
"Jadi begitu ceritanya." ucap Farhan.
"Jadi kamu dulu di tolong pak Kamal ini?" tanya om Fahri.
"Iya om, tapi bagaimana dengan kedua orang tua saya?"
"Waktu itu mama kamu syok, jantungnya kumat lalu meninggal di tempat. Tidak lama setelah mama kamu meninggal, papa kamu sering sakit-sakitan, dia sibuk mencari kamu dan adikmu sampai akhirnya bangkrut, lalu 5 tahun setelah itu papa kamu meninggal dunia karena sakit, om yang merupakan adik satu-satunya membawa kedua adik kamu." cerita Om Fahri.
"Malang sekali keluargaku om, tapi siapa yang melakukan om." tanya Farhan.
"Teman papa kamu yang iri dengan majunya perusahaan papamu, dia sudah di tangkap dan dihukum akan tetapi adik kamu juga belum di temukan keberadaannya."
"Terima kasih om sudah merawat adik - adik aku."
""Kenapa bicara seperti itu, aku ini wajib menjaga kalian karena kalian anak kakakku, apalagi aku nggak punya anak." ucap Fahri.
"Kami sangat berterima kasih kepada bapak Kamal yang sudah menjaga Farhan sehingga kami masih bisa bertemu." ucap om Fahri lagi.
"Sama - sama, Farhan anak yang baik sehingga kamipun senang menjaganya." jawab pak Kamal.
"Farhan ini sangat rajin waktu sekolah sampai kuliah, sehingga dia bisa membangun kerajaan bisnisnya sendiri." ucap istri pak Kamal.
"Itu semua berkat bimbingan pak Kamal dan ibu." jawab Farhan sambil senyum.
Di dalam ruangan itu mereka saling bercerita. Karin merasa asing berada dalam ruangan ini. Apalagi melihat Aldo yang nampak bahagia dengan perempuan yang ternyata kakaknya temannya.
__ADS_1
"Frans, Ku mungkin lebih baik pulang aja." bisik Karin.
"Ngapain kamu pulang? kamu di sini aja temani aku." bisik Frans.
Aldo melihat interaksi keduanya. Dia merasa mengapa Karin tidak pernah berubah. Dia takut bahwa Frans korban Karin berikutnya.
"Fran kamu bisa bergabung di perusahaan kakak."
"Iya bang, tapi aku masih belum selesai kuliahnya saat ini." jawab Frans.
"Dan kamu juga harus berhati-hati dalam melihat mana kawan yang baik, mana yang tidak, apalagi menyeleksi calon istri." ucap Farhan menasehati adiknya tapi menimbulkan luka sendiri bagi Karin.
"Maaf semua, aku lupa jika aku ada janji, mohon pamit duluan." ucap Karin berdiri dari duduknya.
"Apa yang membuatmu ingin cepat - cepat pulang padahal hari ini kamu libur." ucap Frans.
"Frans maaf, aku merasa ini pertemuan keluarga." ucap Karin meninggalkan Fran. Fran kembali melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah.
"Frans aku ingin kita bicara berdua." ucap Farhan memanggil Frans untuk bicara berdua.
"Diluar aja bang?" tanyanya dengan sopan.
"Kamu udah lama kenal wanita tadi?"
"Udah sekitar enam bulan bang, kenapa?" tanya Rayhan.
__ADS_1
"Kamu suka sam dia?"
"Bisa jadi iya bisa jadi tidak." jawab Frans.
"Kamu tau dia?"
"Tau, dia mahasiswa dan pekerja keras."
"Lebih baik kamu jaga jarak dengan dia, Abang sangat mengenal dia, dia bukan perempuan baik - baik."
"Apa alasan Abang bilang dia bukan perempuan baik - baik?"
"dia itu salah satu simpanan orang kaya." jawab Farhan sambil menghela nafas. Sedangkan Fran begitu kaget saat mendengar semua nya.
"Kakak yakin?"
"Yakin sekali, salah satu teman Abang dulu adalah kliennya, dia hanya perempuan simpanan di atas eanjang."
Prangggggg
Fran dan Farhan kaget ketika melihat Karin berada tidak jauh. Mata Karin nampak berkaca - kaca berdiri mematung.
"Maaf ini lupa kasih tadi " ucap Karin lansung memberikan apa yang ada di tangannya. Lalu ia pergi berlari sekuat tenang agar bisa jauh dari dua orang ini. Hatinya sakit ketika ia mendengar ucapan Farhan.
Dia malu sekali saat ini.Ia tidak berpikir bahwa Farhan akan sejahat itu sama dia.
__ADS_1