya rasa Karin jauh lebih baik daripada kamu." ucap Aldo meninggalkan ruangan Fina.
Fine terdiam mendengar ucapan yang di ucapkan oleh Aldo. Ia tidak terima jika harus di putuskan oleh Aldo.
"
__ADS_1