Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
Antara sedih dan bahagia


__ADS_3

"Pucuk di cinta ulam pun tiba, kenalkan aku Gladys calon istri keduamu." wanita bernama Gladys berdiri lalu mengulurkan tangannya.


Aldo menyambut uluran tangan gladys sambil tersenyum. Karin tidak percaya dengan apa yang dilihat oleh matanya sendiri. Aldo menyambut uluran tangan wanita yang tidak dikenalnya.


"Senang berkenalan denganmu." ucap Aldo lansung mencium punggung tangan wanita itu.


Karin semakin tidak percaya lagi dengan apa yang dilihatnya. Sedangkan wanita itu tersenyum penuh kemenangan.


"Saya kira saya akan berjuang untuk mendapatkan hati kamu." ucapnya dengan nada tersenyum.


"Tidak akan, saya akan mempermudah semuanya, untuk apa mempersulit jika kita pada akhirnya Bakan menikah juga apalagi akan mempunyai anak, bukan begitu Karin?" tanya Aldo tersenyum kepada Karin.


Karin sudah emosi melihat Aldo menyambut wanita itu dengan manis. Dia tidak terima di perlakukan seperti ini oleh Aldo.


"Wah aku tidak menyangka bahwa kamu akan menerima aku semudah ini, aku siap melahirkan berapa banyak untuk kamu, apalagi yang saya dengar istri tua kamu tidak bisa melahirkan." ucapnya tertawa.


"Kapan akan dilaksanakan pernikahan ini?" tanya Aldo.


"Mas." panggil Karin.

__ADS_1


"Diam dulu Karin, mas ingin kenal lebih dekat dengan calon istri kedua mas, inikan yang mau kamu kenalkan tadi." ucap Aldo.


"Bukan mas, Ku nggak ada ingin mengenalkan Mas dengan dia."jawab Karin.


"Berhubung mas merasa ada kecocokan antara Mas dan gladys maka apa salahnya kita lanjutkan saja obrolan ini, gimana Gladys?" tanya Aldo.


"Saya sangat setuju sayangku calon suamiku." jawab Gladys.


Hati Karin merasa sakit mendengar ucapan wanita itu. Dia segera menarik tangan Aldo agar meninggalkan meja itu. Akan tetapi Aldo tidak mau bergerak sama sekali.


"Tunggu sebentar Karin, kamu jangan menghalangi mas kenalan lebih lanjut " ujar Aldo tidak mau berdiri.


"Mungkin lebih baik besok karena besok weekend." usul Aldo.


"ah kamu memang paling mengerti, baiklah besok kita jemput aku, boleh minta nomormu."


"Ini kartu namaku, besok hubungi aku ya, Besok kita mulai kencan pertama biar kita makin akrab dan tidak canggung nantinya malam pertama." ucap Aldo.


Wajah Karin semakin memerah karena marah. Dia tidak menyangka Aldo akan berani merayu wanita di depannya. Dia menarik Aldo dengan kuat sehingga Aldo terpaksa mengikutinya.

__ADS_1


Karin masuk ke dalam mobil dengan uring-uringan. Dia tidak terima saat lalu merayu wanita tadi. Dia juga tidak rela jika wanita itu yang akan menjadi madunya.


"Belum jadi maduku aja sudah buat kepalaku mau meledak, apalagi jika dia jadi madu benaran." gumam Karin.


"Pilihan kamu bagus juga, wanita tadi bening." ucap Aldo ketika ia mendengar Karin bergumam sendiri.


"Bagus apanya?" tanya Karin dengan cemberut.


"Ya bagus aja, cantik mulus, sesuai lah dengan kriteria aku, kamu memang paling mengerti." ucap Aldo tersenyum.


"Aku tidak pernah memilihkan dia untuk kamu."


"Loh bukannya kamu yang berniat ingin Mas mencari istri lagi, tadi pas denger dia ingin kamu mengenalkan dia, mas rasa Mas cocok dengan dia, kamu berubah pikiran?" tanya Aldo memastikan jawaban Karin.


Hati Karin sakit saat mendengar Aldo merasa cocok dengan wanita tadi. Tapi dia juga berniat ingin mencarikan wanita untuk menjadi istri kedua Aldo. Karin antara sakit hati dan senang langsung menjawab.


"Kamu yakin Mas dia yang jadi istri kedua?" tanya Karin menatap bola mata sekilas.


"Yakin, hati Mas langsung berbunga-bunga ketika pertama kali berjumpa dia, kamu yang menyarankan artinya kamu tidak boleh cemburu karena kehadirannya, apalagi jika dia nanti akan melahirkan seorang anak, Mas mungkin akan lebih sering stay dengan dia karena ada anak diantara kami, tapi mas janji Mas akan membagi hari dengan adil." ucap Aldo dengan serius.

__ADS_1


Entah apa yang dirasakan oleh Karin saat ini antara senang dan sedih. Dia tidak bisa membohongi hatinya saat ini. Dia sedih jika suaminya menikah lagi akan tetapi mengingat wanita itu bisa melahirkan seorang anak muka Karin akan sangat bahagia karena melihat Aldo bahagia.


__ADS_2